Kuliah Daring Juga Perlu Adab

- Advertisement - Pfrasa_F
(Ilustrator: Syifa Anggraini)

Penulis: Maulidya Asrianti

Di tengah pandemi saat ini, semua kegiatan dituntut untuk dilakukan secara daring. Tak terkecuali kegiatan belajar mengajar. Yang dulu nya tatap muka, sekarang hanya menatap layar. Walaupun begitu, tetap saja ada adab yang harus diperhatikan. Dalam Islam sendiri, tidak ada perbedaan adab ketika belajar daring ataupun luring.

Sebagai seorang penuntut ilmu haruslah menjaga adab ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung. Tidak memandang apakah kegiatan itu daring ataupun luring. Ada pepatah mengatakan “Orang yang beradab sudah pasti berilmu, tetapi orang yang berilmu belum tentu beradab”. Hal ini dapat memperjelas, bahwa kedudukan adab lebih tinggi daripada ilmu. Apalah gunanya ilmu jika kita tidak beradab? 

Berikut tujuh adab dalam melaksanakan perkuliahan daring:

  • Niat menuntut ilmu karena Allah 

Mantapkanlah hati kita dengan ikhlas, menuntut ilmu karena Allah. Karena orang yang menuntut ilmu hanya untuk tujuan dunia, azab neraka lah ancamannya.

  • Berpaikan rapi dan sopan

Pakailah pakaian yang wajar. Hendaklah mandi atau paling tidak mencuci muka terlebih dahulu sebelum memulai perkuliahan. Ini menunjukkan kalau kita siap untuk memulai perkuliahan.

  • Tepat waktu

Kita semua setuju bahwa menunggu itu tidak enak. Tidak sopan rasanya membuat seseorang menunggu, terlebih orang itu adalah dosen kita. Dengan mengikuti perkuliahan tepat waktu, artinya kita menghargai dan menghormati dosen tersebut.

  • Berbicara sopan dan tidak memotong pembicaraan dosen

Sudah sepantasnya, sebagai mahasiswa menyimak penjelasan yang diberikan oleh dosen. Berbicaralah ketika dipersilakan, jangan lupa untuk mematikan mikrofon ketika dosen atau orang lain berbicara. Ini menunjukkan kita menghargai orang tersebut.

  • Mengaktifkan kamera  

Tentunya kita akan senang apabila diperhatikan ketika berbicara, kita merasa bahwa kita dihargai. Demikian pula yang akan dilakukan seorang dosen. Dosen akan memberi perhatian lebih pada mahasiswa yang menghargainya. 

  • Mencatat apa yang disampaikan dosen

Fokuslah ketika dosen sedang menerangkan kemudian catatlah materi yang disampaikan. Dengan mencatat, kita bisa membaca kembali apa yang disampaikan dosen. Hal tersebut akan membuat kita selalu ingat dan semakin paham akan ilmu yang disampaikan. 

  • Tidak tidur

Mahasiswalah yang membutuhkan ilmu. Jika kita tertidur, maka mustahil mahasiswa akan mendapatkan ilmu yang disampaikan oleh dosen.

Ingat! Tanpa adab, ilmu yang kamu miliki tidak akan berarti apa-apa. Mulai sekarang, terapkanlah adab-adab di atas, hargailah siapapun guru yang mengajarkanmu.

Editor: Anggia Nurulita

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles