Jangan Marah

- Advertisement - Pfrasa_F
Foto: Hijabear_id

Penulis: Rizka Rahma Fajri Sitorus

Dari Jariyah bin Qudamah, bahwa ada seorang lelaki berkata kepada Rasulullah Saw : “Ya Rasulullah, katakan kepadaku suatu nasehat yang ringkas dan semoga aku bisa menjaganya”. Rasul bersabda: “Jangan marah.”. Orang itu mengulangi perkataannya dan Rasul tetap bersabda “Jangan marah” (HR. Ahmad).

Rasulullah Saw berulang kali dimintai nasehat oleh para sahabat, salah satunya adalah nasehat tersebut yang mengandung makna bahwa kita harus menahan amarah dan menghindarkan diri dari sebab yang mendatangkan kemarahan.

Marah adalah bara yang dilemparkan setan ke dalam hati anak Adam sehingga ia mudah emosi, dadanya membara, urat sarafnya menegang, wajahnya memerah dan terkadaang ungkapan serta tindakannya tidak masuk akal. Marah dapat menimbulkan perbuatan yang tidak baik seperti menyakiti orang, melempar, dan menyiksa. Pada hakikatnya setiap manusia pasti memiliki sifat marah, itu tidak dapat dipungkiri karena ini merupakan tabiat yang tidak bisa hilang dari kebiasaan manusia.

Ketika kamu melihat orang yang sedang marah karena hal sepele, lalu mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas untuk diucapkan, apa yang akan kamu lakukan? Apakah membalasnya dengan ungkapan kemarahan dan penuh emosi pula? Sebaiknya tidak, jangan lakukan itu.

Kamu tidak harus terpancing emosi dan membalas perkataan orang tersebut dengan kemarahan pula. Karena posisi orang tersebut seperti orang yang sedang mabuk, tidak terkontrol, ia tidak tahu kalimat apa yang telah ia lontarkan, semuanya spontan keluar dari mulutnya. Hal yang harus kamu lakukan hanyalah perlu bersabar menghadapinya, dengarkan ia dan jangan terlalu peduli dengan kalimatnya. Jika keadaan dan ucapannya itu ditanggapi, maka yang terjadi hanya akan menimbulkan  permusuhan, di mana hal tersebut yang diinginkan iblis, memecahkan hubungan di antara kita, karena sesungguhnya iblis telah bersamanya dan akalnya telah tertutupi. Lihatlah ia dengan penuh kehangatan, dan ingatlah bahwasanya ia adalah saudaramu. Jika ia telah selesai marah dan tersadar, maka ia pun akan menyesali sesuatu yang telah ia ucapkan dan akan meminta maaf.

Dan jika seseorang dalam keadaan marah, hendaklah ia menahan emosinya dan meminta perlindungan kepada Allah Swt dari setan yang tekutuk. Seperti yang terdapat dalam  firman Allah surah Al-Araf ayat 200, yang berbunyi :

“Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah maha mendengar lagi maha mengetahui”.

Rasulullah Saw mengajarkan agar orang yang sedang marah untuk duduk atau berbaring. Ada yang mengatakan bahwa berdiri itu siap untuk balas dendam, sedang orang yang duduk tidak siap untuk itu, dan orang yang berbaring sangat kecil baginya kemungkinan untuk balas dendam menggunakan amarah. Seperti yang terdapat dalam sebuah hadis, yang berbunyi :

“Apabila seorang dari kalian marah dalam keadaan berdiri, hendaklah ia duduk; apabila amarah telah pergi darinya, (maka itu baik baginya) dan jika belum, hendaknya ia berbaring” (HR. Ahmad).di

Jika amarah telah bergejolak dalam hati, maka ada baiknya melakukan hal seperti berikut untuk meredam amarah, di antaranya :

  1. Berlindung kepada Allah dengan membaca Ta’awwudz
  2. Mengucapkan kalimat yang baik, berzikir dan beristighfar
  3. Sangat dianjurkan untuk berwudhu
  4. Menahan diri untuk tidak mengumbar amarah, atau diam
  5. Mengingat hal buruk yang kita terima jika marah
  6. Merubah posisi, apabila marah dalam posisi berdiri segeralah duduk , dan apabila marah dalam posisi duduk hendaklah berbaring
  7. Ingat keutamaan orang-orang yang dapat menahan amarahnya

“Jangan kamu marah, maka kamu akan masuk surga” (HR. Thabrani).

Editor            : Shofiatul Husna Lubis

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles