Jangan Jadikan Emosimu Jadi Penyesalan Seumur Hidup

- Advertisement - Pfrasa_F
Foto: Ilustrator
(Dok. Pribadi)

Penulis: Muhammad Tri Rahmat Diansa

Saat ini emosi memiliki peran sangat penting dalam proses berinteraksi dan pengembangan diri. Dalam menjalani kehidupan, tentunya setiap manusia dihadapkan oleh rasa emosi yang setiap kali terluapkan. Kebanyakan orang tidak peduli seberapa besar emosi yang dikeluarkan dalam diri terhadap orang lain. Emosi dapat memberikan dampak dalam kehidupan sehari-hari, baik itu dampak positif dan negatif. 

Dikutip dari bintangtrainer.com, emosi dapat diartikan sebagai reaksi situasi tertentu yang dilakukan oleh tubuh. Hal yang biasa memiliki kaitan dengan aktivitas berpikir seseorang, yaitu sifat dan intensitas dari emosi yang dihasilkan dari persepsi. Hal yang cenderung mendasari emosi adalah daya pikir (kognitif) dan psikomotorik (konatif). Kedua hal ini merupakan penentuan sikap yang menjadi predisposisi dari perilaku manusia. Nah, kenapa manusia lebih cenderung menumbuhkan rasa emosi terhadap orang lain? Sejauh kita memahami tentang emosi, pastinya terdapat sumber yang melatarbelakangi timbulnya emosi dari dalam tubuh manusia. 

Pertama, kualitas tidur. Tidur dapat memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap kualitas tubuh manusia. Asupan jam istirahat yang cukup dapat memberikan energi terhadap tubuh untuk menjalankan aktivitas serta menjaga emosi yang timbul ketika kurangnya istirahat.

Kedua, kepribadian. Nah, kepribadian seseorang dapat memengaruhi kestabilan emosi yang timbul dari dalam tubuh manusia. Dari lingkungan sekitar dapat memengaruhi mental seseorang terhadap emosi yang ada pada tubuh manusia. 

Ketiga, tingkat stres. Stres pada tubuh manusia sangat berpengaruh terhadap emosi yang dapat timbul kapan pun. Stres dapat diartikan sebagai tekanan pikiran pada tubuh manusia yang dapat menimbulkan bertambahnya detak jantung pada tubuh manusia yang mengakibatkan emosi berlebihan. 

Dikutip dari indozone.id, seorang pemuda berinisial RS kepergok menggorok Ibunya sendiri hingga tewas. Korban yang sehari-hari berjualan bubur itu tewas di tangan anaknya sendiri. Hal ini disebabkan sang anak yang meminta sepeda motor oleh ibunya dan tidak dikabulkan oleh si Ibu, karena keterbatasan ekonomi. Lantaran emosi tidak dikabulkan permintaanya oleh sang korban. Pemuda berinisal RS ini menebas leher ibunya sendiri dengan golok. 

Sikap emosi berlebihan seperti ini terjadi lantaran efek tingkat stres dalam tubuh pelaku yang berlebihan, karena tidak dapat mencapai keinginan yang didapat serta menimbulkan emosi berlebih yang berdampak pada pembacokan terhadap ibunya sendiri. Inilah bukti nyata terjadi dalam kehidupan sehari-hari, jika emosi berlebihan tidak dapat diredam. Apa pun kondisi saat ini, jangan mudah untuk tersulut api emosi. Barangkali di dalam diri masih bisa mengontrol emosi, tahanlah emosi tersebut agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. 

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles