
Penulis: Rizky Chairunnisyah
Di masa pandemi Covid-19 yang masih berkepanjangan membuat segala aktivitas terhambat dan hanya mengandalkan ponsel pintar sebagai media yang paling mudah digunakan masyarakat, khususnya anak milenial saat ini. Berbagai aktivitas dilakukan mereka mulai dari belajar, membaca, hingga menuai pembelajaran sendiri (otodidak) melalui ponsel pintar.
Dalam masa pembelajaran yang serba daring seperti ini tidak menutup kemungkinan anak-anak akan merasa jenuh akan hal yang berulang kali dilakukan. Untuk itu, gim online menjadi pelarian utama bagi anak pada usia muda atau remaja. Gim online adalah permainan yang mudah diakses semua orang khususnya anak-anak yang hanya mengandalkan jaringan internet. Gim online juga mudah didapatkan melalui platform mana saja seperti komputer pribadi (PC), konsol game (alat khusus bermain gim), dan yang paling mudah itu di dalam ponsel pintar.
World Health Organization (WHO) pada tahun 2018 mendefinisikan kecanduan gim online sebagai gangguan mental yang dimasukkan ke dalam Intenational Clasification of Diseases (ICD-11). Hal ini ditandai dengan gangguan kontrol atas gim dengan meningkatnya prioritas yang diberikan pada gim lebih dari kegiatan lain. Perilaku tersebut justru malah sering dilanjutkan walaupun memberikan konsekuensi negatif pada dirinya.
Dampak gim online sendiri juga mampu mengecam beberapa aspek yang mampu merusak generasi bangsa, di antaranya:
- Aspek kesehatan
Kecanduan gim online justru sangat menguras aspek kesehatan remaja. Bermain gim online yang berkelanjutan ini mampu membuat remaja mengurangi aktivitas fisiknya, sehingga tidak menimbulkan pergerakan apa pun pada ototnya serta mengurangi jam istirahatnya. Kalau sudah seperti ini, kinerja pada otak remaja sulit untuk menerima asupan pikiran di luar kendalinya dan menjadikannya sebagai orang yang berpikir lambat.
- Aspek akademik
Gim online yang sangat berkelanjutan membuat kebanyakan remaja mengesampingkan pembelajaran tingkat pendidikannya. Akibat terganggunya aspek kesehatan membuat remaja pada umumnya terganggu sehingga kemampuan menyerap pelajaran yang disampaikan guru tidak maksimal.
- Aspek sosial
Menghabiskan waktu di hadapan platform gim online semakin membuat remaja sangat membatasi dirinya di lingkungan luar. Meskipun terjadi sosialisasi di dalam dunia gim, tetapi tingkat sosialisasi di dunia nyata juga perlu dilakukan guna menjalin hubungan sosial khususnya yang terdekat.
- Aspek keuangan
Jaringan internet yang merupakan syarat wajib penggunaan gim online memakan biaya yang tak sedikit. Aspek keuangan justru sangat mengganggu remaja karena masih duduk di dunia pendidikan. Demi mendapatkan uang, remaja rela melakukan tipu daya terhadap orang tua. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Chen at al. bahwa mayoritas pencurian gim online ialah penipuan (73,7%) dan penipuan (20,2%). Penelitian ini juga mengatakan bahwa usia pelaku kejahatan akibat gim online adalah remaja usia sekolah.
Berdasarkan beberapa aspek, gim online memiliki pengaruh buruk dalam masa pertumbuhan anak usia remaja jika berkelanjutan menggunakannya (kecanduan). Jika hal ini terus berkelanjutan, tidak menutup kemungkinan bahwa generasi bangsa akan hangus atau rusak karena gim online. Untuk itu, peran serta pantauan orang tua sangat dibutuhkan dalam masa perkembangan anak.
Editor: Afrianti Safitri

