
Penulis: Zanna Nurpiana
Bagi umat Muslim, Bulan Ramadan adalah bulan yang paling mulia dan istimewa. Di mana setiap umat Muslim di dunia melaksanakan kewajiban berpuasa yang tertera dalam Al-Qur’an surah Al- Baqarah ayat 183 yang artinya;
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.”
Penjelasan ayat tersebut merupakan dasar dari seluruh umat Muslim untuk berpuasa satu bulan penuh pada Bulan Suci Ramadan meskipun di tengah situasi pandemi.
Berpuasa pada saat pandemi menjadi tantangan bagi umat Muslim dikarenakan harus tetap menjaga diri, kesehatan serta imun tubuh yang terpenuhi agar terhindar dari virus Covid-19 yang tengah hadir saat ini. Walaupun sudah melewati puasa di tengah pandemi tahun lalu, tetap saja protokol kesehatan serta jaga jarak masih berlaku saat melakukan ibadah di Bulan Ramadan kali ini.
Meski harus mematuhi protokol kesehatan dan menjaga jarak, umat Muslim masih bisa beribadah untuk meningkatkan ketakwaan terhadap Allah Subhanahu wa ta’ala. Misalnya membaca Al-Qur’an. Selama Ramadan umat Muslim dianjurkan banyak membaca Al-Qur’an dan mengkhatamkannya. Sebagaimana hadis berikut:
“Jibril menemuinya pada tiap malam malam bulan Ramdahan, dan dia (Jibril) bertadarus Al-Quran bersamanya.” (H.R. Bukhari No. 3220).
Selain itu, umat Muslim juga di anjurkan untuk membaca Al- Qur’an dikarenakan bulan Ramadan merupakan bulan diturunkannya Al-Quran pertama kali, tepatnya pada malam 17 Ramadan dan diperingati dengan malam Nuzulul Qur’an. Sebagaimana arti firman Allah dalam Al-Quran.
“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan permulaan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk dan pembeda (antara hak yang batil).” (Q.S Al- Baqarah ayat 195).
Keutamaan umat Muslim membaca Al-Quran pada Bulan Ramadan ialah diberi pahala berlipat ganda, diangkat derajatnya oleh Allah Subhanahu wa ta’ala, mendapat ketenangan, mendapatkan pertolongan di hari kiamat, terbebas dari aduan Rasulullah Sallallahu alaihi wa sallam di hari kiamat, dihadiri malaikat dan ditempatkan di tempat terbaik.
Selain membaca Al-Qur’an, umat Muslim juga bisa beribadah dengan berzikir. Kata “zikir” berasal dari bahasa Arab yang artinya “menyebut” atau “mengingat”. Maka tujuan berzikir adalah mengingat atau menyebut asmaul husna (nama-nama Allah).
Sebagimana firman Allah dalam Al-Quran, yang artinya;
“Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Q.S. Al-Ahzab ayat 35).
Ibadah zikir dapat dikatakan ibadah yang ringan, karena dapat diucapkan dengan lisan atau dalam hati dan dapat dilaksanakan setelah sholat atau bahkan di sela-sela kegiatan. Meskipun ibadah yang ringan, tetap saja umat muslim akan mendapatkan pahala yang besar pada saat berzikir terutama pada saat bulan Ramadhan, di mana semua pahala akan dilipat gandakan oleh Allah Subhana wa ta’ala.
Selain mendapatkan pahala yang besar, umat muslim akan mendapatkan keutamaaan-keutamaan lainnya saat berzikir kepada Allah Subhana wa ta’ala. Berikut adalah keutamaan berzikir.
- Hati yang tenang
Dalam Al-Qur’an surah Ar-Ra’d ayat 28 Allah berfirman yang artinya;
“(yaitu) orang orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram.” (Q.S. Ar-Ra’d ayat 28).
Petikan ayat tersebut merupakan bukti bagi umat Muslim, bahwa barang siapa yang selalu berzikir mengingat Allah dan mengucapkan asmaul husna akan mendapat ketenangan dan ketentraman dalam hidupnya.
- Menghapus dosa-dosa
Allah Maha Pemurah dan Maha Pemaaf, maka hanya dengan berzikir dosa-dosa umat Muslim akan dihapus oleh Allah Subhana wa ta’ala. Sebagaimana dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang mengucapkan: Subhanallah wa bihamdihi (Maha Suci Allah dan segala Puji Bagi-Nya) sebanyak seratus kali, maka dihapuskan segala kesalahan (dosa)nya walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Muttafaq ‘Alaih).
- Mengusir setan
Dalam firman Allah, Allah Subhana wa ta’ala mengatakan yang artinya;
“Dan jika syaitan mengganggumu dengan satuan gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. Fushilat: 36).
Dalam bulan Ramadan, umat Muslim dianjurkan untuk banyak beribadah serta lebih meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhana wa ta’ala. Meskipun dalam kondisi di tengah pandemi tidak menjadi pengaruh untuk beribadah dan meningkatkan takwa kepada Allah dengan ketentuan harus memenuhi protokol kesehatan dan tetap menjaga diri.
Editor: Afrianti Safitri

