
Penulis: Fitri Fadila Pakpahan
“Aku baik-baik saja” menjadi kalimat andalan orang-orang yang selalu bisa menyembunyikan kesedihannya. Mereka juga merasa bahwa menunjukkan tanda depresi adalah kelemahan dan akan membebani orang lain, bahkan merasa dunia akan lebih baik jika dirinya tidak ada.
Seseorang yang selalu terlihat baik-baik saja, sejatinya belum tentu benar begitu adanya. Sering kali orang-orang ini menyembunyikan lukanya agar selalu terlihat bahagia, padahal dalam hati kecilnya dia sedang kalut, gelisah, dan gundah gulana.
Keterpaksaan agar menjadi figur yang baik di depan semua orang, segan untuk bercerita kepada orang lain, membuat sebagian orang lebih memilih berbohong bila ditanya keadaannya dengan kalimat “aku baik-baik saja”.
Dalam dunia psikologi, kebiasaan ini dinamakan sebagai High Functioning Depression (HFD). HFD atau smilling depression adalah istilah untuk seseorang yang hidup dengan depresi di dalam diri namun tampak bahagia di luar. Lihainya mereka menyembunyikan luka, bahkan membuat kehidupan mereka terlihat sempurna.
Aini Zuhrotul Afidah, wanita berumur 20 tahun mengaku sering mengatakan dirinya baik-baik saja. Padahal dalam keadaan yang sebaliknya, semua ini Aini lakukan karena tidak ingin bercerita tentang kesedihannya kepada orang lain.
Seorang mahasiswa Zahid Mubarak, juga membenarkan pernyataan ini. Menurutnya, berpura-pura bahagia itu memang sering ia lakukan karena tidak ingin menunjukkan kesedihannya kepada orang lain. Zahid beranggapan kesedihan itu tak perlu ditunjukkan kepada orang lain.
Pengakuan Aini dan Zahid membuktikan HFD ini banyak dirasakan oleh orang-orang disekitar kita. Rasa malu, dan merasa masalah itu tidak perlu diumbar adalah alasan utama mereka menyembunyikan lukanya.
Dilansir dari Sehatq.com, tanda-tanda High Functioning Depression ini nyaris tidak terdeteksi, begini tanda-tandanya:
- Merasa berpura-pura secara terus-menerus,
- Perlu perjuangan untuk melewati hari,
- Merasa sangat lelah ketika tiba di rumah,
- Mengalami siklus emosi yang buruk,
- Mencoba untuk fokus sekuat tenaga,
- Putus asa dan tak percaya diri,
- Berpikir untuk bunuh diri.
Jika kamu merasa mengalami HFD ini, kamu perlu menceritakannya kepada orang terdekat yang kamu percayai. Tetapi, bila keadaan tak juga membaik dan membuatmu tenang, sebaiknya konsultasi ke psikolog tentang kejiwaanmu.
Orang yang suka menyembunyikan lukanya yang sudah mendalam akan berisiko membuat diri semakin lelah secara psikis, maka jangan berlama-lama memendam luka dan segeralah cari solusi dari masalahmu. Kamu punya hak untuk bahagia dengan tidak terus-menerus menyembunyikan luka, percayalah kamu butuh orang lain sekedar sebagai pendengar.
Editor: Adelini Siagian

