
Penulis: Desi Amelia
Berbicara soal capek, sepertinya hampir semua orang pernah ada di titik itu. Bahkan saat ini pun mungkin kamu masih merasakannya. Ditambah lagi kalau kamu adalah mahasiswa tingkat akhir, di mana banyak momen capek dan frustrasi yang singgah karena beban tuntutan yang tumpah-tumpah, tidak ada habisnya.
Di satu sisi, jadi mahasiswa semester akhir itu pusing memikirkan tugas akhir supaya bisa cepat lulus. Tapi di sisi lain kepalanya juga dipaksa buat berpikir “kerja apa yang pantas” untuk seseorang yang menyandang gelar sarjana seperti dirinya. Kalau asal-asalan pilih kerja, nanti muncul kata-kata “percuma sarjana, kalau cuma kerja kayak begini” kalimat yang kadang keluar dari mulut orang tanpa memfilternya.
Omong-omong soal mahasiswa dan tugas akhir, belakangan ini banyak sekali kasus bunuh diri yang dilakukan oleh mahasiswa, berdasarkan dari data yang dihimpun, memang rata-rata korbannya adalah mahasiswa yang ada di tingkat akhir masa perkuliahan. Kendati demikian, penulis tidak bisa memastikan apakah itu karena tugas atau masalah pribadi lainnya.
Beban tugas dan pikiran berlebih membuat mahasiswa tingkat akhir ini kadang menemukan titik ingin menyerah yang menggebu. Ingin mengakhiri semuanya dengan cara mudah yang padahal bukan sesuatu yang baik. Tapi, balik lagi, pikiran-pikiran buruk seperti itu tidaklah seharusnya untuk disetujui dan dipikirkan berlarut-larut.
Baca Juga: Waspada Kaum Wanita!
Karena secapek apa pun kita, hidup akan terus berjalan sesuai dengan menit dan detik yang berlalu. Alih-alih berlarut dalam rasa capek dan pikiran buruk, bukankah lebih baik mencari jalan keluar? Rasa capek ini sebenarnya berasal dari tumpukan pekerjaan yang terus dipikirkan sehingga berimbas ke tubuh kita. Maka, penulis ingin memberikan sedikit tip untuk menghadapi rasa capek yang sekiranya sedang menghinggapi diri pembaca.
- Memiliki teman bercerita. Sejatinya manusia memang butuh seseorang untuk dijadikan teman untuk berkeluh kesah, maka pantaslah dan haruslah setiap insan memiliki setidaknya satu orang yang dapat dipercaya. Orang yang hanya dengan bercerita saja sudah bisa melegakan pikiran dan menghapus keinginan-keinginan jahat seperti mengakhiri hidup sendiri.
- Menjaga asupan yang masuk ke tubuh. Makanan dan minuman sehat adalah kunci tubuh bugar, selain itu juga makanan yang kita sukai bisa meningkatkan semangat. Maka, mulai biasakan hidup dengan memakan sesuatu yang sehat dan bergizi.
- Berolahraga secara rutin. Untuk mencapai tubuh dan pikiran yang baik-baik saja tidak hanya dilakukan dari dalam, tapi juga dari latihan fisik. Dengan olahraga tubuh bisa lebih rileks, inilah yang kemudian membuat otak bisa berpikir jernih dalam usaha menghempas rasa capek,
- Istirahat yang cukup. istirahat yang cukup bisa sangat membantu meredakan perasaan lelah. Istirahat berarti mengosongkan jadwal tugas yang tidak penting selama beberapa hari, mengambil liburan panjang, memanjakan diri untuk melakukan hal yang disenangi seperti menonton, makan di kafe favorit, atau berkumpul bersama teman.
- Menghilangkan sumber stres. Nah, ini adalah tip yang tidak boleh dilupakan, tapi tetap harus dipertimbangkan. Kalau permasalahan adalah hal yang tidak berdampak jika kita mengabaikannya, maka lupakan saja. Namun jika sumber stres adalah tugas yang menumpuk, maka selesaikan satu per satu tugas itu hingga tidak lagi menjadi beban dan membuat capek.
Terlepas dari semua tip yang penulis berikan di atas, satu hal yang penting adalah bagaimana diri kita bisa menerima apa yang terjadi. Kadang kala rasa capek ini datang hanya untuk menguji seberapa kuat kamu dalam menjalani hidup, maka buktikan bahwa kamu bisa melewati perasaan capek itu dengan baik.
Menjadi mahasiswa adalah impian banyak orang, jadi jangan sia-siakan hidupmu hanya karena rasa capek sesaat. Setiap hal yang terjadi adalah sebagai bahan pembelajaran yang akan menjadikanmu sebagai sosok yang lebih tangguh. Selesaikan tugas-tugas dan luluslah menjadi sarjana yang dapat membanggakan!
Baca Juga: Baca Ini Ketika Kamu Sedang Tidak Baik-Baik Saja
Editor: Kauria Rawia

