
Penulis: Rika Wulandari
Rasa bosan kerap kali menghampiri di tengah-tengah mengerjakan sesuatu, entah itu tugas kuliah ataupun pekerjaan rumah. Terkadang, rasanya begitu sepi hingga akhirnya memilih agar kekosongan ruangan diisi dengan musik yang langsung menghampiri telinga. Sebagian besar orang (termasuk penulis) akan mengalihkan kekosongan tersebut dengan menggunakan earphone atau penyuara telinga saat sepi melanda secara tiba-tiba. Terlebih apabila sedang berada di ruangan terbuka dan membutuhkan tingkat fokus yang tinggi.
Menggunakan penyuara telinga menjadi salah satu alternatif agar pikiran tetap berfokus pada apa yang akan dikerjakan. Dengan ukurannya yang kecil dan praktis untuk dibawa-bawa, penyuara telinga memiliki beberapa manfaat apabila benda kecil satu ini digunakan. Misalnya, sebagai pengganti headset yang memiliki bentuk menyerupai bando serta menambah konsentrasi dalam melakukan suatu aktivitas. Penyuara telinga juga berguna sebagai penghilang kantuk serta moodbooster untuk saat sedang buntu dan memiliki hari yang buruk.
Baca Juga: Kenali Ciri dan Dampak People Pleaser, Apakah Kamu Termasuk?
Oh, iya, penyuara telinga juga dapat menemani galaunya kita apabila membutuhkan waktu untuk sendirian saja, biasanya kita sering menyebutnya dengan me time. Penyuara telinga bisa digunakan dalam kondisi apapun bergantung pada keinginan pengguna. Oleh karena fungsi utamanya sebagai media suara, maka penyuara telinga bisa digunakan untuk mendengar musik, menonton film, ataupun bertelepon.
Namun, ternyata menggunakan penyuara telinga terlalu sering juga tidak baik, Sobat! Pemakaian penyuara telinga dalam jangka waktu yang lama berpotensi menyebabkan gangguan telinga, apalagi jika digunakan setiap waktu. Hal ini disebabkan suara yang dikeluarkan melalui penyuara telinga merupakan energi listrik yang diubah menjadi gelombang suara.
Melansir dari halodoc.com, frekuensi suara yang dihasilkan penyuara telinga berkisar antara 95–105 desibel. Di mana, biasanya manusia mendengar suara dengan frekuensi 60 desibel saat berbicara dengan orang lain. Sari Khusnul Khotimah dalam kompasiana.com juga menyatakan bahwa tuli pendengaran akan terjadi jikalau seseorang mendengarkan intensitas suara di atas 80 desibel. Ini karena reseptor suara pada telinga tidak akan mampu menerima suara yang kemudian tidak dapat meneruskan suara tersebut ke otak.
Meskipun kapasitas pendengaran setiap orang berbeda-beda di mana kemampuan manusia ialah mendengar 20–20.000 Hertz, tetap saja intensitas suara yang terlalu tinggi tidaklah baik untuk kesehatan gendang telinga. Suara kencang yang dihasilkan dari penyuara telinga dengan kapsitas suara yang tinggi dapat menjadikan rambut halus pada telinga (stereocilia) bergetar. Lalu, hal tersebut dapat mengubah tegangan stereocilia sehingga pesan kimia yang dikirim melalui saraf ke otak berpotensi memicu kerusakan telinga.
Beberapa hal lain yang berpotensi terjadi jika menggunakan penyuara telinga terlalu sering adalah terjadinya infeksi pada telinga karena benda kecil tersebut dalam keadaan kotor dan penuh kuman. Semakin sering digunakan, maka semakin kotor pula. Entah itu handsfree atau penyuara telinga dengan kabel, keduanya sama-sama diletakkan di telinga yang harusnya rutin dibersihkan. Oleh karena itu, rutinlah membersihkan penyuara telinga yang kamu gunakan serta telingamu sendiri.
Satu hal lagi, bentuk negatif dari penggunaan penyuara telinga yang terlalu sering ialah berpotensi menyebabkan kerusakan otak. Suara berupa gelombang elektromagnetik dari penyuara telinga tersebut akan dihubungkan bagian dalam telinga langsung dengan otak. Apabila terjadi infeksi pada telinga karena intensitas suara berlebihan, maka kondisi tersebutlah yang memengaruhi kondisi otak hingga berpotensi kerusakan.
Kemudian, jika dilihat dari segi psikologis, kemampuan manusia yang notabene-nya membutuhkan informasi tentang dunia sekitar akan sedikit terhambat. Nantinya tubuh memiliki pemahaman yang kurang perihal keadaan sekitarnya hingga menciptakan ketidakfokusan terhadap diri sendiri, lingkungan, serta apa yang akan dilakukannya karena indera pendengaran tidak begitu baik.
Oleh karena itu, Sobat, untuk menghindari hal-hal buruk terjadi pada diri kita khususnya pada telinga, jangan terlalu sering menggunakan penyuara telinga apalagi dalam waktu yang lama. Gunakanlah secukupnya, jangan lupa untuk membersihkannya secara rutin, serta tidak menggunakannya dengan suara yang terlalu keras. Jangan gunakan volume lebih dari 60 persen. Satu lagi, pilihlah penyuara telinga yang sekiranya berkualitas dan mendukung kesehatan telingamu.
Baca Juga: Apa, sih, yang Bikin Kamu Insecure?
Editor: Adelini Siagian

