Salat tapi Celaka, Kok Bisa?

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Internet www.freepik.com)

Penulis: Deddy Irawan

“Maka celakalah orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai dalam salatnya, yang berbuat riya’, dan enggan (memberikan) bantuan.” (QS. Al-Ma’un (107): 4–7). 

Siapa, sih, yang tak mengetahui surah di atas? Tentunya surah Al-Ma’un sudah sangat populer terdengar di kalangan kita semua. Umumnya surah Al-Ma’un kerap dilantukan oleh orang-orang dalam rutinitas salat lima waktu baik berjemaah maupun sendirian. Namun, sepertinya sedikit sekali yang memahami isi kandungan dari surah tersebut. Di dalam Al-Qur’an banyak ayat-ayat yang menjelaskan tentang salat salah satunya ialah surah Al-Ma’un. 

Jika dipahami secara saksama makna dan isi kandungan ayat per ayat di dalam surah Al-Ma’un ini, terdapat sebuah tamparan bagi kita yang mengaku beragama Islam dan beriman kepada-Nya. Dari mulai ayat pertama hingga ayat terakhir dalam surah ini berisikan tentang teguran terhadap orang-orang yang mendustakan agama. Allah Subhanahu wa taala membeberkan di antara orang-orang yang mendustakan agama salah satunya ialah yang menghardik (berbuat kasar/zalim) anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin. 

Selain itu, di dalam surah ini juga Allah Azza wa jalla membeberkan orang-orang yang salat, tapi celaka. Lah, kok bisa orang yang salat celaka? Tentu bisa, dong, buktinya Allah sendiri, tuh, yang bilang. Mau tahu apa saja ciri-ciri orang yang celaka dalam salatnya? Yuk, simak berikut ini penjelasannya: 

  • Orang yang lalai dalam salatnya

Berdasarkan tafsir Jalalain bahwa orang yang lalai dalam salatnya ialah yang mengakhiri salat dan waktunya. Maksudnya, yaitu orang-orang yang dengan sengaja berniat di dalam hatinya menunda-nunda waktu salat hingga masuk akhir waktu salat tersebut baru ia menunaikannya. Misalnya telah masuk waktu zuhur, tetapi ia tak langsung bergegas menunaikan salatnya, melainkan dengan sengaja ia menunda-nundanya dan salat di akhir waktu salat zuhur tersebut atau bahkan sama sekali tak melaksanakannya. 

Barangkali yang sering terbesit di hati ialah kalimat seperti ini: “Ah, nantilah. Masih panjang, kok, waktunya”. Ketahuilah yang seperti inilah yang dimaksud lalai dalam salat itu berdasarkan tafsir Jalalain.

  • Orang yang berbuat ria (pamer)

Ria atau dalam bahasa Arabnya riya’ adalah sebuah perbuatan yang dilakukan bukan semata-mata karena Allah, melainkan karena ada hal lainnya. Ria tak hanya terjadi dalam salat saja, akan tetapi ria juga kerap terjadi dalam perbuatan-perbuatan lainnya, misalnya memiliki harta yang berlebih, kemudian ia seakan-akan memamerkan harta kekayaannya karena ingin dilihat orang yang kaya raya, atau misalnya orang yang memiliki tahta (jabatan), kemudian ia seolah-olah menunjukkan jabatannya agar dilihat perkasa.

Sementara itu ria yang dimaksud dalam salat ialah menunaikan ibadah salat semata-mata karena ini ingin dilihat saleh, dicap sebagai orang yang baik, didengar bagus bacaannya saat menjadi imam, atau melaksanakan salat karena di dalam masjid/musala tersebut ada laki-laki atau perempuan yang elok parasnya. Memang secara fisik orang yang berbuat ria dalam salat ini tak begitu terlihat, karena hanya hatinya dan Allah sajalah yang mengetahui apakah ia ria atau tidak. 

Barangkali kalimat seperti ini yang acap kali terbesit di dalam hati seseorang yang ria dalam salatnya: “Ah, salatlah biar orang lihat aku adalah orang yang salih/salihah”. Ketahuilah saudaraku semuanya, inilah ria itu sesungguhnya. 

  • Orang yang enggan memberikan bantuan

Enggan memberikan bantuan juga menjadi sebuah indikator seseorang celaka dalam salatnya. Maksudnya adalah manusia merupakan makhluk sosial, maka sepantasnyalah manusia itu membutuhkan bantuan kepada manusia yang lainnya. Maka orang yang tidak membutuhkan bantuan adalah orang yang sombong. Sebaliknya, orang yang enggan memberikan bantuan kepada orang lain adalah orang yang egois dan merasa mampu sendiri.

Nah, itulah tiga ciri-ciri orang yang celaka dalam salatnya berdasarkan makna dan isi kandungan surah Al-Ma’un. Sejatinya orang-orang yang benar dalam salatnya akan tercegah dari perbuatan keji dan mungkar. Sebagaimana Allah katakan di dalam Al-Qur’an surah Al-Ankabut ayat 45 yang artinya: “Bacalah kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan tegakkanlah salat. Sesugguhnya salat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar”. 

Lantas, apabila salat yang kita kerjakan selama ini tidak menjauhkan kita dari perbuatan keji dan mungkar, maka pertanyakanlah kepada diri kita masing-masing. Apakah salat yang kita laksanakan sudah benar semata-mata karena Allah taala atau justru salat bukan karena Allah Subhanahu wa taala? Jadi, jangan salahkan salatnya ketika ada orang yang sudah salat, akan tetapi mulutnya masih suka menggosip (ber-gibah), menggunjing, mengadu domba, atau melakukan perbuatan maksiat lainnya.

Jadi, ancaman teruntuk orang-orang yang celaka dalam salatnya ialah selain mendapatkan dosa, orang tersebut juga akan mendapatkan siksaan di dunia seperti disempitkan Allah rezekinya, masalah yang datang bertubi-tubi tanpa ada ujungnya (jalan keluarnya) atau yang lainnya, kemudian Allah persulit ketika sakaratulmaut, dan Allah azab ketika di alam barzah. Na’uzubillah tsumma na’uzubillahi min zalik. Semoga kita semua terhindar dari perbuatan-perbuatan tercela di atas, aamiin ya Rabbal ‘aalamiin.

Editor: Adelini Siagian

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles