
Penulis: Sigit Bahuraksa dan Muhammad Hanif Muzhaffar
Burung Cenderawasih adalah kelompok burung yang terkenal dengan bulu-bulu cerah dan tarian khasnya. Habitatnya di Hutan Hujan Papua dan sekitarnya. Beberapa spesiesnya terancam punah. Cenderawasih menjadi simbol keindahan alam Papua dan mendapat perhatian konservasi global. Yuk, lebih kenal dengan burung Cenderawasih!
Baca juga: Ayo! Kita Cegah Kerusakan Iklim di Indonesia
- Nama ilmiah
Paradisaeidae adalah nama marga (family) yang digunakan untuk mengelompokkan ratusan spesies burung Cenderawasih. Nama ilmiah ini berasal dari bahasa latin yang terbentuk dari dua suku kata.
- Habitat
Burung Cenderawasih mendiami hutan hujan tropis di wilayah Papua, kepulauan Maluku, dan Australia timur. Habitatnya yang lembap dan rimbun tersebut, burung Cenderawasih bersarang dan mencari makan untuk bertahan hidup.
- Jenis makanan
Burung Cenderawasih merupakan jenis burung pemakan buah-buahan dan nektar bunga. Makanan utamanya berasal dari tumbuhan yang tumbuh di dalam hutan hujan tropis tempat mereka berada.
- Panjang tubuh
Panjang tubuh beragam, spesies Cenderawasih sangat variatif, mulai dari yang paling kecil 20 cm hingga paling besar mencapai total 60 cm. Perbedaan ukuran tubuh ini dipengaruhi oleh spesies, jenis kelamin, serta gaya hidup dan makanan masing-masing jenis Cenderawasih. Namun, semuanya tetap tergolong burung berukuran sedang hingga agak besar jika dibandingkan burung lainnya.
- Ciri khas
Burung Cenderawasih memiliki beberapa ciri khas yang sangat unik dan memesona. Ciri utama burung ini adalah bulu ekor yang sangat panjang dan warna-warna yang menawan. Warna bulu jantan umumnya jauh lebih terang dan indah dibanding betina.
- Status konservasi
Status konservasi kebanyakan spesies burung Cenderawasih saat ini cukup memprihatinkan. Banyak jenis Cenderawasih yang terancam punah akibat hilangnya habitat alami dan perburuan liar untuk perdagangan satwa.
- Kebiasaan
Burung Cenderawasih jantan memiliki kebiasaan unik untuk menari guna menarik perhatian betina. Tarian khas yang dilakukan dengan cara mengembangkan dan menggerak-gerakkan bulu ekornya yang panjang dan berwarna-warni ini merupakan tradisi alami burung tersebut dalam proses mencari pasangan.
Dicari dari berbagai sumber
Baca Juga: Menilik Simbol Demokrasi: Tapak Tilas Pemilu di Indonesia
Editor : Syahda Khairunnisa

