
Penulis: Ad’dhan Dhita
Menjadi salah satu jenis dari kera berukuran besar yang masuk dalam kelompok primata. Kurang dari 20.000 tahun yang lalu orang utan dapat dijumpai di seluruh Asia Tenggara, dari Pulau Jawa di ujung selatan sampai ujung utara Pegunungan Himalaya dan Cina bagian selatan. Satwa ini terdiri atas tiga sub spesies yang dikenal dengan nama Orang Utan Kalimantan, Sumatra dan Tapanuli.
Walaupun berada dalam satu spesies, tetapi ketiganya tetap memiliki ciri berbeda. Sebagai salah satu kerabat dekat manusia, orang utan memiliki kecerdasan tinggi. Mampu menjalin hubungan personal dan merasakan emosi, seperti duka akibat kehilangan, menunjukkan bahwa orang utan jauh lebih dekat dengan kita dari perkiraan sebelumnya. Hal ini lebih tampak jelas dari penamaan ‘orang utan’ yang berarti ‘orang dari hutan.
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, orang utan terbagi menjadi tiga sub spesies yang berbeda. Ketiganya sama-sama menghuni areal hutan di Indonesia, orang utan sendiri memiliki perbedaan yang sangat jelas untuk diketahui, dari perbedaan tersebut dapat diketahui apakah yang menjadi perbedaaan dari ketiga spesies tersebut yaitu:
Baca Juga: Tentang High Value, Bagaimana Cirinya?
1. Orang Utan Kalimantan
Orang Utan Kalimantan atau Pongo pygmaeus adalah salah satu sub spesies orang utan di Indonesia yang menghuni daratan Pulau Kalimantan. Sub spesies ini terbagi kembali menjadi tiga jenis, yaitu Pongo pygmaeus pygmaeus, Pongo pygmaeus morio, serta Pongo pygmaeus wurmbii.
Habitat orang utan Kalimantan ini adalah di daerah hutan hujan tropis yang ada di Pulau Kalimantan, di daerah dataran rendah hingga daerah pegunungan dengan ketinggian 1.500 meter dpl. Mereka biasa tinggal di pepohonan lebat dan membuat sarangnya dari dedaunan. Satwa ini hidup endemik di Pulau Kalimantan, mencakup wilayah Indonesia dan Malaysia.
2. Orang Utan Sumatra
Orang utan Sumatra atau Pongo abelii merupakan salah satu sub spesies orang utan yang hidup di Indonesia. Sesuai dengan namanya, jenis ini hidup di wilayah hutan Pulau Sumatra. Saat ini hampir semua orang utan Sumatra hanya ditemukan di Provinsi Sumatra Utara dan Provinsi Aceh, dengan Danau Toba sebagai batas paling selatan sebarannya. Populasi orang utan terbesar di Sumatra dijumpai di Leuser Barat (2.508 individu) dan Leuser Timur (1.052 individu), serta Rawa Singkil (1.500 individu).
3. Orang Utan Tapanuli
Orang utan tapanuli (Pongo tapanuliensis) merupakan salah satu spesies dari genus orang utan (Pongo) yang berasal dari daerah Tapanuli, habitat orang utan tapanuli berada di wilayah Batang Toru. Orang utan tapanuli ini hidup pada habitat sangat terbatas, dalam areal sekitar 132.000 hektare di bentang alam Batang Toru dan beberapa habitat lain yang terus diteliti. Kondisi habitatnya juga terpisah, karena faktor alam maupun akibat pembangunan wilayah.
Orang utan sendiri biasa disebut sebagai spesies kunci, orang utan berperan penting dalam kesehatan ekosistem hutan tropis, habitat mereka seperti:
- Mereka menyebar biji sembari mengonsumsi berbagi jenis buah,
- Mampu mencerna biji berukuran lebih besar,
- Menjelajah jarak yang luar biasa sembari membuang biji.
Dari peran yang sangat penting dalam kesehatan ekosistem, orang utan baik untuk terus dilindungi habitat alaminya, bahkan ratusan spesies flora dan fauna juga dapat terlindungi. Menjaga ekosistem hutan ini sama pentingnya bagi manusia dan bagi keanekaragaman hayati itu sendiri.
Cara terbaik untuk melindungi orang utan adalah dengan terus melindungi habitatnya, agar orang utan tetap sejahtera hidup di dalam hutan dan tidak terjadi konflik dengan manusia. Ancaman nyata yang dihadapi orang utan adalah konversi hutan dan kebakaran hutan. Berikut cara yang tepat untuk terus menjaga orang utan agar hidup dengan baik:
- Tidak merusak habitat orang utan,
- Tidak melakukan perburuan secara besar-besaran terhadap orang utan,
- Tidak merusak rantai makanan di dalam hutan.
Baca Juga: Waspada Terjangkit Wabah Pneumonia
Editor: Kauria Rawia

