
Penulis: Syahda Khairunnisa
Menjadi orang tua bukanlah perkara mudah. Impian setiap orang setelah menikah adalah diberikan amanah oleh-Nya. Tidak hanya itu, seperti halnya arti amanah adalah sesuatu yang dititipkan atau dipercayakan, anak tidak hanya dijaga, melainkan dirawat, dididik, dan diberi edukasi terkait pengajaran positif agar tumbuh menjadi generasi yang baik.
Baca Juga: Galau vs. Organisasi
Lantas, timbul pertanyaan, apakah parenting orang tua dahulu sudah baik? Tidak bisa dimungkiri bahwa banyak orang tua dahulu yang berhasil mencetak generasi yang berkualitas masa kini, menjadi orang besar bahkan mampu memimpin negara. Menjadi pengusaha, pengacara, abdi negara, dan pekerjaan yang lainnya.
Namun, masih banyak juga orang tua dahulu yang terbelenggu dengan sistem didikan orang tuanya yang lalu. Mendidik anak dengan kekerasan, tak ayal memukul dengan benda keras jika melakukan kesalahan. Banyak juga dari mereka yang meremehkan potensi anak hingga merasa kecil dan tidak percaya dengan potensi yang anak miliki. Tak hanya itu, acapkali tubuh juga membiru karena tidak sengaja menjatuhkan benda kaca yang berujung pilu.
Miris. Sangat miris. Didikan seperti itu yang membuat trauma anak tak berkesudahan. Terlihat berlebihan, tapi urusan mental bukan hal yang bisa disepelekan. Imbas dari didikan seperti itu membuat anak menjadi takut mengambil keputusan, impian, dan cita-citanya merasa diremehkan, serta merasa tidak berguna di lingkungan sekitar.
Akan tetapi, jika melihat dari sudut pandang yang lebih kompleks, orang tua saat ini adalah korban dari generasi sebelumnya. Mereka juga punya luka batin yang mungkin tidak pernah mereka tunjukkan. Mereka tidak tahu bagaimana cara memperlakukan anak dengan baik karena mereka juga tidak pernah diperlakukan secara baik.
Namun, apa jadinya jika Gen Z menjadi orang tua? Ternyata menurut penelitian, Gen Z akan jadi generasi orang tua terbaik di masa depan. Ada banyak label yang melekat dengan Gen Z, sekelompok generasi melek teknologi dengan pengetahuan internet di genggaman sejak dini. Mereka cenderung makin terbuka atas isu kesehatan mental, lebih open minded, peduli terhadap sexual violence, problem solving, dan lainnya.
Menurut Aninda, seorang Psikologi Anak Usia Dini lulusan Universitas, Indonesia (UI), mengatakan ibu baru dari kelompok Gen Z memiliki kecenderungan menjadi the perfect mother atau ibu yang sempurna dibanding generasi sebelumnya, karena sudah akrab dengan teknologi dan sudah biasa terpapar mencari tahu pola asuh yang baik.
Orang tua yang berasal dari Gen Z akan memberi dukungan penuh pada anaknya, tidak akan membanding-bandingkan, dan berjanji akan menjadi tempat curhat untuk anak-anaknya. Mereka akan memutus rantai pola asuh generasi sebelumnya yang dirasa kurang dan akan berdampak besar jika terus menggunakan pola asuh yang sama. Terlebih mereka akan menjadi orang tua yang bisa menjadi satu-satunya rumah tempat berkeluh kesah anak-anaknya, menceritakan segala sesuatu padanya agar anak tidak merasa sendirian.
Kelihatannya menyenangkan sekali, ya, punya orang tua yang berasal dari jajaran Gen Z? Kalau diperhatikan, sepertinya para generasi Z lebih memilih tipe pola asuh demokratis, memberi kebebasan tetapi juga tatap memberi pengawasan. Coba bayangkan, bagaimana kalau semua generasi Z memiliki pemikiran yang sama, dan kemudian di masa depan anak-anak bisa dididik dengan cara yang demokratis? Sepertinya menarik. Semoga generasi Z mampu menjadi orang tua yang mendidik generasi selanjutnya lebih peduli dengan semuanya.
Baca Juga: Pro Kontra E-Parking di Kota Medan, Siapa yang Benar dan Siapa yang Salah?


Iya sih, tapi bukan semua gen Z yang begitu
Setuju, namun banyak gen Z yang sekarang takut menikah dan punya anak dikarenakan sebuah trauma atau ketakutan berlebih akan “apakah bisa membangun rumah tangga bahagia?” “Apakah bisa berhasil didik anak dengan baik” “takut gagal menikah, takut gagal mendidik anak”
Assalamualaikum warahmatullah kak, bukan kah gen z termasuk generasi yang terlalu melek akan teknologi dan pergaulan bebas yang merajalela, lalu apakah mereka mampu untuk mendidik generasi yang Akan datang untuk menjadi generasi yang lebih baik lagi, mohon di jawab KK.
Masya Allah,,Allah allaj