Makkah Menghijau, Fenomena Alam atau Janji Allah?

- Advertisement - Pfrasa_F
Foto: Redaktur Online (Dok. Pribadi)

Penulis: Rofitrah Fadli Sihombing 

Kota Makkah merupakan kota suci bagi umat muslim, banyak yang datang ke sana untuk melaksanakan ibadah haji. Namun, tak lama ini Kota Makkah sedang ramai diperbicangkan. Hal itu disebabkan karena unggahan akun Twitter @makkahregion yang memperlihatkan pegunungan dan jalan kota suci tersebut ditumbuhi oleh tanaman hijau.

Tak ayal, komentar berdatangan dari beberapa masyarakat muslim di dunia. Pasalnya, peristiwa tersebut merupakan hal yang langka bahkan tidak mungkin untuk terjadi. Dalam pemikiran pribadi, bagaimana bisa gurun yang sangat panas itu ditumbuhi oleh rerumputan hijau?

Adapun dalam beberapa komentar dalam postingan yang diunggah pada 7 Januari 2023 tersebut, mengagumi dan memperlihatkan video maupun foto tanaman hijau di wilayah Arab Saudi tempat mereka tinggal.

Sebagian besar masyarakat muslim yang melihat postingan tersebut, mengaitkannya dengan hari kiamat. Banyak persepsi mengatakan bahwa dengan timbulnya peristiwa aneh pada tanah arab itu, dunia tak lama lagi akan berakhir. Pemikiran ini muncul dikarenakan adanya Hadis Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang berbunyi:

“Hari kiamat tidak berlaku sehingga tanah Arab menjadi subur makmur kembali dengan padang-padang rumput dan sungai-sungai.” (HR. Muslim)

Serupa dengan Hadis di atas, bersumber dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, yang kemudian secara turun-temurun diceritakan kepada ayahnya Suhail hingga Qutaibah bin Sa’id, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Tidak akan terjadi hari kiamat, sebelum harta kekayaan telah tertumpuk dan melimpah ruah, hingga seorang laki-laki pergi ke mana-mana sambil membawa harta zakatnya, tetapi dia tidak mendapatkan seorang pun yang bersedia menerima zakatnya itu. Dan sehingga tanah Arab menjadi subur makmur kembali dengan padang-padang rumput dan sungai.” (HR. Muslim).

Sebagai umat muslim, sudah pasti kita berpedoman pada Al-Qur’an dan Hadis. Tentu saja dengan keberadaan Hadis di atas, maka yakin pulalah kita bahwa peristiwa yang terjadi pada kota kelahiran Nabi Muhammad saw. tersebut merupakan pertanda bahwa hari kiamat akan tiba.

Namun, pemikiran kontra pun ikut serta dalam hal ini. Sebagian besar masyarakat menjelaskan peristiwa aneh tersebut dengan fakta ilmiah. Dikatakan bahwa peristiwa ini terjadi karena curah hujan yang tinggi dan merata di wilayah Arab Saudi. Sebelum hujan tinggi turun, Kota Makkah mengalami kekeringan di berbagai wilayah. Hal itulah yang menyebabkan tanah Arab menjadi subur dan ditumbuhi pula oleh tanaman hijau seperti dalam video.

Itulah penjelasan ilmiah mengenai peristiwa langka tersebut. Akan tetapi, sudah wajar bagi masyarakat muslim berpikir akan kematian dan hari kiamat. Sehingga kita sebagai umat muslim akan selalu takut untuk melakukan perbuatan yang dilarang Allah Subhanahu wa ta’ala. 

Adapun tanda kiamat yang disebutkan Rasulullah saw. antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Munculnya kabut (Dukhon),
  2. Kemunculan Dajal,
  3. Munculnya Dabbah,
  4. Terbitnya matahari dari barat,
  5. Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj,
  6. Munculnya Isa bin Maryam,
  7. Gerhana di timur,
  8. Gerhana di barat,
  9. Gerhana di Jazirah Arab,
  10. Adanya api yang muncul dari Yaman, kemudian menggiring manusia ke tempat berkumpul.

Akhir kata, marilah kita merenungkan diri akan perbuatan kita di dunia. Bertanyalah pada diri sendiri, sudahkah kita berbuat kebajikan hari ini? Atau sudahkah kita berbuat baik pada Allah? Allah saja Maha Baik pada hamba-Nya, kenapa kita tidak membalas kebaikan itu dengan bertaqwa?

- Advertisement -

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles