Dua Tahun Pandemi, Kesempatan atau Kesempitan?

- Advertisement - Pfrasa_F
Foto: Staf Percetakan
(Dok. Pribadi)

Penulis: Nur Rizky Arini Lubis

Kasus Covid-19 kian melonjak, pandemi pun tak kunjung usai. Semua pihak merasa tertekan akibat implementasi kebijakan pemerintah terhadap kondisi negara kita. Berbagai langkah pencegahan juga dilakukan, mulai dari penerapan protokol kesehatan, pembatasan sosial, karantina wilayah, hingga terus menaikkan level perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di tiap daerah.

Namun, pernahkah kita berpikir sebenarnya di balik pandemi ini adakah kesempatan baik atau justru kesempitan? Sebagai umat beragama, setiap kejadian haruslah bisa diambil hikmahnya, seperti saat kondisi sekarang banyak yang berpikir lebih baik memilih pasif demi keteraturan tanpa melihat sisi lain. Hal inilah yang disebut kesempitan.

Dua tahun pandemi berjalan mengharuskan kita untuk berpikir lebih panjang dan menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Hal ini bertujuan agar tidak ada pihak yang merasa di bawah dan diolah, karena sejatinya pikiran yang positif akan membawa ke kesempatan yang baik.

Layaknya pernyataan Najwa Shihab yang diunggah pada akun YouTube miliknya. Di dalam salah satu video narasinya, ia mengatakan bahwa pandemi sebenarnya adalah kesempatan. Sia-sia apabila kita melewatkannya tanpa belajar betapa kita saling membutuhkan dan bersama adalah cara untuk bertahan.

Banyak kesempatan yang bisa kita raih walau di masa pandemi ini. Dimulai dengan hal-hal kecil yang manfaatnya luar biasa untuk jangka panjang. Olahraga adalah salah satu contohnya. Banyak yang ingin menyisakan waktunya untuk berolahraga. Mengingat betapa pentingnya olahraga untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh serta menimbang akan mahalnya kesehatan di masa sekarang. 

Lebih produktif di rumah saja dapat menjadikan kita aktif, bukan lagi pasif. Berusahalah untuk tidak konstan dalam menggunakan gawai karena dapat memicu kecanduaan dalam bermalas-malasan.

Kita juga bisa lebih banyak belajar dan menggali ilmu walau dari rumah. Dengan mengikuti webinar, seminar, serta menjadi sukarelawan secara daring adalah suatu kesempatan untuk mengisi waktu luang dan mendapatkan ilmu baru, menambah relasi serta pengalaman.

Tatkala merasa bosan dengan aktivitas kita yang monoton, maka bisa dialihkan dengan membuat karya tulis. Ini adalah bentuk apresiasi pada diri kita sendiri karena mampu produktif walau di rumah saja. Tetapi ingat, jangan sampai dikerjakan mendekati tenggat waktu sehingga jadwal tidur pun dikorbankan.

Jelas sudah bahwa pandemi tidak sepenuhnya menyempitkan kita untuk meraih kesempatan. Ada banyak hal yang bisa dilakukan selagi pikiran kita didoktrin dengan hal-hal yang positif. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan dari waktu yang tetap berjalan ini.

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles