
Penulis: Kautsar Muntazar dan Syifa Anggraini
Nah, teman-teman tahu tidak, sih, apa itu quarter life crisis? Istilah quarter life crisis sudah tidak asing terdengar atau kita sendiri pernah mengalaminya namun, kita tidak menyadari. Quarter life crisis atau krisis seperempat abad adalah masa di saat seseorang berusia 18–30 tahun merasa tidak memiliki arah, khawatir, bingung, dan galau akan ketidakpastian kehidupannya di masa mendatang. Umumnya, kekhawatiran ini meliputi masalah pekerjaan, pertemanan, percintaan, keuangan, dan kehidupan sosial.
Quarter life crisis dinilai berdampak pada kaum milenial yang sering merasa kehilangan motivasi hidup, merasa gagal, kehilangan percaya diri dan makna hidup, tidak nyaman, kesepian, serta depresi dalam hidupnya. Terlepas dari itu, fase ini merupakan suatu hal yang penting untuk dialami seseorang. Salah satu gunanya mengenali diri secara lebih mendalam serta mempersiapkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi di masa depan.
Akan tetapi, quarter life crisis bukanlah sesuatu yang harus kita takutkan. Hal ini memang wajar dialami seseorang yang lagi transisi menuju fase hidup berikutnya. Maka dari kita harus tahu, nih, ciri-ciri saat mengalami quarter life crisis jadi, kita sudah menyiapkan cara untuk menghadapinya.
Berikut ciri-ciri seseorang yang berada di fase quarter life crisis:
- Sering mempertanyakan hidup
Di fase ini seseorang mulai bertanya-tanya, bagaimana kehidupannya di masa depan. Seringkali diri kita merasa tidak tahu harus melakukan apa setelah kuliah, akan jadi apa setelahnya, apakah bisa mendapatkan pekerjaan yang layak, dan segudang pertanyaan lainnya di dalam benak. Biasanya pertanyaannya sangat sederhana tapi dapat membuat seseorang menjadi sangat bimbang dengan keputusan yang diambilnya.
- Terlalu banyak pilihan
Jika pada akhirnya pun kamu memiliki hal yang bisa menjadi tujuan hidup, tidak menutup kemungkinan bahwa ada berbagai posibilitas yang bisa terjadi dari pilihan tersebut. Salah mengambil pilihan, hidup yang jadi taruhannya.
Pilih karier A atau B, ya? Pilihan mana yang lebih baik untuk kamu? Akhirnya pikiran-pikiran itu sendiri yang membuatmu jadi bingung dan panik. Karena terlalu banyaknya pilihan. Lalu memaksa untuk menentukan satu pilihan dari banyaknya pilihan. Belum lagi jika pilihan yang sudah dianggap paling benar ternyata tidak disetujui oleh orang tua. Wah, gawat.
- Putus asa
Pernahkah kamu merasa pasrah dan menganggap “Ya, sudahlah”, “Jalanin sajalah”, atas segala hal di sekitarmu? Kamu tidak mau tahu lagi apa yang terjadi padamu jika tidak memilih pilihan apa pun. Parahnya lagi, kamu sudah mengambil satu pilihan namun, malah enggan melaksanakan pilihan tersebut. Dan kamu tidak memiliki semangat dalam melakukan berbagai aktivitas.
- Cemas
Ketika kamu memiliki banyak pikiran tentang masa depan, membuat menjadi sangat cemas. Dan kehidupanmu dipenuhi dengan rasa ketakutan dan ketidaknyamanan. Karena terlalu banyak yang dipikirkan, namun lupa untuk memilih pilihan mana yang harus dipilih. Atau malah kamu takut dengan pilihanmu sendiri, dan merasa cemas dengan apa yang terjadi padamu nantinya.
Setelah mengetahui ciri-ciri quarter life crisis, penting kamu ketahui juga cara mengatasinya. Agar kamu tidak berlarut-larut dalam kebingungan sehingga menghambat proses kamu dalam kejar mimpi.
Ada beberapa cara agar kamu bisa menghadapi fase quarter life crisis dan fokus pada tujuanmu, yaitu:
- Bersabar dengan proses diri kamu
- Lakukan hal yang membuat kamu nyaman
- Dekatkan diri Anda kepada orang orang yang suportif
- Cari hobi untuk mengurangi stres dan lebih bahagia
- Jangan membandingkan diri kamu dengan orang lain
- Buat standar mu sendiri
- Bersyukur dengan pencapaian kamu hari ini
- Jangan terlalu banyak berandai-andai
- Berbagi dan menjadi manfaat bagi orang lain
- Belajar mencintai diri sendiri
- Berdoa dan berserah diri
- Temukan motivasi
Nah, itu dia beberapa cara menghadapi quarter life crisis. Jadi, mulailah perhatikan kebutuhan Anda, apa yang Anda suka, apa yang membuat Anda nyaman, dan apa yang ingin Anda coba lakukan. Kemudian, wujudkan mereka satu per-satu dimulai dari yang kecil terlebih dahulu. Tanpa Anda sadari, hal-hal kecil ini akan membuat hidup Anda lebih menyenangkan. Apabila Anda masih mengalami kesulitan dalam menghadapi quarter life crisis, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.
Editor: Miftahul Zannah

