Citayam Fashion Week, Ajang Perebutan Hak Milik

- Advertisement - Pfrasa_F
Foto Kamerawan (Dok. Pribadi)

Penulis : Kiki Andrea Putri Hasibuan

Berawal dari sebuah konten viral di media sosial fenomena Citayam Fashion Week (CFW) semakin menyedot perhatian banyak kalangan. Citayam sendiri merupakan nama salah satu daerah di Jakarta yang biasanya digunakan oleh anak-anak muda untuk sekedar nongkrong atau bersantai. Mereka memenuhi kawasan Dukuh Atas, Sudirman dengan mengenakan fashion atau busana yang unik dan menarik. Pada akhirnya, kawasan SCBD (Sudirman Central Busines District) pun berubah menjadi Sudirman, Citayam, Bojong Gede, dan Depok.

Awal kepopuleran SCBD sebagai tempat nongkrong disinyalir sejak viral wawancara bersama Jeje, Bonge, Kurma, dan Roy. Remaja-remaja itu berani mix and match setelan dengan gaya nyentrik lalu melakukan adu outfit. Aksi tersebut yang pada akhirnya dijuluki Citayam Fashion Week sebagai plesetan Paris Fashion Week yang merupakan ajang pameran busana resmi di Paris. Jika Paris Fashion Week diikuti oleh desainer dan model kondang, Citayam Fashion Week hadir dengan kearifan lokal bocah Citayam dan Bojong Gede. 

Fenomena Citayam Fashion Week ini tentunya mengundang pro dan kontra dari berbagai kalangan. Sebagai kepala negara, Presiden Joko Widodo turut mengomentari hal ini, ia menilai apa yang dilakukan remaja-remaja tersebut merupakan kreativitas yang positif dan harus didukung selama tidak melanggar aturan. Selain Jokowi, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Gubenur Jawa Barat, Ridwan Kamil juga menilai positif fenomena ini bahkan ikut berpartisipasi langsung.

Namun di sisi lain, Citayam Fashion Week ini juga dianggap dapat menimbulkan dampak negatif. Mengutip dari laman Kompas.com, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi justru melarang kegiatan aksi berbusana di jalanan ini, karena dapat mengganggu pengguna jalan. Selain itu, banyak netizen yang mengeluhkan jika kawasan Dukuh Atas jadi kotor lantaran banyak orang yang buang sampah sembarangan ketika melihat atau mengikuti CFW. 

Saking viralnya Citayam Fashion Week, banyak artis terkenal yang tak mau ketinggalan ikut serta untuk berjalan di catwalk zebra cross Dukuh Atas itu. Namun mirisnya mereka seakan hanya memanfaatkan fenomena ini sebagai bagian dari komersil. Nama Citayam Fashion Week yang harusnya menjadi tempat mengekspresikan selera fashion seolah pudar. Banyak yang memperebutkan nama Citayam Fashion Week ini untuk digunakan sebagai merek sehingga tujuan awal dari fenomena ini seakan tak terasa lagi. 

Kita harusnya bangga melihat anak-anak muda bisa melakukan hal positif dengan kreatif. Dengan adanya Citayam Fashion Week ini membuat kita jadi lebih mengenal produk fashion Indonesia yang tidak kalah bagusnya dari produk impor. CFW juga mengajarkan kita untuk saling mengerti dan menghargai outfit orang lain, karena selera fashion setiap orang itu berbeda-beda. Syukurnya pendaftaran nama Citayam Fashion Week ini dipertimbangkan oleh Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI) maupun Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) dengan sebaik-baiknya hingga tidak jadi dipatenkan oleh kalangan tertenti. Citayam Fashion Week adalah wadah kreativitas anak muda dari berbagai kalangan sehingga tidak boleh menjadi milik kalangan tertentu saja.

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles