Adab Memulai Obrolan Daring Kepada Orang Lain

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Internet Kompasiana.com)

Penulis: Nur Azizah Hanifah

Kata adab tak asing lagi terdengar di telinga kita. Dalam kehidupan sehari-hari, seluruh kegiatan kita dikelilingi oleh adab. Apa, sih, adab itu? Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adab adalah kehalusan dan kebaikan budi pekerti, kesopanan, akhlak. Nah, selain makan, minum, bersin, menguap, bercanda dan lain-lainnya, adab memulai obrolan atau biasa disebut chatting juga sangat penting, loh!

Pada dasarnya kita adalah manusia, pun yang sedang kita chat. Sangat penting untuk kita memiliki adab, karena adab juga menjadi tolak ukur pembeda antara manusia dengan hewan. Saat ini, cara berkomunikasi kita dengan sesama manusia dapat dipermudah via ponsel. Jadi, kalau memulai chat jangan gunakan “P”, ya! Harus dimulai dengan sopan (baiknya awali dengan salam), sertakan perkenalan diri untuk yang belum pernah di-chat atau mungkin baru kenal, kemudian beri penjelasan maksud dan tujuan kita memulai chat-nya. Penuh hormatlah dan gunakan struktur kata yang baik sebagai sesama manusia, ya, Sobat! 

Teruntuk kita yang masih memulai chat dengan “P”, tak peduli pada teman, adik-an, atau bahkan yang belum kenal dekat terlebih sampai nge-spam demi minta dikerjakan tugasnya atau melihat tugas, kita sedang minta tolong atau membebankan tanggung jawab kita ke orang lain, ya? Baiknya, jangan membebankan teman apalagi menargetkan teman yang gak enakan buat bertanggung jawab atas tugas kita, kemudian kita berlindung dari kalimat “Sama teman pelit banget, sih!”. 

Buat teman-teman yang sering gak enakan, minimalisir lah sifat itu dengan orang yang sulit tahu diri, silakan dipikir-pikir lagi. Kalau minta tolongnya wajar, boleh banget  untuk ditolong. Tapi, kalau sudah minta dikerjakan tugas tersebut full yang padahal tenggat kita dengan dia itu sama, kita sangat dibolehkan menolaknya dengan sopan.

Dengan bersikap tegas begitu, kita tidak membiarkan teman atau siapapun bersikap seenaknya, dan utamanya kita tidak membiarkan ia menjadi orang yang semena-mena kepada orang lain. Pastilah maksud kita agar ia menjadi orang yang lebih menghargai orang lain dan dirinya sendiri. Sebab, semua manusia diberi akal untuk berpikir juga tenaga untuk mengerjakan kegiatan apa pun, selagi ada niat yang dimiliki hati kita. 

Mulailah berkomunikasi yang baik kepada orang lain. Baik sesama muslim atau pun lainnya, dengan membiasakan berkata atau bersikap yang baik, akan membuat diri kita bisa begitu. Alah bisa, karena biasa. Jadikan ini sebagai sedikit pengingat agar kita lebih menghargai orang lain, ya, Sobat!

Editor: Rika Wulandari

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles