
Penulis: Dona Dwi Novita
Sering kali kita menganggap batuk sebagai hal yang sepele. Padahal, adakalanya batuk tidak bisa dianggap sepele, yaitu pada saat batuk berlangsung selama lebih dari dua minggu dan tak kunjung sembuh meski sudah minum obat. Maka, perlu kita waspadai karena hal ini bisa menjadi tanda penyakit serius yang mengancam jiwa. Berikut ini bahaya penyakit serius akibat dari batuk berkepanjangan.
Pertusis
Pertusis merupakan penyakit menular yang disebabkan adanya infeksi bakteri pada paru-paru dan saluran pernapasan. Biasanya ditandai dengan batuk keras terus-menerus setelah tarikan panjang. Gejala awal yang bisa kita rasakan yakni pilek, batuk ringan, dan demam. Kemudian, lama-kelamaan jika tidak segera ditangani akan menjadi batuk yang tak kunjung sembuh dan bisa berkembang menjadi penyakit Pneumonia.
Kanker Paru
Batuk sering kali menjadi satu-satunya tanda penyakit kanker paru selain disebabkan oleh rokok. Gejala yang bisa dirasakan yakni jika batuk sudah berlangsung lebih dari dua minggu dan disertai batuk berdarah, suara serak, lendir berwarna, nyeri menelan, dan nyeri di dada. Kanker paru tidak hanya diwaspadai oleh perokok, melainkan yang tidak merokok juga.
Pneumonia
Pneumonia dapat dirasakan apabila batuk tidak kunjung sembuh dan disertai gejala sulit bernapas, nyeri dada, demam, lendir batuk berwarna hijau atau kekuningan. Jika gejalanya sudah anda rasakan maka segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter.
PPOK
PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik) merupakan penyakit paru yang banyak ditemui. Biasanya, penyakit paru ini disebabkan oleh kesulitan bernapas. Selain dialami oleh orang yang merokok, mantan perokok juga dapat mengalami penyakit paru ini yang dapat dirasakan karena batuk berkepanjangan dengan banyak lendir dan juga sesak napas. Jangan abaikan penyakit PPOK ini, karena bisa menurunkan fungsi paru.
Tuberkulosis (TB)
Tuberkulosis atau yang biasa kita kenal dengan TB atau TBC merupakan penyakit paru yang disebabkan oleh kuman tuberkulosis. Gejala yang dapat dirasakan yakni batuk-batuk yang berkepanjangan dan tak kunjung sembuh, nyeri dada, kelelahan, penurunan berat badan, demam, berkeringat di malam hari, bahkan terkadang sampai batuk berdarah. TB bisa berakibat fatal jika tidak diobati secara tuntas, yaitu sampai enam bulan masa pengobatan dengan minum antibiotik secara rutin. Orang yang tidak patuh konsumsi antibiotik bisa menyebabkan kuman tuberkulosis resistansi terhadap antibiotik sehingga penyembuhan jadi lebih lama dan sulit, serta kuman tuberkulosis bisa menyebar ke tulang belakang, persendian, otak, bahkan jantung.
Lalu, bagaimana kita bisa mengenali penyebab batuk berkepanjangan?
- Polusi udara
Polusi udara dapat menjadi penyebab batuk yang berkepanjangan karena paparan polusi udara yang ada di sekitar lingkungan kita, seperti rumah, sekolah, kampus, atau tempat bekerja tentu saja akan banyak terdapat partikel debu, jamur, atau bahan kimua yang menguap yang bisa menjadi resiko terjadinya batuk terus-menerus. Sehingga kita harus lebih berhati-hati.
- Asma
Jika kita memiliki sakit asma, waspada terhadap batuk yang diderita karena batuk berkepanjangan yang disebabkan oleh asma biasanya terjadi ketika infeksi menyerang saluran pernapasan atau setelah terpapar faktor pemicu serangan asma, seperti paparan asap rokok, bahan kimia, atau wewangian.
- Postnasal drip
Postnasal drip merupakan salah satu penyebab batuk terus-menerus yang terjadi akibat adanya dahak berlebih pada hidung atau rongga sinus yang terkumpul di bagian belakang tenggorokan. Biasanya munculnya dahak yang berlebih disebabkan oleh sinusitis.
- Penyakit asam lambung
Asam lambung menjadi penyebab batuk berkepanjangan karena asam lambung yang naik ke kerongkongan dan mengiritasi kerongkongan dapat merangsang refleks batuk, sehingga ketika hal ini terus-menerus terjadi, dapat memicu batuk kronis atau batuk berkepanjangan yang dapat memperburuk penyakit asam lambung.
- Obat tekanan darah
Selain dari berbagai penyakit, batuk berkepanjangan juga dapat disebabkan oleh obat medis tertentu, misalnya obat penghambat enzim pengubah angiotensin atau ACE inhibitor, yang biasanya diresepkan untuk penderita tekanan darah tinggi atau gagal ginjal.
Maka dari itu, jangan pernah abaikan batuk yang berkepanjangan. Segera periksa ke dokter apabila terdapat gejala-gejala lain yang menyertai batuk, seperti batuk berdarah atau sesak napas. Mari kita mulai mengenal penyebab batuk terus-menerus sejak dini agar kita dapat terhindar dari bahayanya serta mendapat penanganan yang tepat.
Editor: Putri Khairunnisa Nabilah

