
Penulis: Indah Khairunnisa Sihotang
Merasa sedih merupakan hal yang wajar. Walaupun ada kalanya kita merasakan hal tersebut saat berada di tengah-tengah keramaian. Seharusnya kita berbahagia di situasi tersebut. Merasa seperti ada sesuatu yang telah hilang, namun tidak tahu apa. Gejala tersebut biasa dialami oleh seseorang yang sudah mulai beranjak remaja (balig) dan seterusnya.
Jika kita lihat, hal seperti ini dianggap biasa dan manusiawi. Namun, menurut sorotan Islam justru harus dianggap serius, karena bisa saja mengganggu pekerjaan atau fisik seseorang, dan bisa saja hal ini merupakan sinyal yang dikirimkan oleh Sang Pencipta kepada hambanya. Ini adalah pendapat menurut Islam tentang kesedihan yang datang secara tiba-tiba.
- Dirindukan oleh Allah Subhanahu wa taala
Manusia merupakan makhluk yang paling mulia di antara makhluk lainny, sebab diberikan hati dan akal untuk merasa dan berpikir. Namun, ada kalanya manusia mempunya fase hidup yang naik dan turun. Pastinya juga mempengaruhi daya pikir manusia untuk mengingat Sang Pencipta.
Terkadang manusia melupakan Allah di saat dirinya memiliki perasaan bahagia. Ia lupa bahwa kebahagiaanya berasal dari Allah. Padahal, Allah memberikan kesedihan kepada ciptaan-Nya agar mereka tidak terjerumus jauh ke dalam lembah kelalaian. Allah memberikan nikmat tersebut agar hamba-Nya kembali mengingatnya. Maka Allah akan memberikan kedamaian dalam jiwa seseorang yang mengingat-Nya.
- Percaya dan berharap kepada selain-Nya
Berharap dan percaya terlalu berlebihan kepada sesama kita adalah hal yang sering dilakukan. Manusia makhluk yang lemah ia terlalu berekspektasi tinggi pada sesama hingga melupakan orang yang mereka percaya dan harapkan tidak akan lebih dari sumber kekecewaan. Hal ini merupakan kesalahan yang sangat tidak disukai oleh Allah. Allah ingin memberitahu kepada kita bahwasannya sebaik-baiknya tempat bergantung yang tidak akan pernah mengecewakan hanyalah kepada-Nya.
- Zalim yang terlupa
Berbuat zalim dan dosa adalah hal yang tak luput hilang dari diri manusia. Cemas dan membuat perasaan yang tidak enak adalah hal yang akan dirasakan manusia. Manusia tak luput dari dosa namun ia juga melupakan dosa tersebut yang akan membuat jiwa gelisah. Maka, jika merasa berbuat salah segeralah minta maaf. Tidak ada kesalahan untuk meminta maaf dan introspeksi diri.
- Berbangga diri, ingin dipuji
Mendapatkan sesuatu hal yang sangat diinginkan banyak orang adalah suatu pencapaian terbesar dalam diri. Namun, pencapaian tersebut bukanlah untuk dipamerkan ataupun diceritakan ke orang-orang dengan maksud ingin mendapat pujian. Hal ini bukan saja tidak disukai oleh Allah Subhanahu wa taala, namun perbuatan ini juga bisa menuai kebencian pada orang-orang sekitar.
Editor: Dita Saharani

