
Oleh : Dhanu Nugroho Susanto
Anak-anak menjadi sasaran generasi emas setiap bangsa. Menjadi garda terdepan dalam memajukan bangsa. Hingga ada satu kalimat yang menyatakan bahwa “Masa depan bangsa bergantung pada masa depan anak-anaknya”. Kalimat tersebut tak bisa dipungkiri, sebab ini sudah menjadi jalan alam untuk regenerasi kehidupan.
Pendidikan terbaik akan menjadi prioritas kita kepada anak-anak kita. Sebagai orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, sekalipun orang tua mereka bukan orang baik. Memelihara sopan santun, menumbuhkan nilai kebaikan, sudah menjadi harga mati untuk tanggung jawab orang tua terhadap anaknya.
Namun, semua niat baik itu seakan di kotori oleh aksi radikalisme dan terorisme yang dilakukan oleh ISIS (Islamic State of Iraq and Syria). Isu terbaru yang beredar adalah pelatihan militer kepada anak-anak di kawasan Asia, termasuk juga anak-anak dari Indonesia. Begitu mirisnya mendengar pembicaraan yang lagi marak di khalayak publik ini.
Pantaskah jika mereka yang sedari anak-anak seperti itu sudah diajarkan untuk bersikap menjadi seorang teroris. Mereka sudah dibekali kemampuan untuk menggunakan senjata, dan memainkan strategi perang yang sangat berbahaya untuk mereka tentu saja. Anak-anak yang seharusnya mendapatkan waktu bermain bersama teman-teman, mengukir cita-cita ketika dewasa nanti.
Dimanakah para orang tua mereka? apakah mereka korban penjualan anak? Atau bahkan orang tua mereka juga terlibat dalam golongan ISIS ? hal ini menjadi pertanyaan besar di dalam lubuk pikiran kita.
Usia anak-anak yang tidak seharusnya berada disana, mereka melakukan tindakan radikal dan teroris yang mengatasnamakan jihad. Mereka kelompok yang salah dalam pemahaman ajaran agama yang sesungguhnya. Bahkan tidak ada satu pun agama di muka bumi ini yang mengajarkan untuk kita menghancurkan dan membunuh saudara kita sendiri. Semua agama mengajarkan kita untuk menjadi insan yang saling mengasihi dan berbuat baik kepada sesama manusia maupun kepada bumi yang kita pijak.
Usia anak-anak adalah masa emas untuk perkembangan generasi. Jangan biarkan mereka anak-anak kita berkembang kepada hal-hal yang buruk hingga melakukan aksi radikal dan terorisme. Mari sama-sama kita jaga generasi kita, karena generasi kita generasi damai.
Salam damai.
Generasi kita Generasi damai.

