
Penulis: M. Billy Kurniawan
Setiap orang memiliki definisi sendiri tentang kesuksesan. Sebagian orang berpendapat bahwa sukses artinya memiliki pekerjaan hebat dengan gaji besar, atau memiliki rumah mewah. Sebagian lagi mengatakan bahwa sukses artinya bisa hidup tenang, bebas, melakukan banyak hal yang disukai, atau memiliki banyak waktu bersama keluarga. Namun, dalam banyak hal, standar sukses seseorang sering kali bukan berasal dari dirinya sendiri, melainkan dari ekspektasi yang dibentuk lingkungan sekitar. Lalu, apakah setiap orang benar-benar mengejar kesuksesan yang diinginkannya, atau hanya mengikuti apa yang dianggap sukses oleh orang lain?
Baca Juga: PPN Naik hingga 12 Persen, Apa Alasan Pemerintah?
Kita sering kali mendapatkan gambaran bahwa sukses berarti memiliki pekerjaan tetap, menikah di usia tertentu, dan hidup dengan pencapaian yang bisa dibanggakan di mata orang lain. Semua harapan itu datang dari keluarga yang ingin melihat anaknya sukses secara finansial, atau dari teman sebaya yang membuat seseorang merasa harus mengejar sesuatu dalam waktu yang sama.
Setiap hari, kita tentu melihat orang-orang membagikan pencapaian mereka, entah itu lulus dari universitas tertentu, memenangkan kejuaraan sains, lulus akademi militer, dan sebagainya. Pernahkah kita menyadari bahwa kita sering kali membandingkan diri kita dengan mereka? Seakan-akan, jika belum mencapai hal yang sama, timbul perasaan tertinggal dan merasa tidak cukup baik. Akhirnya, banyak orang mengejar kesuksesan bukan dari hati mereka, tetapi hanya demi validasi dari lingkungan sekitar.
Kita sering merasa tidak puas meskipun sudah mencapai apa yang dianggap orang lain sebagai sukses. Contohnya, seseorang bekerja di perusahaan dengan gaji besar, tetapi merasa hampa karena tidak menyukai pekerjaannya. Ada juga yang memilih pekerjaan yang disukai, tetapi mendapat tekanan dari keluarga karena dianggap tidak menjanjikan secara finansial. Hal semacam ini dapat memunculkan perasaan bahwa seseorang tidak pantas mendapatkan kesuksesan yang telah dicapai (imposter syndrome). Akibatnya, bagi banyak orang, pencapaian mereka tidak berarti karena tidak sesuai dengan ekspektasi sosial.
Kesuksesan tidak selalu berkaitan dengan uang. Ada yang merasa sukses karena bisa memiliki waktu bersama keluarga, menjalani hidup tenang, atau bekerja di bidang yang disukai meskipun pendapatannya tidak sebesar orang lain. Contohnya, seorang guru yang bahagia karena mengajar dan membantu muridnya berkembang, bisa merasa lebih sukses daripada orang yang bekerja di perusahaan besar tetapi merasa tertekan setiap hari. Dari sini, kita dapat memahami bahwa sukses bukan soal berapa banyak yang kita miliki, tetapi seberapa puas kita atas apa yang telah dijalani.
Sudahlah, tak perlu mengejar standar yang ditentukan orang lain demi validasi yang membuat kita tidak tenang dan tidak bahagia. Mari kita mulai dengan mendefinisikan kesuksesan versi diri kita sendiri. Mulailah dengan membuat pertanyaan yang dapat kita tanyakan pada diri sendiri, seperti:
- Apakah saya benar-benar menginginkan hal ini, atau karena takut tertinggal dengan orang lain?
- Sebenarnya apa yang membuat saya merasa puas dan bahagia dalam hidup?
- Apa yang sebenarnya akan saya lakukan jika tidak ada ekspektasi sosial?
Jawaban dari pertanyaan ini dapat membantu kita memahami bahwa sukses itu subjektif. Tak perlu mengikuti jalan orang lain, karena setiap orang memiliki perjalanan hidupnya sendiri. Kesuksesan bukan tentang memenuhi standar orang lain, tetapi menemukan makna perjalanan hidup kita sendiri.
Kesuksesan tidak memiliki satu definisi saja. Ia mencakup keberhasilan dalam berbagai aspek kehidupan dan sangat bergantung pada nilai-nilai serta tujuan individu. Yang terpenting adalah mendefinisikan kesuksesan sesuai dengan apa yang benar-benar penting bagi diri sendiri, bukan berdasarkan ekspektasi orang lain.
Jadi, apakah kita masih ingin mengejar kesuksesan versi orang lain, atau sudah siap untuk menentukan versi kita sendiri?
Baca Juga: Penyandang Disabilitas Tak Menyurutkan Aksi Melakukan Pelecehan Seksual
Editor: Ummy Syafitri

