
Penulis: Putri Rizky Handayani Lubis
Saat ini kita sedang heboh dengan sebuah film fantasi dan komedi yang berjudul “Barbie”. Film yang saat ini tayang di bioskop merupakan film live-action pertama berdasarkan boneka Barbie yang ikonik. Film ini menggambarkan kehidupan Barbie di dunia fantasi bernama Barbie Land, dunia yang sangat berbeda dengan dunia nyata. Menariknya, film ini justru bukanlah film yang ditujukan untuk anak-anak, loh. Apa saja, ya, hal menarik lainnya dari film ini? Yuk, simak!
Baca Juga: The Love You Give Me, Drama Keluarga dengan Chemistry yang Kuat
- Membuat stok cat warna pink di dunia menipis
Menurut desainer produksi film tersebut, Sarah Greenwood, film Barbie menghabiskan persediaan cat merah muda di dunia. Jika kita menonton filmnya, hampir setiap adegan dipenuhi dengan warna pink karena Barbie sendiri identik dengan warna tersebut. Film tersebut menyebabkan kekurangan warna pink secara internasional. Dalam pengembangan Barbie Land, pink digunakan hampir secara eksklusif. Greenwoord, dikutip oleh The Guardian, terungkap dalam wawancaranya dengan Architectural Digest bahwa film tersebut telah menyebabkan kekurangan warna pink secara internasional.
Ia mengatakan, pembangunan Barbie Land hampir keseluruhan menggunakan warna merah muda, “Dunia kehabisan warna pink,” ungkapnya. Mendukung klaim tersebut pernyataan Lauren Rosco, wakil presiden pemasaran global Rosco, perusahaan cat yang digunakan dalam film tersebut, “Film Barbie menggunakan cat sebanyak yang kami miliki,” kata Rosco dengan bangga.
- Film Barbie pertama yang berbentuk live-action
Jika selama ini kita menonton film Barbie dalam animasi 3D, kini kita bisa menonton film Barbie dalam bentuk live-action. Film ini menggandeng Greta Gerwig sebagai sutradara, Barbie dan Ken dimainkan langsung oleh artis Margot Robbie yang berperan sebagai Barbie dan Ryan Gosling sebagai Ken hingga penyanyi Dua Lipa.
- Film ini sudah direncanakan sejak tahun 2009
Ternyata, perencanaan film Barbie sudah berlangsung sejak 2009 dan baru terealisasikan hingga 2023, yang berarti butuh waktu 14 tahun untuk menyelesaikan film tersebut. Hal yang membuat film ini lama diproduksi salah satunya adalah perpindahan rumah produksi pada mulanya Lawrence Mark mengumumkan untuk menjadi produser namun seiring berjalannya waktu ada banyak perubahan dan berakhir di Wonder bros picture yang memilikinya di tahun 2018.
- Mengandung pesan melawan segala bentuk patriarki
Jika di dunia nyata kebanyakan semua lini kehidupan dan pemerintahan di isi oleh pria, sedangkan di dunia Barbie berkebalikan 180 derajat. Di Barbie Land realitasnya Barbie di isi kebanyakan semua wanita, oleh sebab itu di Barbie Land yaitu Barbie merupakan tokoh utama. Ken merupakan side karakter yang hanya bisa mendapatkan pengakuan jika disukai oleh Barbie. Namun, keberadaan Barbie di dunia nyata diremehkan.
- Mengangkat isu feminism atau kesetaraan gender
Pada saat scene Barbie merasa depresi ketika dia merasa tidak lagi sempurna, kemudian karakter Gloria yang diperankan oleh America Ferrera menyampaikan pesan bahwa perempuan itu selalu dituntut untuk menjadi sempurna. Dituntut untuk menjadi cantik tapi tidak boleh terlalu cantik, dituntut untuk menjadi pintar tapi tidak boleh lebih pintar dari pria.
- Mengandung pesan melawan toxic masculinity
Para Ken di dunia Barbie terpecah belah gara-gara berebut wanita, memperebutkan para Barbie. Karena sibuk berkelahi sendiri, mereka kalah dan tidak bisa lagi menguasai dunia Barbie. Ketika kekacauan di Barbie Land mulai mereda. Hal ini menyebabkan Ken merasa kecewa, malu dan tidak berdaya. Ken yang awalnya bertingkah keren bisa melakukan apa saja, ingin terlihat menawan dan memukau di mata Barbie, tapi menangis karena kalah. Namun, Barbie mendatanginya dan menghibur Ken yang terpuruk. Barbie juga membantu Ken menemukan jati dirinya. Dia memberi tahu Ken bahwa tidak apa-apa bagi pria untuk menangis dan kecewa.
Diciptakan oleh Greta Gerwig, karakter Ken mampu menggambarkan masalah toxic masculinity di dunia nyata. Toxic masculinity sering kali berdampak negatif pada pria, wanita, dan masyarakat pada umumnya. Contoh toxic masculinity termasuk gagasan bahwa laki-laki tidak boleh menangis, harus menjadi yang terkuat, tidak boleh memasak, tidak boleh melakukan pekerjaan rumah tangga, harus tangguh, serta harus dilayani, dan sebagainya.
Bagaimana teman-teman, tertarik tidak untuk menonton film Barbie?
Baca Juga: Menilik Karakter Wanita Tangguh dalam Film Hati Suhita
Editor: Kauria Rawia

