
Penulis: Dina Febriyanti
Pernahkah kamu mendengar seseorang membicarakan atau mengatakan bahwa ia mengalami suatu kondisi yang dinamakan daddy issues? Lalu, apakah maksud dari kondisi tersebut?
Daddy issues adalah istilah di mana menggambarkan suatu kondisi atau keadaan psikologis seseorang yang memiliki pengalaman buruk atau trauma di masa lalu akibat hubungan yang tidak sehat antara ia dengan ayahnya. Kondisi ini cenderung lebih banyak dialami oleh anak perempuan. Rasa trauma yang menjadi pemicu mengakibatkan orang tersebut memiliki masalah kepercayaan serta sulitnya menjalin hubungan yang sehat dengan lawan jenisnya.
Berikut beberapa hal yang menyebabkan seseorang memiliki daddy issues:
Baca Juga: Menolak “Banyak Anak Banyak Rezeki” Jepang Alami Krisis Populasi
- Kurang mendapat kasih sayang dan perhatian dari ayah,
- Sering kali merasa disakiti ayah lewat perlakuan dan ucapan,
- Kehilangan atau ditinggalkan sosok ayah,
- Tidak pernah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari ayah.
Adapun beberapa dampak ketika seseorang memiliki daddy issues di antaranya:
- Trust issue kepada laki-laki
Anak perempuan yang memiliki daddy issues cenderung mengalami kesulitan dalam mempercayai lawan jenisnya dan sulit menjalin hubungan dengan laki-laki. Hal ini dikarenakan ia sering merasa disakiti oleh perlakuan ayahnya kepada dirinya. Agar terhindar dari rasa sakit seperti yang ia alami di masa lalu, maka orang tersebut akan mencoba menjauhkan diri dan menghindari hubungan emosional dengan lawan jenis.
- Sulit mengendalikan emosi
Seseorang yang mengalami kondisi ini kerap kali mudah marah, merasa takut, sering overthinking, insecure, dan merasa cemas untuk hal-hal kecil. Ini terjadi karena di masa lalu segala hal yang ia lakukan tidak pernah mendapat respons baik dari ayahnya sehingga ia tidak pernah merasa cukup baik.
- Menjadi people pleaser
Seseorang yang memiliki daddy issues ingin selalu menyenangkan orang lain dan kerap bergantung dengan orang lain, ia juga mendambakan rasa ingin dicintai, diperhatikan, dan selalu dilindungi oleh pasangannya. Ini bisa terjadi karena ia tidak mendapatkan semua itu dari ayahnya sehingga ia mencari itu pada diri pasangannya.
- Haus pengakuan
Salah satu hal yang paling ia dambakan adalah “diakui”. Seorang yang memiliki daddy issues sering kali merasa pencapaian yang ia dapatkan tidak pernah diakui oleh ayahnya, karena itu ia kerap kali haus pengakuan atau validasi dari orang-orang dan berusaha melakukan banyak hal agar bisa diapresiasi, dianggap, dan dihargai.
- Menjadi toxic seperti ayahnya
Anak kerap kali mencontoh apa pun yang ia lihat termasuk dari perlakuan orang tuanya. Saat ia merasa tersakiti oleh perlakuan orang tuanya, maka dia cenderung melakukan hal yang sama kepada orang lain.
- Cemburuan dan overprotective
Hal ini dikarenakan ia takut sendirian, takut orang-orang yang disayanginya meninggalkannya, dan merasa tidak percaya diri atau tidak cukup baik untuk orang lain. Daddy issues tidak hanya berefek ke orang tersebut, tetapi juga sangat memengaruhi hubungan antara orang tersebut dengan orang lain.
- Lebih tertarik ke pria yang lebih tua
Ia akan lebih tertarik untuk menjalin hubungan dengan pria yang lebih tua, hal ini adalah sifat alami seseorang yang memiliki daddy issues karena ia hidup tanpa sosok ayah ataupun kurangnya peran ayah, ia memiliki keinginan bawah sadar untuk bersama seseorang yang dapat melindungi dan menafkahinya, seperti yang seharusnya dilakukan oleh ayahnya. Ia percaya bahwa pria yang lebih tua dapat memberinya kasih sayang dan dukungan keuangan yang ia tidak dapatkan dari ayahnya sebagai seorang anak.
Namun, kamu tidak perlu khawatir berikut beberapa tip atau cara mengatasi daddy issues:
- Berdamai dengan masa lalu,
- Memaafkan ayah dan maafkan dirimu sendiri,
- Terima sosok ayah apa adanya,
- Lebih terbuka tentang perasaanmu kepada ayah,
- Fokus pada masa kini dan cobalah memperbaiki diri untuk jadi lebih baik,
- Jalin hubungan yang sehat dengan orang lain,
- Bersikaplah baik kepada dirimu sendiri,
- Bahagiakan dirimu tanpa bergantung kepada orang lain karena kebahagiaanmu lebih penting.
Nah, itu dia beberapa dampak dan tip untuk mengatasi daddy issues. Yuk, mulai memaafkan untuk kebahagiaan dirimu sendiri!
Baca Juga: Polemik Childfree : Bisa Bikin Awet Muda?
Editor: Adelini Siagian

