
Penulis: M. Abrar Putra Kaya Harahap
Memasuki masa “Quarter Life Crisis” atau yang lebih kita kenal masa di mana kita memasuki usia 20-an hingga 30-an. Quarter life crisis menjadi masa yang paling meresahkan bagi generasi muda. Selama quarter life crisis, kamu mungkin merasa cemas, bingung, atau tidak yakin tentang pilihan-pilihan yang telah kamu buat, serta meragukan prestasi dan keberhasilan. Keraguan dan kebingungan yang muncul dalam fase hidup ini bisa dipicu oleh berbagai mindset yang pada akhirnya akan menghambat perkembangan diri.
Mindset yang keliru seperti ini akan semakin menambah rasa cemas akan kehidupan kita di masa yang akan datang. Quarter life crisis yang terjadi dalam diri akan semakin parah, bahkan kamu bisa kehilangan arah tujuan hidupmu. Mulai dari sekarang kamu harus membuang jauh-jauh pikiran yang keliru dalam dirimu, kamu harus berani mengambil tindakan dan menghadapi masa-masa quarter life crisis. Lantas, apa saja sih mindset keliru yang akan memperparah fase quarter life crisis. Yuk, simak selengkapnya.
Baca Juga: Mengenal Asuransi dari Nol ala Felicia Putri Tjiasaka
- Keinginan sukses dalam sekali percobaan
Kesuksesan akan sangat sulit didapatkan dalam sekali percobaan saja, jika kita berpikir bahwa akan sukses ketika melangkah ke dunia baru, maka itu adalah hal yang amat keliru. Berpikir seperti ini hanya akan membuat diri menjadi stres dalam meraih masa depan, stop berpikir bahwa kamu bisa dalam sekali lompatan.
Karena, ketika kamu gagal hal ini hanya akan menjadi bumerang yang akan mengakibatkan dirimu hancur. Berpikir seperti ini hanya akan menambah diri stres di fase quarter life crisis, tanamkan dalam diri, “aku akan sukses walau beberapa kali percobaan”.
- Berpikir di usia tua sudah telat belajar
Tidak ada kata telat dalam belajar, selagi kamu masih sehat teruslah belajar demi masa depanmu. Dunia akan terus mengalami perkembangan dan perubahan secara signifikan, maka manusia harus selalu mengikuti perkembangan zaman. Belajar tidak ada kata terlambat, walaupun usia sudah tua tetapi umur bukanlah penghambat untuk diri menempuh pengetahuan baru. Konsep belajar itu seumur hidup demi mengikuti perkembangan zaman dan mengetahui berbagai macam pengetahuan baru yang belum didapatkan ataupun hanya sekadar memperdalam ilmu pengetahuan. Di tengah gempuran quarter life crisis belajar itu perlu, agar pengetahuan dan skill yang ada dalam diri dapat dikembangkan agar orang lain tidak dengan mudah menjatuhkan.
- Tidak berani mencoba hal baru sebelum diri siap
Generasi muda harus berani mengambil langkah dan mencoba hal-hal baru demi mengahadapi masa depan yang cerah. Hilangkan kata jangan dulu dalam diri, “Jangan dulu deh, aku belum siap 100%”. Kalimat inilah yang akan mengganggu perkembangan diri menuju tahap selanjutnya, padahal kamu harus mencoba terlebih dahulu walaupun kamu nantinya akan gagal. Akan tetapi, dari kegagalan itulah karakter dalam diri bisa terbentuk dan kegagalan mengajarkan arti bahwa suatu saat kamu akan sukses dipercobaan selanjutnya. Hilangkan pikiran takut untuk mencoba demi meredam rasa stres dan kebingungan yang dimiliki pada fase quarter life crisis.
- Mengabaikan kesehatan dengan anggapan masih muda
Memandang kesehatan sebagai sesuatu yang tidak perlu dikhawatirkan pada usia muda bisa menjadi pandangan yang menyesatkan. Memang, usia muda sering dianggap sebagai masa di mana tubuh masih kuat dan tahan terhadap banyak hal. Akan tetapi, jika kamu mengabaikan pola hidup sehat seperti mengabaikan jadwal makan, hal ini yang akan membuat berbagai penyakit menghantuimu terutama penyakit lambung. Tidak ada salahnya kamu makan dengan teratur, jangan kamu beranggapan bahwa dirimu masih muda dan kuat, sehingga kamu abai akan kesehatan.
- Menilai diri gagal sebelum mencoba
Memang pada masa quarter life crisis, pikiran-pikiran putus asa dapat dengan mudah mengintai dan menghantui diri. Pikiran-pikiran putus asa dalam quarter life crisis bisa mengambil berbagai bentuk, seperti merasa tidak berdaya menghadapi masa depan, meragukan kompetensi diri, menilai diri tidak akan pernah sukses dan selalu gagal dalam percobaan. Untuk menghindari ketakutan akan kegagalan di masa depan cobalah untuk membuka pikiranmu bahwa kamu adalah apa yang kamu pikirkan. Dalam artian berpikirlah bahwa kamu bisa meraih masa depan yang baik, karena dengan pikirannmu inilah yang akan membuatmu terpacu untuk sukses.
Di masa quarter life crisis ada baiknya kamu hilangkan mindset yang keliru dalam dirimu. Hadapilah masa quarter life crisis ini dengan bijak, jangan takut untuk melangkah kedepan, kamu pasti bisa. Semangat!
Baca Juga: Filosofi dan Asal Mula Jajanan Tradisional Khas Betawi
Editor: Annisa

