
Penulis: Sri Julia Ningsih
Kita harus selalu menyertakan Allah dalam setiap kehidupan kita. Kenapa? Jawabannya tak lain dan tak bukan adalah karena kita butuh Allah. Kita lemah, wahai manusia! Orang yang senantiasa melibatkan Allah atas segala kehidupannya itulah orang-orang yang selamat, terjaga dan beruntung. Mengapa demikian? Karena Allah menolong dia. Jika Allah sudah kita sertakan dalam setiap langkah kehidupan, tidak ada yang tidak mungkin terjadi. Sekelumit apa pun kehidupan itu, maka pastikan dihati kita ada Allah. Dengan demikian, maka semua akan baik-baik saja.
Lihat Nabi Yunus, Nabi yang ditelan ikan paus dan hidup 40 hari di dalam perut ikan tersebut. Selama berada dalam perut ikan itu, ia berdoa kepada Allah “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau (ya Allah), Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk di antara orang-orang yang berbuat zalim/aniaya”. Apa yang terjadi? Allah keluarkan Nabi Yunus. Karena apa? Karena senantiasa melibatkan Allah. Mustahil bagi kita, tapi tidak bagi-Nya.
Orang-orang yang selalu merasa bahwa Allah selalu bersama mereka, itulah orang-orang yang doanya terkabul. Mereka itulah yang hajatnya dipenuhi. Lalu, apa saja dampak-dampak jika kita menyertakan Allah di setiap langkah kita? Berikut penulis jabarkan:
- Allah akan selalu menolong kesulitan kita
Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 53 yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” Pernah sadar tidak, bahwa ketika kita punya masalah, Allah cuma minta kita sabar dan salat, setelah ikhtiar. Kemudian, biar hal tersebut menjadi urusan Allah. Percayalah, Allah akan selalu menolong kita.
- Segala hal yang terlihat sulit dan menyakitkan, pasti akan selalu membuat kita bersyukur
Pernah di fase mengalami masalah yang lumayan sulit, tidak? Baru tersadar setelah sudah melewati masalah tersebut, ternyata kita bisa melaluinya. Di sinilah pertolongan Allah datang kepada kita, karena Allah sendiri yang berjanji bahwa sesungguhnya bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Bahkan sampai dua kali Allah mengulangi kata yang sama dalam QS. Al-Insyirah: 5-6. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”
Mungkin kita diberikan Allah rezeki yang cukup, namun tidak lebih. Kita mengira bahwa Allah tidak sayang pada kita. Padahal sebenarnya bukan begitu, justru Allah sayang dan tidak ingin memperberat hisab kita. Karena kelak di akhirat nanti, orang yang memiliki harta berlebih akan lebih lama dihisab. Mereka akan ditanya tentang hartanya, dari mana perolehannya, serta ke mana harta itu digunakan.
Lantaran banyaknya pertanyaan yang diajukan, waktu hisab mereka menjadi lama. Sedangkan kaum Muslim yang memiliki harta sedikit, bisa masuk surga terlebih dahulu karena perbuatan yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Subhanahu wa ta’ala lebih sedikit. Maka, bersyukurlah.
- Rida akan keputusan Allah
Orang yang senantiasa menyertakan Allah dalam hidupnya, pasti senantiasa menerima dengan lapang dada semua yang terjadi. Jika baik, ia akan bersyukur. Namun jika sebaliknya, ia akan mengambil hikmah dari itu semua. Sebab dia percaya bahwa keputusan Allah, tidak pernah salah.
- Percaya akan janji Allah
Orang yang senantiasa melibatkan Allah, akan selalu berprasangka baik ke Allah. Percaya bahwa semua janji Allah, tidak akan pernah meleset. Di mana ada kesulitan, di situ pasti ada kemudahan.
- Persoalan hidup kita jadi lapang
Jika Allah sudah kita sertakan dalam setiap langkah kita, pasti tidak ada penyakit yang tidak tersembuhkan, tidak ada utang yang tidak dapat terbayar, tidak ada pasangan yang tidak mendapat keturunan, tidak akan ada seseorang yang tidak mendapat pekerjaan, dan tidak akan ada kesusahan yang selama-lamanya bersemayam, kecuali Allah menghendaki suatu hikmah atasnya, insyaallah.
Jadi, jangan lupa untuk senantiasa melibatkan Allah jika ingin selamat dunia dan akhirat.
Editor: Anggia Nurulita

