
(Dok. Pribadi)
Penulis: Ilham Pratama Siregar
Selama pandemi Covid-19 bersepeda atau gowes menjadi tren yang sangat digandrungi oleh banyak individu. Hal ini menjadi salah satu bentuk pilihan olahraga guna meningkatkan imunitas tubuh dan menghindari penularan virus Covid-19. Hal ini terbukti sebagaimana yang dikatakan oleh Budi Setiadi selaku Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan bahwa selama pandemi Covid-19 permintaan sepeda di Indonesia meningkat 1.000 persen.
Bersepeda juga dapat menjadi sebuah kesempatan bagi setiap keluarga untuk membangun kembali kedekatan antar anggota keluarga yang dirasa telah menghilang, karena interaksi anggota keluarga yang jarang akibat kesibukan masing-masing. Padahal, dalam sebuah hasil penelitian dari Pearsonhighered pada 2015 menemukan bahwa indikator yang membuat seorang anak berbahagia adalah menghabiskan waktu bersama keluarga dibandingkan dengan teman atau memiliki banyak uang.
Membangun kedekatan di dalam keluarga bukanlah sesuatu yang dapat diperoleh dengan mudah dan menunggu begitu saja. Kedekatan itu adalah sesuatu yang harus diusahakan dan diciptakan dengan iktikad masing-masing anggota keluarga. Salah satunya dengan menggunakan kesempatan bersepeda. Ketika orang tua dan anak bersepeda secara bersamaan, maka orang tua berperan dalam mendampingi dan memperhatikan anak serta menjaga kesatuan keluarga. Orang tua juga harus mampu berkomunikasi dengan baik kepada anak dan sebaliknya anak ke orang tua. Cara berkomunikasi untuk memahami instruksi satu komando agar tidak terjadi hal yang membahayakan sangatlah penting.
Kedekatan dalam keluarga memberikan dampak positif pada anak. Kedekatan yang dibangun berdampak pada pembentukan akhlak, emosional yang baik, serta membangun kecerdasan. Lewat sebuah penelitian yang berjudul “Pengaruh Komunikasi Orang Tua dalam Rumah Tangga terhadap Akhlak Sehari-hari” menunjukkan bahwa komunikasi efektif dan kedekatan yang dibangun sangat signifikan dapat memengaruhi akhlak anak.
Ketika kedekatan telah terbangun di dalam keluarga, hal ini dapat membangun kemampuan memahami peran masing-masing dan menyampaikan serta menerjemahkan pesan dengan baik.
Pada akhirnya, keluarga memang menjadi pusat dari segala lini kehidupan, apabila hubungan yang dibentuk baik maka akan memberikan pengaruh baik juga bagi lingkungan sekitarnya, begitu juga sebaliknya. Membangun kedekatan di dalam keluarga dapat dilakukan dengan berbagai cara, tergantung bagaimana kita melihat peluang dan memanfaatkan kesempatan yang ada, salah satunya dengan memanfaatkan tren yang berkembang seperti bersepeda saat ini.

