Mengukur Personal Branding Lewat Kesempatan Pandemi Covid-19

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Internet https://markey.id)

Penulis: Nadhri Filka

Agus Mashud S. Asngari yang merupakan Presdir Pertamina Foundation menjadi narasumber pada acara GpenBI Library Festival (Gelifest). Pada saat mengisi acara sebagai narasumber, beliau mengatakan bahwa personal branding sangat diperlukan untuk semua orang. “Personal branding sangat diperlukan untuk tiap orang pada zaman sekarang. Dengan personal branding orang-orang akan melihat keberadaan kita dengan kemampuan, keunikan, dan skill yang kita miliki. Hingga nantinya personal branding ini menjadi daya jual pada diri sendiri,” sebutnya..

Membangun personal branding lewat pengalaman, keahlian, dan keunikan yang dimiliki ada di diri sendiri. Merupakan hal yang akan bermanfaat untuk ke depannya. “Personal branding adalah keunikan, keahlian, dan kemampuan seseorang yang berani dia pamerkan atau pasarkan pada orang banyak untuk menghasilkan kemanfaatan bagi orang lain dan diri sendiri dengan menjadikan personal branding yang dimiliki sebagai bisnis,” tambah Agus.

Personal branding dapat diukir dengan memulai mengenal diri sendiri lebih dalam. Cara yang sederhana dalam mengenali diri sendiri dengan memahami kelebihan dan kekurangan yang kita miliki. Pandemi yang terjadi, memberikan kita pemanfaatan dari sisi yang berbeda. Membangun personal branding dengan mengenali diri sendiri menjadi dapat diupayakan.

Lakukan hal ini, untuk upayakan pengenalan diri dan menemukan keunikan di dalam diri seperti:

  • Mencari tahu siapa diri kamu

Mencari tahu siapa diri kamu dengan cara keunikan apa yang ada pada diri kamu dan orang lain tidak memilikinya. Keahlian apa yang kamu miliki dan orang-orang yang membutuhkan keahlian tersebut. Jika kesulitan dalam menentukan hal ini, maka lakukan latihan keahlian, mencoba pengalaman baru, dan bertanyalah pada orang terdekat apa yang menjadi keahlian dan keunikan padamu. Ketika sudah mengetahuinya cobalah berlatih hingga membuat keunikan dan keahlian tersebut sebagai daya jual kamu.

  • Menentukan untuk apa kamu dikenal

Mengukir personal branding artinya kamu siap untuk dikenal banyak orang dengan ciri khas yang kamu miliki. Siap dikenal banyak orang apakah merupakan kekuatan kamu? Dalam membangun personal branding, kamu harus mengetahui kekuatan dirimu untuk karir ke depannya. Semisal kamu memiliki kelebihan dibidang Desain Grafis, maka kelebihan itu adalah kekuatan untuk kariermu di masa kini dan masa depan. Serta ketika kamu sudah tahu, maka 5 sampai 10 tahun ke depan tidak perlu dikhawatirkan. 

  • Percaya diri pada keunikan dan kelebihan

Agar berani dalam mempromosikan siapa diri kamu, maka kamu harus percaya diri menunjukan kelebihan dan keunikan kamu kepada orang banyak. Agus Mashud S. Asngari menyampaikan bahwa. “Kamu harus percaya diri dengan kelebihan dan keunikan yang ada pada diri kamu. Para selebgram mempromosikan diri mereka menggunakan media sosial sebagai alat untuk menunjukan personal branding, maka mulailah juga,” katanya. 

Penelitian yang dilakukan oleh We are Social Media 2021 dalam kompas.com, rata-rata penduduk Indonesia mengalami peningkatan dalam bermedia sosial. Penggunaan internet juga meningkat 202,6 juta jiwa akibat aktivitas bekerja dan belajar dari rumah. Maka dengan keadaan seperti ini, menjadi kesempatan untuk kita mengukir personal branding lewat berlatih dan belajar. Tidak lupa pula, untuk tampil percaya diri mempromosikan diri melalui media sosial dengan begitu personal branding yang di bangun dapat dilihat banyak orang. Semangat mengukir merek untuk diri sendiri!

Editor: Rindiani

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles