Awas! Hati-hati Modus Penipuan Social Engineering

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Dok. Internet google.com)

Penulis: Muhammad Hanif Muzhaffar

Halo, Sobat Dinamika di mana pun kamu berada! Di zaman sekarang ini semua orang mempunyai gawai dan seiring hal tersebut juga meningkatkan kejahatan, salah satunya ialah modus penipuan social engineering. Pernahkah kamu mendengar terkait modus penipuan social engineering? Atau jangan-jangan kamu pernah menjadi korban kejahatan ini? Modus penipuan online ini sedang marak terjadi di Indonesia seperti membobol rekening bank seseorang. Sebelum itu, apa, sih, social engineering dan modus penipuan, serta apa saja yang sering terjadi terkait hal ini? Yuk, simak informasi berikut ini!

Baca Juga: Cek Khodam: Tren Baru Gen Z dan Dampaknya bagi Kesehatan Mental

Apa itu social engineering?

Menurut akun Instagram Otoritas Jasa Keuangan (OJK), social engineering atau yang disingkat dengan soceng adalah cara untuk menipu atau memanipulasi korban agar bisa mendapatkan informasi data pribadi ataupun akses yang diinginkan. Soceng ini memanipulasi psikologis seseorang dengan memengaruhi pikiran korban melalui berbagai cara dan media yang membujuk untuk membuat para korban merasa senang atau panik, sehingga korban tanpa sadar akan menjawab dan mengikuti instruksi si pelaku.

Teknik-teknik yang digunakan pelaku dalam melaksanakan aksi penipuan ini menggunakan teknik yang halus sekali dalam meminta data-data personal. Seseorang yang panikan terhadap informasi yang diberikan, pelaku tentunya akan memberikan informasi terkait hal yang ditanyakan tanpa ragu-ragu. Adapun modus-modus penipuan yang sering dilakukan adalah sebagai berikut.

Info Perubahan Tarif Transfer Bank

Dalam hal ini, si penipu akan berpura-pura sebagai pegawai bank untuk menyampaikan perubahan tarif transfer pada korban. Calon korbannya akan diminta untuk mengisi tautan formulir yang isinya itu tentang data pribadi. Contohnya ialah nama, nomor rekening, pin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), kode One Time Password (OTP), kata sandi, dan lain-lain.

Tawaran Menjadi Nasabah Prioritas

Modus ini menipu atau memberikan penawaran dengan menjadi nasabah prioritas. Pelaku akan memberikan rayuan-rayuan kepada korban dengan memberikan keuntungan. Jika menjadi nasabah prioritas, selanjutnya penipu akan meminta data-data pribadi, seperti nomor ATM, pin, kode OTP, dan kata sandi.

Akun Layanan Konsumen Palsu

Dalam modus ini, penipu berusaha menyamar dengan membuat media sosial palsu yang mengatasnamakan sebuah bank. Nah, akun tersebut akan muncul ketika kamu menyampaikan keluhan layanan bank. Lalu, si pelaku akan memberikan bantuan dengan mengarahkan ke laman palsu. Di laman palsu tersebut, akan diminta data-data pribadi.

Tawaran Menjadi Agen Laku Pandai

Agen Laku Pandai atau agen bank merupakan orang atau perorangan yang menyediakan layanan perbankan. Contoh: buka akun bank, mengajukan pinjaman mikro, asuransi mikro, serta tentunya agen, dan bekerja sama dengan bank. Dalam modus ini menawarkan orang untuk menjadi agen Laku Pandai tanpa persyaratan yang sulit. Biasanya penipu akan meminta nasabah untuk mengirimkan sejumlah uang terlebih dahulu.

Setelah mengetahui jenis-jenis modus penipuan soceng, ada enam cara yang dapat kita terapkan dalam melindungi diri kita dari ancaman modus penipuan social engineering ini, yaitu:

  • Jaga kerahasiaan data pribadi, seperti usename, pin/mpin, password, nomor kartu debit, nama Card Verification Value/Code (CVV/CVC), serta nama ibu kandung;
  • Jangan mengunggah data pribadi di media sosial;
  • Aktifkan two factor autentification seperti fingerprint dan face id;
  • Cek nomor teleponnya dan segera hubungi call center bank jika merasakan sesuatu yang mencurigakan;
  • Waspada dengan penipu yang mengaku sebagai petugas bank dan menanyakan data pribadi;
  • Aktifkan notifikasi transaksi rekening;

Nah, itu dia Sobat bentuk-bentuk modus penipuan online terbaru social engineering dan cara mengantisipasinya. Semoga bermanfaat dan kamu terhindar dari modus penipuan ini, ya!

Baca Juga: Pantaskah Lulusan SMA Mendapat Gelar dan Memakai Toga?

Editor        : Aqlia Matslina Fattah 

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles