
Penulis: Aldi Ramadhan
Sebagian besar dari kita pasti pernah merasa hidupnya tidak bermakna dan hampa, merasa tidak nyaman dengan diri kita sendiri, merasa tidak bisa jadi diri sendiri. Akibatnya kita bingung dengan hidup kita, bingung dengan diri sendiri, bingung dengan tujuan hidup kita, sikap yang tidak konsisten kadang marah-marah, kadang-kadang baik. Di sisi lain terkadang kita selalu merasa kesepian dan tidak fokus dengan masalah-masalah yang ada.
Masalah-masalah tersebut telah ditelaah oleh psikolog asal Jerman yang bernama Erich Fromm. Menurut Erich Fromm sebenarnya manusia memiliki lima kebutuhan dasar positif yang harus dipenuhi agar sehat mental dan tidak mengalami masalah-masalah tersebut.
Ada lima kebutuhan dasar manusia menurut Erich Fromm dan cara mencapainya:
- Relatedness
Kebutuhan untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Cara mencapai relatedness, di antaranya:
- Submassive (negatif) yaitu kita hanya mengikuti keinginan kelompok atau keinginan orang lain yang mana kita menjadi submassive dengan orang lain dan apapun itu, submassive juga tidak membebaskan kita untuk mengekspresikan diri sehingga kita hanya ikut-ikutan saja.
- Power (negatif), dengan power kita ingin mendominasi tanpa bisa mentolerir perbedaan yang ada. Jadi kita hanya setuju dengan orang-orang yang setuju dengan kita.
- Love (positif), dengan love kita bisa terhubung dengan orang lain dan tetap menjadi diri sendiri serta memiliki kebebasan.
- Transcendence
Kebutuhan manusia untuk mencapai kebebasan. Cara mencapai transcendence, di antaranya:
- Destruct (negatif) merugikan hingga membunuh orang lain untuk alasan selain bertahan hidup.
- Create (positif) kita aktif dan peduli terhadap kemampuan diri sendiri untuk berkreasi menciptakan sesuatu.
- Rootedness
Kebutuhan manusia untuk mengetahui asal usul dan merasa nyaman dalam hidup. Cara mencapai rootedness, di antaranya:
- Fixation (negatif) yaitu ketika kita selalu membutuhkan figur orang tua yang akibatnya membuat kita ketergantungan figur tersebut dan cenderung menahan diri menghadapi dunia.
- Wholeness (positif) yaitu ketika kita merasa satu dengan diri dan asal usul kita, merasa apa yang dimiliki sudah cukup, dan mandiri dalam mengambil langkah untuk berkembang.
- Sense of Identity
Kebutuhan manusia untuk melihat diri sendiri sebagai bagian yang terpisah dari kelompok. Cara mencapai sense of identity, di antaranya:
- Umumnya orang cenderung mengikat diri mereka dengan kelompok atau dengan orang yang lebih kuat, jadi mereka tidak mengembangkan identitas dirinya sendiri karena terlalu mengikat diri dengan kelompok, sehingga kelompok tersebutlah yang dimasukkan sebagai identitas dirinya.
- Individuality (positif) yaitu ketika kita bisa menjadi diri kita sendiri yang tidak terbatas oleh suatu kelompok, dengan mengembangkan identitas sesuai diri sendiri.
- Frame of Orientation
Kebutuhan manusia untuk memiliki pandangan hidup yang jelas. Cara mencapai frame of orientation, di antaranya:
- Irrational Goals (negatif), yaitu ketika kita tidak memiliki pencapaian dan tujuan hidup yang jelas.
- Rational Goals (positif), yaitu ketika kita memiliki pencapaian dan tujuan hidup yang jelas.
Dari kelima aspek kebutuhan dasar manusia tersebut harus dipenuhi dengan cara yang positif agar terhindar dari perasaan terisolasi atau terbatasi baik itu dari orang lain, kelompok, asal usul, dan lain sebagainya. Tips memenuhi lima kebutuhan dasar manusia tersebut dengan cara positif, di antaranya:
- Mengenal diri lebih dalam yaitu dengan sadar dan paham dengan cara kerja diri sendiri supaya bisa mengambil keputusan yang tepat.
- Mengubah sifat egois menjadi sifat kooperatif.
- Kembangkan perasaan bahwa kita ahli dalam melakukan suatu hal untuk lebih meningkatkan kepercayaan diri, dengan latihan terus menerus dan kita harus berani menghadapi tantangan yang ada, berani untuk mencoba agar lama kelamaan kita semakin expert dan pada akhirnya kita tahu kemana energi kita akan diarahkan.
Editor: Amelia Pratiwi

