
Penulis : Nona Amanda Fitria
Zaman sekarang, sudah tak asing lagi kita mendengar kata “Skincare”. Skincare dalam bahasa Inggris yang berarti skin atau kulit dan care memiliki arti peduli atau mengurus. Mengutip dari laman Halodoc.com, skincare adalah rangkaian perawatan penting supaya menjaga kulit tetap sehat dan glowing. Penerapan skincare yang tepat dapat membantu mengembalikan kesegaran kulit setelah seharian beraktivitas.
Berikut beberapa alasan mengapa menggunakan skincare itu bernilai ibadah.
- Bentuk rasa syukur atas karunia berupa kulit wajah yang telah Allah ciptakan
Kulit wajah yang telah Allah ciptakan, harus kita syukuri dengan baik. Salah satu bentuk rasa syukur kita yaitu, dengan merawat dan menjaganya menggunakan skincare. Dengan begitu, berarti kita telah menjaga dan merawat kulit wajah yang telah Allah ciptakan.
- Menjaga kebersihan kulit
Islam adalah agama yang sangat mengutamakan kebersihan, seperti yang terdapat dalam hadis Nabi saw. “Kebersihan sebagian dari iman” (HR.Tirmidzi). Dengan kita menggunakan skincare, berarti kita telah menjaga kebersihan wajah kita dan sudah menerapkan hadis Nabi di atas.
- Menjaga ciptaan Allah, agar sel-sel kulit selalu baik
Sel-sel pada kulit wajah jika tidak dibersihkan dan dirawat, akan menjadi sel-sel kulit mati yang menumpuk, yang dapat menyebabkan wajah berjerawat dan beruntusan. Sel-sel kulit yang telah Allah berikan harus selalu kita jaga dan rawat agar tetap selalu baik. Cara mengangkat sel-sel kulit mati adalah dengan melakukan eksfoliasi (salah satu rangkaian pada skincare)
Menggunakan skincare dapat menjadi ibadah jika dibarengi niat yang tulus karena Allah Swt. dan juga niat menjaga serta merawat ciptaan-Nya. Sebaliknya, menggunakan skincare dapat menjadi ladang dosa apabila tujuannya hanya agar terlihat cantik dan mendapatkan pujian dari manusia. Poinnya, dalam Islam semua kegiatan dapat menjadi ibadah apabila dibarengi dengan niat dan tujuan karena Allah Swt.
Selain itu, kita juga harus memperhatikan kehalalan dari skincare yang kita gunakan, baik dari segi kandungan maupun dari segi pembuatannya. Karena skincare yang kita gunakan akan meresap ke kulit dan tubuh kita, sehingga dapat berdampak pada iman dan ibadah kita.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam memilih skincare:
- Terdapat label MUI dan kode BPOM
Jika skincare yang kita gunakan sudah terdapat label MUI dan BPOM, maka sudah dipastikan kehalalannya. Karena badan MUI dan BPOM sudah memeriksa dan menjamin keamanan dalam produk tersebut.
- Tidak mengandung alkohol yang dilarang
Dalam beberapa produk skincare, ada yang mengandung bahan alkohol, tidak semua jenis alkohol dilarang untuk digunakan dalam skincare. Misalnya, alkohol denat yang digunakan berfungsi agar bahan aktif dari suatu produk dapat lebih mudah terserap ke kulit. Nah, kandungan alkohol yang dilarang di sini adalah alkohol yang berasal dari beverage industry atau pabrik khamr yang dapat menyebabkan efek samping pada penggunaannya.
- Memperhatikan komposisi bahan utama
Secara umum, skincare yang berbahan dasar dari bahan-bahan tumbuhan seperti, Centella asiatica, Daun baru cina atau Mugwort, Babchi, Calendula, dan lain sebagainya, sudah dipastikan aman dan halal, kecuali ada campuran dari enzim hewan yang dapat membuatnya menjadi haram.
Saat menggunakan Skincare ternyata kita sudah merawat kulit sekaligus melakukan ibadah. Layaknya menjaga kesehatan kulit dan meningkatkan rasa syukur kita kepada Allah Swt. Nah, menurut kalian bagaimana? Apakah penggunaan skincare ini termaksud ibadah atau tidak?
Editor: Kauria Rawia

