Lima Manfaat Berpuasa Terhadap Keadaan Psikologis Anda

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Internet www.geo.tv)

Penulis: Nur Rizky Arini Lubis

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah ayat 183).

Menjadi kewajiban bagi umat Islam berpuasa pada bulan Ramadan. Selain menjadi kewajiban, berpuasa di bulan penuh suci ini tentu akan mendatangkan beribu manfaat bagi kaum Muslim. Bagi yang melaksanakan puasa tentu mendapatkan hal tersebut. Kita sering mendengar manfaat puasa bagi kesehatan tubuh manusia, namun pernahkah kita mendapatkan informasi mengenai manfaat puasa bagi psikologis manusia? 

Dilansir dari akun Instagram @biropsikologidinamis, terdapat lima manfaat puasa untuk kondisi psikologis, yakni:

  • Mengurangi gejala depresi, kecemasan serta gejala demensia

Dengan berpuasa kita akan menahan segala bentuk emosi diri kita, termasuk gejala depresi dan kecemasan. Karena di saat kita berpuasa, kita akan terbiasa dengan memikirkan hal-hal positif, sehingga mampu mengurangi gejala tersebut. Dengan menurunkan faktor yang menyebabkan depresi, maka akan berkurang juga lah gejala demensia. 

Demensia adalah suatu penyakit berkurang atau lemahnya daya ingat seseorang serta cara berpikirnya. Dengan berpuasa, psikologis orang yang sering hampir depresi, kecemasan, dan demensia akan mengalami penurunan. 

  • Membantu menurunkan perilaku adiksi atau kecanduan

Perilaku adiksi atau kecanduan terhadap sesuatu yang buruk tidak dapat dibiarkan terus-menerus. Maka seseorang yang memiliki kecanduan dan berpuasa sebulan penuh secara tidak langsung ia membiasakan dirinya untuk mengontrol dirinya dari kecanduan tersebut. Sehingga, perilakunya itu pun perlahan akan hilang.

  • Meningkatkan hormon endorfin atau hormon kebahagiaan 

Ketika berpuasa, kita meredam emosi yang dapat meningkatkan hormon endorfin dalam tubuh. Selama berpuasa pula, kita bisa melepaskan hormon endorfin dan orang akan menyadari bahwa suasana hati mereka membaik. 

  • Mengurangi perilaku agresif 

Selama berpuasa kita berupaya untuk mengontrol diri, maka perilaku agresif ini pun mampu dikikis dari diri kita. Perilaku buruk dan keji akan berkurang karena kita mampu dengan perlahan mengendalikan serta mengontrol diri kita. 

  • Berlatih agar lebih mampu mengontrol diri

Dengan terbiasa berpuasa untuk menahan hawa dan nafsu, akan membuat kita mampu mengontrol diri baik itu haus, lapar, dan hal lain yang dapat membatalkan puasa. Namun, tidak jarang juga kalau banyak pemicu seseorang ingin makan, minum, bahkan emosinya menjadi meledak-ledak. Dengan demikian, penting adanya kontrol dari orang tersebut.

Itulah manfaat puasa terhadap psikologis. Masih ragu dan lalai untuk melaksanakan puasa? Semoga tidak, ya, dan makin semangat berpuasa karena akan ada beribu pahala serta manfaatnya, lo.

Editor: Khairatun Hisan

- Advertisement -

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles