Chemical dan Physical Sunscreen, Mana yang Lebih Bagus?

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Internet https://beautybeat.id)

Penulis: Amelia Pratiwi

Sunscreen adalah lotion pelindung dari sinar matahari yang bisa menyerap ke dalam lapisan teratas kulit untuk menyerap sinar matahari yang sudah masuk ke dalam kulit. Sunscreen dikenal sebagai produk anti aging terbaik. Selain untuk mengurangi resiko terkena kanker kulit, sunscreen juga dapat mencegah tanda–tanda penuaan dini. Siapa yang memiliki masalah kulit berjerawat dan bekas jerawat yang susah hilang? Pasti kamu merasa kesal, apalagi jika sudah dibantu dengan bahan aktif skincare yang lain tapi tak kunjung hilang. 

“Aku udah rutin skincare-an, double cleansing setiap hari juga, bahkan peeling wajah seminggu 3 kali juga udah. Tapi kenapa masih jerawatan dan bekasnya enggak hilang-hilang udah 2 bulan?”  

Coba diingat-ingat kembali, kamu rutin pakai sunscreen tidak? Rajin re-apply ulang sunscreen selama 3 jam sekali tidak? Pakai sunscreen sebanyak dua ruas jari tidak? Suncreen termasuk basic skincare yang wajib kamu pakai tanpa boleh terlewat sedikit pun. Kalau kamu pikir niacinamed dan Vit C lebih penting daripada sunscreen, kamu salah besar. Sunscreen adalah kunci utama dari semua produk skincare yang kamu punya untuk membuat kulitmu terlihat sehat dan bersinar. 

Sobat kampus tau enggak, kalau sunscreen itu ada 2 jenis, yaitu chemical sunscreen dan physical sunscreen. Lalu mana yang terbaik untuk kulitmu? Sebenarnya baik chemical atau physical, mereka mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dilansir dari beautyparty.id, physical sunscreen sering kali disebut sebagai mineral SPF alami karena terbuat dari bahan aktif, sementara itu chemical sunscreen diproduksi dari bahan karbon.

Meskipun keduanya sama-sama bisa menjaga kulit dari sinar UVA dan UVB, masa proteksi keduanya beragam. Biasanya physical sunscreen memiliki masa perlindungan lebih lama dan dapat bekerja secara instan. Sedangkan chemical sunscreen perlu untuk ditunggu selama 20-30 menit sebelum terkena paparan sinar matahari. Kelebihan dari tabir surya dengan bahan chemical, ia mampu terserap ke dalam kulit lebih cepat sehingga lebih sulit untuk terhapus air atau keringat, sehingga cocok digunakan untuk ke pantai. 

Baik chemical atau physical sunscreen yang akan kamu pilih, ada beberapa hal yang wajib ada di dalam sunscreen, yaitu broad spectrum/PAA+++, fragrance free, non-comedogenic, SPF 30 atau lebih. Kenapa harus SPF 30, sih? Dilansir dari journal.sociolla, kulit normal manusia bisa bertahan di bawah sinar matahari sekitar 10-15 menit hingga kulit perlu mendapat perlindungan dari produk tabir surya. Nah, itu berarti jumlah SPF menentukan 10 kali lipat kulit terlindungi sebelum terbakar. Semakin tinggi nilai kandungan SPF-nya, mengindikasikan seberapa kuat perlindungan yang disediakan oleh tabir surya tersebut.

Produk yang mengandung SPF 15 akan memberikan ketahanan selama 10 menit x 15 = 150 menit atau 2,5 jam, sedangkan produk yang mengandung SPF 50, akan memberikan ketahanan selama 10 menit x 50 = 500 menit atau 8 jam lebih. Melihat perhitungan ini, kamu dapat memilih kira-kira SPF dan jenis sunscreen mana yang cocok untuk melindungi wajah dan tubuh saat berlibur di pantai atau sekadar berjalan-jalan di mall.

Bagaimana? Pilih chemical atau physical sunscreen? Jenis sunscreen apapun yang kamu pilih, tetap saja yang terbaik adalah sunscreen yang selalu kamu pakai setiap hari.

Editor: Afrianti Safitri

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles