Memulai Bisnis dengan Instagram, Begini Cara Mengoptimalkannya /2/

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Internet https://afrizatul.com)

Penulis: Ahmad Affandi

Selanjutnya kita akan membahas lima poin dari artikel sebelumnya mengenai cara mengoptimalkan akun Instagram, yaitu; Jenis konten; Optimisasi username dan bio profile; Following akun sejenis; Riset hashtag; dan Engage with followers. 

  • Jenis konten

Sekarang, kita bahas sedikit lebih detail terkait konten pilar. Biasanya dalam satu akun dibagi menjadi beberapa konten pilar, yaitu engagement type post, yaitu konten ringan yang memancing engagement. Product related type post yaitu misalnya deskripsi produk, benefit, atau testimoni pelanggan. Useful knowledge type post yaitu konten berfaedah yang bisa memberikan value ke followers kita.

Untuk porsinya silakan dibagi sesuai selera. Dan biasanya, para akun kebanyakan untuk product related type post mengambil porsi sekitar 30 sampai 40%.

  • Optimisasi username dan bio profile

Username merupakan elemen penting dalam Instagram optimisasi. Kalau kalian perhatikan ada beberapa akun jualan yang make semisal @mycatkingdom (nama brand-nya) dan ada yang pakai @aksesoriskucingjkt. Nah, kenapa bisa ada dua tipe seperti itu? Untuk kalian yang mau make username dengan nama brand tidak salah juga. Karena sekalian menaikan brand presence produk kalian di Instagram, tetapi kalian bisa consider pakai cara kedua jika memungkinkan. Kenapa cara kedua itu rekomen? Karena membuat produk kalian muncul duluan di saat ada user yang ketik di kolom search dengan keyword “aksesoris kucing”. Jadi, bisa pilih username yang kira-kira akan jadi keyword utama saat calon pembeli akan mencari produk kalian. 

Bio profile ini juga tidak kalah penting. Harus, harus dan harus bionya lengkap, detail, dan menjelaskan apa, siapa, akun kalian itu. Nah, ada satu tips daging yang mau dibagikan gratis. Kebanyakan pada kolom profile name di isi nama brand-nya juga. Nah, di sinilah letak kesalahannya karena kalian sudah menyia-nyiakan akun tersebut untuk bisa ke index Google dan masuk ke 1st page Google. Jadi, pada kolom name bio Instagram itu harus kalian isi dengan deskripsi utama dari produk yang dijual. Misalnya fokus jualan aksesoris kucing, name bionya “Aksesoris Kucing Murah” atau “Aksesoris Kucing Jakarta.” Sehingga akun kalian bisa masuk first page Google. 

  • Following akun sejenis

Instagram adalah platform yang masih sangat menjunjung tinggi the power of organic reach. Salah satu caranya adalah mereka (pihak Instagram) meng-encourage atau mendorong kita buat berkontribusi di ekosistem Instagram. Hal ini juga harus jadi perhatian kita. Kalau mau akun kita meningkat, banyakin follow akun sejenis yang persona audiensnya mirip dengan audiens yang kita target. 

Dengan begitu, kalian akan dinilai Instagram tidak sombong dan mau bersama-sama akun yang kalian follow untuk mengembangakan ekosistem. Nah, setelah di-follow juga, kalian perlu berinteraksi tiap mereka ada posting dengan cara komen di post mereka. Hal tersebut dilakukan agar nama akun kalian muncul juga di followers mereka. Bahasa gampangnya, kalian cari perhatian sama followers mereka dan berharap dapat di-follow sama followers dari akun yang kalian following. 

  • Riset hashtag

Mungkin awal menggunakan hastag untuk para pemilik akun baru sering menggunakan secara asal ataupun mengikuti yang ada dan kali ini ada caranya agar menggunakan nya bisa secara optimal. Pertama, kalian cari hashtag yang berkaitan dengan produk. Misalnya, kucing. Maka, akan muncul #videokucing #kucinglucu, dst. Yang perlu kita perhatikan adalah jumlah postingan yang pake hashtag tersebut. Biar gampang, disarankan pakai tools bantuan seperti Virol contohnya untuk mempermudah riset. Kalau tools luar bisa pakai Flick. Jadi rules of thumbs-nya itu: 

– Untuk followers di bawah 1K, pake hashtag yang related dengan audiens kalian dengan total posting 5 sampai 10K. Pas udah capai 1K followers, pakai hashtag posting yang total post-nya 10 sampai 100K hingga mencapai 10K followers. Kalo sudah 10K, bebas deh make hashtag-nya

– Habis riset, kalian butuh minimal 44 hashtag yang nanti akan kalian pecah jadi 4 group (1 group 11 hashtag). Tiap kalian posting, disusun secara bergilir group hashtag-nya. Post A pakai group 1, B pakai group 2, C pakai group 3, D pakai group 4. Lalu digilir ulang terus menerus. Dengan konsisten dalam menggunakan group hashtag tersebut, kalian akan mulai melihat kenaikan impression di akun yang kalian punya. 

  • Engage with followers

Di awal punya akun ingin followers banyak. Giliran followers banyak, kerjaannya posting hard selling terus. Itu followers jadi kayak makanan yang dianggurin. Padahal followers kita juga manusia yang butuh di-engage dengan cara bangun interaksi dan kehangatan. Jadi, tiap hari kalian perlu sapa dan berinteraksi dengan followers. Manfaatkan Instagram Story untuk iseng-iseng nanya followers, misalnya bikin polling seru-seruan. Sebisa mungkin, akun kalian dibuat semenarik mungkin. 

Supaya engagement rate naik dan akun kalian jadi lebih mudah terjangkau oleh akun-akun lainnya. Salah satu trik yang biasanya dilakukan jika akan posting feed adalah melakukan interaksi comment dan like dengan akun yang di-follow 20 menit hingga satu jam sebelum posting konten feed. Jika mereka ada posting dalam kurun waktu maksimal satu jam yang lalu sebaiknya akun tersebut bisa comment dan like. Tetapi untuk akun yang postingannya di atas satu jam, maka hanya memberikan like saja. 

Hal yang bermanfaat dari melakukan trik di atas adalah, algoritma Instagram akan membaca bahwa kita adalah akun yang peduli dengan ekosistem Instagram dan ikut serta membangun ekosistem Instagram. Sehingga saat kita post, kita akan diberikan impression yang lebih luas oleh Instagram.

Dari tips yang sudah diberikan tentunya harus kalian praktikkan agar akun yang kalian bangun ters berkembang dan jadi jago dalam mengelola Instagram. 

Editor: Rindiani

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles