Dahsyatnya Dampak Pandemi di Bidang Pendidikan

- Advertisement - Pfrasa_F
Foto: Kasubdiv Rumah Tangga
(Dok. Pribadi)

Penulis: Wirda Herdiyati

Awal mula keberadaan pandemi di Indonesia tidak terlalu memiliki efek buruk. Namun, seiring berjalannya waktu, ternyata sangat banyak dampak buruk yang terjadi. Salah satunya di dunia pendidikan. Efeknya tidak hanya dirasakan oleh anak kuliahan saja, namun dari jenjang SD, SMP, SMA, dosen, dan para orang tua juga ikut merasakan keresahan akibat pandemi ini.

Salah satu dampak yang terjadi adalah kurangnya fasilitas yang memadai untuk anak sekolah dasar dan jenjang TK yang masing-masing dari mereka harus memiliki gawai. Jika tidak memiliki, maka tidak akan naik kelas. Seharusnya pendidikan anak-anak di bawah umur ini masih membutuhkan sentuhan yang lembut dengan kata-kata atau perbuatan yang mampu membuat seorang anak lebih memahami pembelajaran. 

Dampak ini juga sangat menekan para orang tua. Kebutuhan lebih meningkat daripada pendapatan. Semakin maraknya Covid-19 ditambah dengan adannya kebijakan PPKM level 4 mengakibatkan banyaknya masyarakat yang terkena tindak PHK. Gaji yang tidak seberapa ditambah kebutuhan sehari-hari harus terpenuhi serta biaya sekolah yang wajib dibayar membuat para orang tua memutar otak untuk bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. 

Selain itu, sistem pembelajaran yang beralih menjadi daring termasuk dampak buruk yang harus dirasakan bersama. Beberapa kesalahan yang tidak sesuai etika sering terjadi selama proses pembelajaran daring. Salah satu contoh adalah kurangnya sopan santun pada saat mengirim pesan atau tugas yang diberikan oleh guru tidak didukung dengan faktor waktu yang sesuai. Lain lagi dengan banyaknya tugas yang dikirimkan berdasarkan kemampuan plagiarisme yang kuat. Betapa mirisnya pendidikan kita saat ini. 

Tidak hanya itu, selama proses pembelajaran daring sedang berlangsung, banyak pelajar yang tidak menghidupkan fitur kamera. Hal ini membuat pembelajaran tidak efektif dan para pelajar tidak aktif secara partisipan serta kurangnya pemahaman materi yang diberikan. 

Bagi mahasiswa yang sedang berada di semester akhir, tentunya pandemi menjadi tantangan yang berat saat melaksanakan tugas skripsi.  Tugas yang seharusnya ada interaksi langsung antara penguji dan mahasiswa yang bersangkutan beralih menjadi virtual.  Begitu juga dengan beberapa tugas-tugas praktik yang eksistensinya berkurang. Padahal, praktik merupakan salah satu tugas yang sangat diperlukan mahasiswa untuk mengasah kemampuan secara langsung.  

Masih banyak hal merosot lainnya yang ditimbulkan akibat pandemi yang belum menyiratkan kabar baiknya sampai saat ini. Kita sebagai generasi muda harus menentukan bagaimana bangsa ini ke depannya dan mampu mengasah kemampuan serta menghadapi tantangan di era modern saat ini. Paling terpenting, jangan lupa untuk selalu bertakwa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles