Fenomena Perubahan Pemuda Islam di Era Digitalisasi

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Dok. Pribadi)

Penulis: Sonya Lionisya

Era digitalisasi adalah suatu kondisi kehidupan atau zaman di mana semua kegiatan yang mendukung kehidupan sudah dipermudah dengan adanya teknologi, bisa juga dikatakan era digitalisasi ini menggantikan beberapa teknologi masa lalu agar lebih praktis dan modern. Perkembangan era digital di dukung dengan semakin banyaknya teknologi baru yang dikenalkan kepada masyarakat dan menyebabkan teknologi masa lalu otomatis akan ditinggalkan seperti halnya komunikasi secara langsung. Tanpa kita sadari, teknologi yang saat ini semakin pesat perkembangannya bisa mengikis moral dan akhlak pemuda/i dan merusak sendi-sendi kehidupan.

Dalam sejarah dakwah Islam pemuda memegang peranan yang sangat penting. Di dalam Al-Qur’an terdapat banyak kisah keberagaman pemuda. Pemuda adalah sosok yang suka berkreasi, idealis dan memiliki keberanian serta menjadi inspirator dengan gagasan dan tuntutannya. Pemuda adalah motor penggerak utama perubahan, akan tetapi pemuda khususnya mahasiswa yang sejak lama menyandang gelar kaum intelektual pada nyatanya saat ini terlena oleh sistem. 

Pada era digitalisasi ini akan terjadi perubahan-perubahan cepat, dikarenakan dunia akan terasa transparan dan apa yang ingin kita cari sangat mudah didapatkan, ruang gerak seakan tanpa batasan sehingga terjadilah pendangkalan keyakinan. Kita akui, pengaruh sistem kehidupan yang berlaku dalam satu waktu sangat berpengaruh terhadap pemahaman dan perilaku manusia yang hidup pada zaman tersebut. 

Hal tersebut berlaku juga pada pemuda, pola kehidupan pemuda sekarang sedikit banyak telah terpengaruh oleh sistem kehidupan yang berlaku sekarang. Kondisi dan realita pemuda yang terlahir dan hidup pada saat ini memiliki konsep keislaman yang menurun disebabkan oleh budaya-budaya asing yang membius dan meracuni, meskipun demikian masih ada pemuda yang masih teguh memegang dan mempertahankan dengan sekuat tenaga dan segala kemampuan mereka sebagai muslim dan muslimah yang hakiki. Seorang sastra Mesir berkata: “Sesungguhnya pada tangan-tangan pemudalah urusan umat dan pada kaki-kaki merekalah kehidupan umat.”

Sebagaimana diketahui, Islam merupakan ajaran yang mengatur hampir semua aspek kehidupan. Islam mengenal hijrah yang mengarah untuk meninggalkan sesuatu atas dasar mendekatkan diri secara teguh kepada Allah dan rasul-Nya. Perintah berhijrah terdapat dalam beberapa ayat Al-Qur’an salah satunya ialah QS. Al-Baqarah: 218 yang artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berhijrah di jalan Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Dinamika pemuda pemudi yang berkembang saat ini ialah munculnya suatu gerakan yang di aliansi oleh suatu kelompok muslim yang bertransformasi dengan melakukan perubahan dari aspek keagamaan. Gerakan keagamaan berupa hijrah menjadi salah satu bentuk transformasi agama yang diimplementasikan dalam perubahan perilaku agama dalam wadah aktivitas kelompok. 

Gerakan ini menjadi fenomena sosial karena hijrah menjadi bentuk tindakan kolektif yang memberikan kesadaran terhadap pentingnya agama dalam kehidupan manusia dan pada dasarnya hijrah menjadi ritual personal yang mulai bergeser menjadi gerakan yang dilakukan secara umum dan terbuka. Berkembangnya fenomena ini mengungkapkan bahwa terdapat beberapa alasan yaitu popularitas buku ragam paham Islam, kajian keislaman berbasis kampus, masjid dan jamaah tablig, akses internet dan media sosial mengenai literatur Islam populer, kemunculan ustaz dan selebritas, dll. 

Pada era digital, media sosial berperan penting dalam penyebaran gagasan hijrah. Kehadiran media sosial lebih memudahkan bagi pemuda dalam pencarian jati diri identitasnya melalui panutannya dalam melakukan hijrah. Strategi penyebaran agama melalui media sosial ini, dimanfaatkan untuk mengarahkan pemuda yang hidup di era digitalisasi. 

Media sosial terbukti menjadi platform yang mampu membawa dampak dengan banyak mengajak pemuda yang memutuskan untuk berhijrah dengan mengubah gaya hidup, baik dari aspek keimanan maupun penampilan. Akan tetapi fenomena hijrah ini harus ada yang memperhatikan agar tetap dilakukan secara istikamah namun tidak bertentangan dengan ajaran yang sebenarnya, seluruh komponen yang ada harus bersatu dan bersama-sama mewujudkan generasi muslim yang berakhlakul karimah. Terlebih para pemuda yang menjadi juru kunci bangsa. Pemuda harus mampu meningkatkan pemahaman masalah keagamaan namun tidak kolot dan stagnan.

Peran pemuda Islam akan terlihat jelas dengan sebuah gambaran dan perumpamaan, karena perumpamaan merupakan metode Al-Qur’an dan As-Sunah dalam menerangkan hakikat suatu makna. Fenomena hijrah pemuda Islam dalam era digital ini dapat menjadikan dakwah dan pembangunan, menjadikan pemuda sebagai generasi penggerak yang didasari rasa kepedulian. Maka, jadilah pemuda Islam yang melek akan perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan pemahaman akan keagamaan sehingga dapat menciptakan perubahan kearah yang lebih baik sehingga segala perbuatan di ridai Allah Subhanahu wa taala.

Biodata Penulis:

  • Nama : Sonya Lionisya
  • Jurusan : Akuntansi Syariah
  • Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Islam
  • Semester : VII (Tujuh)
  • Instagram : @sonyalionisya

Editor: Miftahul Zannah

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles