
(Dok. Pribadi)
Penulis: Muhammad Haris
Baru-baru ini pemberitaan di berbagai media dihebohkan oleh sejumlah rumah sakit di Indonesia yang kekurangan pasokan oksigen akibat lonjakan kasus Covid-19. Hal ini begitu membuat masyarakat harus terus was-was. Tampaknya, kabar dari Covid-19 ini belum memberikan sapaan baik, tetapi semakin mencekam.
Dilansir dari Kompas.com yang dipaparkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Lia G. Partakusuma menanggapi akibat dari kekurangan oksigen di sejumlah rumah sakit di Tanah Air. Hal ini terjadi karena banyaknya pasien yang masuk secara bersamaan sehingga kebutuhan oksigen menjadi meningkat cepat.
Lonjakan kasus Covid-19 yang begitu tinggi mengakibatkan sejumlah rumah sakit kewalahan dalam menangani pasien. Hal ini mengakibatkan permintaan oksigen terus meningkat sehingga pasokan oksigen yang semakin menipis. Akankah Indonesia sudah mulai mengikuti jejak-jejak kasus di India? Semoga saja hal ini dapat ditangani oleh petugas kesehatan dengan cermat.
Tak hanya itu, beberapa artikel menyatakan bahwa ada penimbunan oksigen yang dilakukan para oknum yang tak bertanggung jawab. Sungguh tega mengambil kesempatan saat negara ini sedang tidak baik-baik saja.
Dalam hal ini, pemerintah harus mengambil langkah untuk dapat memenuhi kebutuhan oksigen dalam negeri. Mulai dari genjotan produksi oleh industri dalam negeri, membentuk Satgas oksigen, hingga membuka opsi impor.
Dikutip dari sindonews.com, Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menunjukkan bahwa terjadi kenaikan permintaan oksigen menjadi lima kali lipat.
Akibat menipisnya pasokan oksigen akibat permintaan yang terlalu tinggi, sejumlah IGD rumah sakit di Bandung tutup sementara. Dilansir dari Liputan6.com, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengakui ketersediaan tabung oksigen kian berkurang seiring dengan meningkatnya kasus positif aktif Covid-19. Dalam catatan dia, terdapat sekurangnya empat rumah sakit di Kota Bandung yang fasilitas dan layanan IGD ditutup sementara menerima pasien Covid-19.
Ke-empat rumah sakit tersebut adalah RSUD Bandung, RS Edelweiss, RS Muhammadiyah, dan RS Rotinsulu. Selain ihwal tabung oksigen yang menipis, sejumlah tenaga kesehatan (nakes) juga terpapar Covid-19 yang berdampak pada jadwal pergantian jadwal kerja.
Sudah berada di titik yang sangat serius kasus-kasus Covid-19 ini, bukan? Lantas, apakah kita akan terus apatis menanggapi hal ini? Semoga masyarakat dapat menyadari betapa pentingnya untuk mematuhi protokol kesehatan yang sudah diatur oleh pemerintah setempat.

