Hadapi Anxiety, Temukan Ketenangan dalam Diri

- Advertisement - Pfrasa_F
(Dok. Internet freepik.com)

Penulis : Muhammad Haritz Arrasyid 

Gangguan kecemasan atau anxiety merupakan salah suatu hal normal yang dirasakan banyak orang dan dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari. Dalam kondisi tertentu, kecemasan bisa menjadi respons normal terhadap stres. Namun, pada beberapa orang kecemasan bisa menjadi  tidak terkendali bahkan semakin kronis yang berujung pada gangguan kecemasan.

Kondisi seperti gangguan kecemasan umum, gangguan panik, fobia, dan gangguan kecemasan sosial dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang secara signifikan. Hal ini dapat membatasi aktivitas sosial, pekerjaan, dan hubungan interpersonal. Dalam masyarakat kita yang semakin kompleks, tekanan dan tuntutan hidup yang tinggi dapat menjadi penyebab kecemasan. Pentingnya untuk menyelimuti rasa cemas dengan pengertian, empati, dan dukungan.

Pendidikan tentang kecemasan dan cara meredakan gejalanya, baik dengan terapi atau teknik manajemen stres sangat penting untuk membantu seseorang saat sedang dilanda rasa cemas berlebihan. Selain itu, dukungan sosial dari keluarga, teman, atau profesional kesehatan mental dapat menjadi aspek penting untuk membantu seseorang mengatasi kecemasan.

Penting untuk mengurangi stigma seputar masalah kesehatan mental agar orang merasa lebih nyaman meminta bantuan saat dibutuhkan. Dengan dukungan dan pengertian yang tepat, akan banyak orang yang dapat mengelola dan mengatasi kecemasan mereka untuk mencapai kebahagiaan yang lebih besar. 

Dikutip dari Halodoc.com ada beberapa tip untuk meredakan anxiety agar kamu bisa sedikit tenang.

Baca Juga: Bersepeda Berakibat Serangan Jantung? Yuk, Simak Penjelasannya!

1. Tarik napas dalam-dalam

Cobalah bernapas dalam-dalam untuk merilekskan tubuh. Hal ini dapat mengurangi aktivitas saraf di otak yang menyebabkan kecemasan. Caranya yakni bernapas dalam-dalam selama 5 detik, lalu tahan selama 3 detik dan lepaskan secara perlahan selama 5 detik. Lakukan cara ini beberapa kali hingga kamu merasa tenang.

2. Fokus pada apa yang Anda lakukan

Ketika seseorang dilanda rasa cemas berlebih, tentu konsentrasi menjadi terganggu. Jangan biarkan hal ini berlarut-larut dan dapat menguasai pikiran Anda. Cobalah untuk kembali fokus pada apa yang Anda lakukan. Misalnya, jika Anda memiliki rencana untuk membersihkan rumah atau bertemu teman, lakukanlah! Berdiam diri hanya akan memperburuk kecemasan.

3. Luangkan waktu untuk diri sendiri

Sejenak luangkan waktu Anda untuk menenangkan diri dari berbagai hal yang membuat Anda khawatir. Misalnya, matikan ponsel Anda, lalu bermeditasi, mandi air hangat, atau melakukan pijatan untuk menenangkan pikiran dan mengurangi kecemasan. Baru setelah Anda tenang, Anda dapat melanjutkan aktivitas seperti biasa.

4. Terapkan metode 3-3-3

Terdapat metode yang dapat diterapkan untuk mengurangi kecemasan yaitu metode 3-3-3. Untuk melakukan hal ini, lihat sekeliling Anda dan sebutkan tiga hal. Selanjutnya, sebutkan tiga suara yang terdengar saat itu. Kemudian beri nama ketiga bagian tubuh tersebut dengan menggerakkannya secara acak. Cara ini membantu meredakan kecemasan dan mengalihkan pikiran negatif yang membuat Anda cemas.

5. Makan makanan yang berkualitas

Ingatlah untuk selalu mengontrol pola makan Anda ketika mengalami serangan kecemasan. Ketika Anda tidak mengontrol jadwal makan, akan terjadi gula darah rendah akibat makan terlalu malam. Tentu hal ini bisa membuat kecemasan semakin parah. Selain itu, pastikan untuk minum air yang cukup karena dehidrasi dapat membuat jantung Anda berdetak lebih cepat dan tentu saja dapat memperburuk kecemasan.

Kecemasan adalah sesuatu yang dapat diatasi dan tidak ada salahnya meminta bantuan ketika membutuhkannya. Semakin terbuka kita berbicara tentang kecemasan dan masalah kesehatan mental, semakin kita dapat mengurangi stigma dan menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan mendukung bagi semua orang. Jika kita mempunyai teman ataupun kerabat dekat yang mempunyai masalah seperti ini, harap untuk tidak sepele karena masalah mental adalah hal yang serius. Mari kita lebih peduli terhadap penyakit mental karena sungguh penyakit mental tidak bisa dianggap remeh. Bantu mereka karena sejatinya kita sama-sama manusia.

Baca Juga: Bisakah Berdamai dengan Trauma?

 Editor: Nisrina Ardra Hafizha

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles