
Penulis: Putri Rizky Handayani Lubis
Teman-teman, sebagian dari kita mungkin sudah sering mendengar kata fokus. Kata ini sering digunakan di media sosial, buku-buku self improvement, maupun seminar motivasi dengan slogan “fokus, fokus, fokus”. Pertanyaannya, fokus itu apa, sih? Yuk, kita simak!
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), fokus memiliki tiga makna yakni titik yang berkumpul, terpusat, dan menonjolkan satu bagian atau sisi daripada sisi lainnya. Fokus ialah memilih hal penting mana yang akan kita selesaikan dahulu dan memusatkan perhatian atau konsentrasi kita pada satu hal penting dalam satu periode waktu tertentu. Ketika kita memusatkan konsentrasi pada satu hal maka secara standar kita harus mengatakan “tidak” pada hal lainnya.
Yang membuat kita tidak fokus adalah distraksi. Semua hal di luar dari pekerjaan kita merupakan distraksi, termasuk notifikasi media sosial, tumpukan tugas, bahkan pekerjaan lain yang menuntut tanggung jawab kita tetapi tidak mendesak juga bisa dikatakan distraksi. Nah, apa saja distraksi yang muncul dari diri kita sendiri hingga kita tidak bisa fokus?
Baca Juga: Menyorot Budaya Patriarki di Indonesia
- Mitos multitasking
Teman-teman, kita bisa mengerjakan dua atau tiga hal dalam satu waktu. Yang tidak mungkin adalah memusatkan konsentrasi pikiran kita pada dua hal secara bersamaan di waktu yang sama. Contohnya, saat menelepon sambil balas email maka secara tidak langsung kita akan memilih untuk fokus pada kata-kata yang sedang ditulis atau ucapan dengan orang yang di telepon. Multitasking memaksa otak kita untuk memindahkan konsentrasi secara cepat dari satu titik ke titik lainnya, dari satu bagian ke bagian lainnya. Akan tetapi, antara hasil dari orang-orang yang mengerjakan banyak pekerjaan padahal tidak fokus dibandingkan dengan mereka yang hanya memilih satu dan memfokuskan pikirannya ke satu pekerjaan saja memiliki kualitas yang berbeda. Ini semua tentang pilihan, mau mengejar kuantitas pekerjaan yang diselesaikan atau kualitas dari hasil pekerjaan yang kita lakukan.
- Tidak punya target
Kita tidak punya gambaran besar yang kita kerjakan, di mana target, tujuan, dan motivasi mengenai apa yang mau kita kerjakan belum terlihat jelas. Ketika kita bisa mengubah cara pandang dan meluruskan mindset, maka kita bisa melihat gambaran besar dari apa yang sedang kita kerjakan dan mengetahui harus memusatkan perhatian ke mana.
- Tidak punya alat ukur atas diri kita sendiri
Teman-teman, seringnya hal yang membuat kita tidak fokus adalah ketika apa yang terjadi di sekitar kita lebih menarik untuk diperhatikan daripada menyelesaikan apa yang sudah kita mulai. Alhasil, kita akan terus melihat bahwa rumput tetangga lebih hijau dari rumput yang sedang kita semai. Kita sering membanding-bandingkan diri dengan orang lain hingga akhirnya fokus kita ambyar sebelum kita selesai dengan tujuan kita sendiri.
Lalu, bagaimana cara mengelola fokus?
- Tentukan tujuan
Sebagai pemain utama dalam kehidupan, kadang kita pun tidak tahu di manakah blind spot yang kita miliki. Bukan karena tidak mau untuk memperbaikinya tetapi karena tidak sadar di manakah blind spot tersebut. Solusinya adalah mencoba untuk mengulik dan melihat target apa sebenarnya yang sedang dikejar dalam jangka panjang.
- Mengelola target
Kadang target kita dianggap terlalu besar atau bahkan terlalu kecil untuk energi kita yang besar. Sobat, ketika target kita terlihat sangat besar maka kita bisa memecahkannya menjadi lebih kecil hingga jauh lebih realistis untuk kita dapatkan di waktu yang lebih singkat. Satu hal yang menjadikan kita malas dan susah untuk fokus adalah pikiran bahwa kita menganggap remeh target maupun pekerjaan yang sudah biasa kita ulang secara terus-menerus, oleh karena itu kita harus meningkatkan kualitas targetnya. Kalau satu target sudah bisa kita kuasai, maka segeralah temukan target yang membuat kita merasa lebih tertantang. Menikmati risiko adalah salah satu indikator bahwa kita fokus dengan proses yang sedang kita lewati.
- Fokus pada proses, bukan pada hasil
Hasil itu memang penting, tetapi saat kita bicara perihal prosesnya maka kita akan bisa fokus jauh lebih. Kita senang melihat hasil sukses seseorang tetapi lupa melihat bahwa ada banyak hal yang harus dilewati untuk sampai di titik itu. Dengan kita melihat prosesnya sebagai sesuatu yang menyenangkan, maka fokus yang kita perhatikan adalah prosesnya hingga kita juga akan menikmati hasilnya nanti.
Baca Juga: Pentingnya Beramal dengan Ilmu
Editor: Rika Wulandari

