Keistimewaan Malam Lailatulqadar

- Advertisement - Pfrasa_F
(Ilustrator: Chairunnisa)

Penulis: Dita Saharani

Tahukah kalian apa yang dimaksud dengan Lailatulqadar? Berdasarkan keterangan Al-Qur’an dan Sunah, disebutkan bahwa dalam di Bulan Ramadan terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Malam indah itu disebut Lailatulqadar atau malam kemuliaan. Jika seorang Muslim mengerjakan kebaikan di malam itu, maka nilainya lebih baik dari mengerjakan kebaikan selama seribu bulan atau sekitar 83-84 tahun.

Kata Al-Qadar diartikan juga dengan Al-Syarf yang artinya mulia. Karena pada malam itu Allah subḥānahu wataʿālā telah mengangkat kedudukan Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wasallam serta memuliakan dan menjadikannya seorang rasul terakhir. Pada malam itu juga Al-Qur’an diturunkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala.

Adapun amalan-amalan yang dikerjakan pada malam tersebut seperti, membaca Al-Qur’an, mendirikan salat malam, memperbanyak doa, menjalankan iktikaf, dan memperbanyak tobat. Kemudian terdapat tanda-tanda malam Lailatulqadar yaitu matahari terbit di pagi hari dalam keadaan jernih, teduh, dan seperti tidak ada sinar, serta keadaan di malam hari yang begitu tenang.

Terdapat keutamaan malam Lailatulqadar yang dijelaskan pada surah Al-Qadr, yaitu menggambarkan Lailatulqadar dengan turunnya para Malaikat di malam itu untuk mengurus berbagai urusan, dan kedamaian atau kesejahteraan memenuhi malam itu hingga fajar menyingsing. Keutamaan lainnya adalah diampuninya dosa-dosa terdahulu ketika melakukan salat malam di saat Lailatulqadar.

Malam Lailatulqadar merupakan malam yang dirahasiakan kedatangannya oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Agar manusia mencari dengan sungguh-sungguh. Bila Lailatulqadar dipastikan, kemungkinan manusia akan menyepelekan qiamulail dan iktikaf di separuh akhir Bulan Ramadan.

Rasulullah bersabda: “Carilah malam lailatul qadar di malam ganjil dari 10 terakhir Bulan Ramadan”. (HR. Imam Bukhari). Sesuai sabda yang disampaikan oleh Rasulullah bahwa kita disarankan untuk mencari Lailatulqadar tersebut pada 10 malam terakhir dan di malam-malam ganjil lainnya. Dan terdapat doa yang dianjurkan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam kepada umatnya untuk dipanjatkan pada malam tersebut. Bunyi doanya adalah: “Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf  lagi Maha Mulia, Engkau mencintai pemaaf, maka maafkanlah aku”. 

Keistimewaan Lailatulqadar juga dijelaskan Allah Subhanahu wa ta’ala dalam surah Al-Qadr ayat 1-5. Menurut buku “Step by Step Puasa Ramadhan bagi Orang Sibuk” karya Gus Arifin, sebuah hadis melalui mujahid yang menceritakan, bahwasannya Rasulullah pernah menceritakan tentang seorang laki-laki dari kalangan kaum Bani Israil, ia menyandang senjatanya selama seribu bulan untuk berjuang di jalan Allah. Kaum muslimin merasa takjub atas hal tersebut. Maka Allah segera menurunkan firman-Nya:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan”. (QS. Al Qadr 1-3).

Dijelaskan bahwa ketika malaikat-malaikat turun ke bumi maka suasana alam akan berbeda dari biasanya. Lebih hangat dan lebih sejuk dari pada sebelumnya. Selain itu doa-doa yang dipanjatkan kepada Ilahi akan diaminkan oleh malaikat-malaikat tersebut sehingga mempercepat pengabulan doa hamba-hambanya. Maka, sungguh beruntunglah orang-orang yang ketika Lailatulqadar dapat memohon doa kepada-Nya dengan didoakan pula oleh malaikat-malaikat yang kebetulan sedang bertugas turun ke muka bumi.

Editor: Adelini Siagian

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles