
Penulis: Rika Wulandari
Belakangan ini pecinta hewan dikagetkan dengan penelantaran salah satu jenis hewan berbulu yang khas dengan warna hitam-putihnya. Viralnya beberapa video Panda Raksasa bernama YaYa di media sosial menjadikan netizen begitu menyayangkan kejadian ini. Hewan peliharaan, terlebih di kebun binatang, harusnya dirawat dengan layak dan ditanggungjawabi segala kebutuhannya dengan baik.
Diketahui video viral tersebut diposting oleh salah satu pengunjung Kebun Binatang Memphis, Amerika Serikat. Dalam postingan yang diunggah @lexidillinger di aplikasi TikTok itu, terlihat Panda YaYa yang tengah terdiam dan merenung dengan dikelilingi dedaunan bambu kering. Pada video tersebut pula tertulis sedikit kata yang mendukung begitu mengenaskannya keadaan YaYa saat itu.
“Brought my son to the Memphis Zoo and the panda is looking like he on his last days,” tulis Lexi dalam video. Pemilik akun mengatakan bahwa ia membawa anaknya untuk mendatangi Kebun Binatang Memphis, tapi di sana ia melihat seekor panda yang seakan-akan tengah berpasrah dan berada di akhir kehidupannya.
Keadaan YaYa yang kurus seperti malnutrisi, kotor, dan tidak terawat itu disoroti netizen.
Keadaan semakin panas ketika beredarnya fakta bahwa dahulu YaYa tidak sendirian saat
dipinjamkan oleh China kepada Amerika Serikat pada 2003 sebagai tanda diplomatis antar
sesama negara adidaya. Selama 20 tahun panda raksasa itu bersama salah satu temannya, LeLe, menghiasi Kebun Binatang Memphis meski baru tercium “bau” tidak enaknya akhir akhir ini.
Pada Desember 2022 lalu, pihak Kebun Binatang Memphis mengumumkan akan memulangkan LeLe dan YaYa kembali ke China setelah putus kontrak pada 7 April 2023 mendatang. Sayangnya, baru memasuki bulan Februari saja YaYa sudah harus melewati harinya sendirian. Panda LeLe mati di usianya yang ke-24 tahun dalam keadaan kurus, kotor, dan lemas akibat gangguan pencernaan yang dialaminya dan menyisakan YaYa sendiri di kebun binatang seperti neraka tersebut.
Parahnya, kabar yang beredar menyatakan kedua panda tersebut tidak dimandikan selama 20 tahun hingga akhirnya YaYa mengidap penyakit kulit. Mereka juga tidak diberi makanan layak seperti bambu muda, rebung, wortel, dan lainnya. Dua panda malang itu diberikan bambu tua yang keras dan lebih cocok dijadikan bahan perabotan rumah oleh penjaga kebun binatang.
Penelantaran sekaligus penyiksaan terhadap dua hewan yang menjadi ikon Kungfu Panda ini sempat menyulut emosi salah satu organisasi advokasi hewan di United States (US), yakni In Defense of Animals (IDA). Melansir dari www.idausa.org, organisasi ini mendesak Kebun Binatang Memphis untuk segera mengembalikan YaYa ke China sebelum kesehatannya semakin memburuk. Mereka juga menginginkan agar kebun binatang itu membuat catatan medis LeLe menjadi publik yang diikuti dengan pemantauan keadaan ruangan kandang panda oleh publik.
Kini, YaYa sudah ditangani oleh pakarnya dari China untuk mengawasi keadaan YaYa sampai hari kepulangannya kembali ke daerah asal. Seakan menanti hari kepulangan yang semakin dekat, panda 22 tahun tersebut begitu bugar dan semangat menyantap bambu yang disediakan penjaganya dari China itu.
Tidak pernah ada pembenaran atas penyiksaan terhadap hewan mana pun. Panda juga makhluk hidup yang memiliki hak untuk disayangi, dikasihi, dirawat, dan dicukupi kebutuhannya. Sudah selayaknya sebagai manusia memiliki sifat empati lebih pada hewan yang tidak berdosa. Segala yang terbaik untuk YaYa dan seluruh hewan di dunia, karena mereka pantas untuk mendapatkannya.

