Masihkah Salat Malam Setelah Bulan Ramadan? 

- Advertisement - Pfrasa_F
(Ilustrator: Syifa Zanjabila)

Penulis: Ismu Nanda Innisa

Selama Bulan Ramadan kita selalu melaksanakan salat Tarawih pada malam hari. Salat Tarawih merupakan salat malam yang dilakukan di Bulan Ramadan. Pada waktu sebelum masuknya waktu subuh kita juga bisa melaksanakan salat malam baik setelah makan sahur maupun sebelum makan sahur. Namun sangat disayangkan jika kebiasaan salat malam itu hilang setelah berlalunya Bulan Ramadan. 

Ada dua macam orang dalam melakukan ibadah. Pertama, orang yang rajin melaksanakan ibadah baik di Bulan Ramadan maupun tidak. Kedua, orang yang hanya mengkhususkan beribadah hanya di Bulan Ramadan. Perbuatan seperti ini harus dihilangkan dalam diri seseorang karena ini merupakan perbuatan yang buruk. Sehingga dikatakan kepada mereka:

“Sejelek-jelek orang adalah yang hanya mengenal Allah di Bulan Ramadan saja. Sesungguhnya orang yang saleh adalah orang yang rajin beribadah dan bersungguh-sungguh di sepanjang tahun”.

Padahal Allah Subhanahu wa ta’ala telah berfirman pada surah Al-Hijr ayat 99. “Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu kematian”. Ini menjelaskan bahwa setiap muslim wajib beribadah kepada Allah hingga ia kembali kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Maka dari itu kita harus tetap beribadah walau Bulan Ramadan telah berlalu. Salat malam merupakan salat yg dianjurkan setelah salat fardu. Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam”. (HR. Muslim). 

Salat malam merupakan salat yang memiliki banyak keutamaan. Salah satunya adalah mencegah dari perbuatan dosa. Salat malam merupakan kebiasaan orang-orang saleh sebelum kita. Allah mencintai amalan yang sedikit namun dikerjakan secara istikamah. “Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang istikamah walaupun itu sedikit”. (HR. Muslim). 

Salat malam juga akan menaikkan derajat seseorang di surga. Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sungguh di dalam surga terdapat kamar-kamar yang bagian dalamnya terlihat dari luar dan bagian luarnya terlihat dari dalam. Kamar-kamar itu Allah sediakan bagi orang yang memberi makan, melembutkan perkataan, mengiringi puasa Ramadan (dengan puasa sunah), menebarkan salam dan mengerjakan salat malam ketika manusia lain terlelap tidur”. (HR. At Tirmidzi, dihasankan oleh Al Albani). 

Disayangkan kebanyakan kaum Muslimin meninggalkan salat malam yang berarti telah menyia-nyiakan keutamaan yang telah Allah sediakan, dikarenakan kemalasan yang ada pada mereka atau pun tergoda dengan gemerlapnya dunia. Dalam riwayat Imam Bukhari disebutkan bahwa ketika Rasulullah ditanya tentang seorang yang tidur sepanjang malam sampai waktu subuh, maka Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Dia adalah seorang yang kedua telinganya dikencingi oleh setan”. Hal ini adalah penghinaan setan baginya. 

Namun, ketika menyebutkan ciri-ciri orang yang bertakwa, Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman dalam QS. Adz Dzariyat: 17-18 yang artinya, “Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar”. Dan ketika Jibril datang pada Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam lalu berkata, “Hai Muhammad, kemuliaan orang beriman adalah dengan salat malam. Dan kegagahan orang beriman adalah sikap mandiri dari bantuan orang lain”. (HR. Al Hakim, dihasankan oleh Al Albani).

Adapun mengenai salat malam Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam bersabda: “Lakukanlah salat malam oleh kalian, karena hal itu merupakan kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian. Ia pun (salat malam) dapat mendekatkan kalian  kepada Rabb kalian, menghapus segala kesalahan dan mencegah dari perbuatan dosa”. Karena pentingnya salat malam ini Allah berfirman kepada Nabi-Nya, “Hai orang yang berselimut, bangunlah pada sebagian malam (untuk salat), separuhnya atau kurangi atau lebihi sedikit dari itu. Dan bacalah Al-Qur’an dengan tartil”. (QS. Al Muzammil: 1-4).

Adapun tips untuk melatih diri agar dapat mengerjakan salat malam:

  • Bangun 10 atau 15 menit sebelum subuh lalu kerjakanlah salat malam,
  • Pilih waktu yang keesokan harinya merupakan hari libur untuk bisa mengerjakan salat malam,
  • Jika sangat sulit, bisa salat Witir sebelum tidur dan hal itu termasuk salat malam,
  • Jika masih sangat sulit, maka perbanyaklah istigfar dan berdoa agar dipermudah oleh Allah dalam mengerjakan salat malam.

Semoga kita selalu istikamah dan semoga kita dapat dipertemukan kembali dengan Bulan Ramadan yang akan datang. Lastu bikhoirikum, semoga bermanfaat. 

Editor: Adelini Siagian

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles