
Penulis: Khairatun Hisan
Apakah akhir-akhir ini kamu merasakan bahwa siang semakin panas? Atau, jangankan siang, malam yang biasanya sejuk pun bisa saja terasa panas. Global warming atau perubahan iklimlah alasannya. Menurutmu, apa alasan bumi semakin lama semakin panas?
Global warming atau pemanasan global merupakan perubahan iklim yang mengacu pada perubahan suhu dan pola cuaca dalam jangka panjang. Biasanya, perubahan iklim ini bisa saja berubah secara alami. Namun, di periode 1800-an, manusia menjadi berperan dalam perubahan iklim ini, kenapa, ya? Dengan adanya manusia dan akalnya, juga perkembangan zaman, sudah pasti majunya segala pembangunan dan tidak menutup kemungkinan adanya pembakaran bahan fosil, seperti batu bara, minyak, dan gas.
Bahkan, hal-hal yang seperti itu merupakan aktivitas kita sekarang. Semakin banyak kita membakar bahan fosil, maka semakin laju kita membantu perubahan iklim dengan menambah suhu panas. Dengan begitu, kepada siapa kita mengadu atas panasnya bumi kalau kitalah pelakunya?
Penyebab pemanasan global tidak bisa kita anggap remeh, bahkan karena pemanasan global ini bisa saja menenggelamkan bumi terkasih. Padahal, kita tahu sendiri bagaimana efek rumah kaca. Kalau belum tahu, penulis akan jabarkan sedikit. Menurut Asosiasi Energi New Mexico, efek rumah kaca merupakan kejadian saat panas di bumi terperangkap karena terhalang gas emisi seperti karbon dioksida pada atmosfer. Gas emisi itu sebagian besar berasal dari asap kendaraan, pabrik, serta kebakaran hutan.
Nah, makanya efek rumah kaca ini bisa menyebabkan naiknya volume air karena cairnya es di kutub, hal ini juga dapat mengakibatkan banyaknya virus-virus. Karena yang kita ketahui, es di kutub utara ataupun selatan sebenarnya sudah lama membeku. Yang mana, kita sendiri tidak tahu seberapa banyak virus yang bahkan tidak pernah ditemui bertengger hingga meleleh di sana.
Dengan hal yang begitu, mau sampai kapan kita tutup mata? Banjir di mana-mana, penebangan hutan yang meraja lela secara ilegal seakan lupa kalau pohon merupakan paru-paru dunia, hari semakin panas, sampah bertengger di mana-mana seakan itu hal yang biasa padahal bisa membantu kerusakan bumi bagian lain. Sungguh ironi, ketika mendapat kesengsaraan atas perilaku sendiri menyalahkan orang lain. Seakan kita, memajukan kiamat itu sendiri.
Padahal, dengan melakukan kebaikan kecil dengan tidak memboros listrik, tidak membuang sampah sembarangan, atau tidak banyak naik kendaraan pribadi seperti mobil dan motor (lebih memilih jalan kaki, sepeda, atau kendaraan umum) bisa membantu mengurangi efek rumah kaca yang mana pemanasan global merupakan penyebabnya.
Sayangi bumi sebagaimana kalian menyayangi diri sendiri. Bumi sudah tua, mau sampai kapan kita melakukan keburukan hingga menambah gas emisi yang sudah menumpuk di atmosfer?

