
Penulis: M. Rio Fani
Masa perkuliahan memang menjadi salah satu masa yang tidak mudah bagi mahasiswa. Mulai dari padatnya jadwal kuliah hingga menumpuknya tugas-tugas sering kali menjadi salah satu beban pikiran hingga menjadi sakit mental.
Bahkan menurut riset dari American Psychological Association, kasus gangguan mental pada mahasiswa naik hingga 10% dalam 10 tahun terakhir. Hal itu disertai depresi yang membuat mahasiswa mudah untuk tidak percaya diri dan tidak bisa melakukan apapun dibanding temannya.
Mahasiswa juga bisa mengalami gangguan rasa cemas berlebihan (anxiety disorder), yang tentunya dapat menyebabkan terganggunya aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, bagaimana cara kita mengetahui peran penting psikolog terhadap kesehatan mental? Berikut penjelasannya!
Psikolog adalah seorang ahli dalam ilmu psikologi yang berfokus pada pikiran dan perilaku seseorang. Psikolog umumnya menggunakan psikoterapi untuk membantu klien atau pasien untuk mengatasi masalah yang memengaruhi kondisi mental dan kesehatannya.
Meski ada beberapa jenis psikolog, namun disarankan mahasiswa untuk menemukan psikolog pendidikan. Hal ini karena psikolog pendidikan dapat ikut serta untuk membantu mahasiswa dalam membuat instruksi dan strategi belajar yang tepat.
Bahkan sebagian besar psikolog pendidikan juga mempelajari mengenai bakat dan masalah belajar seseorang. Hal ini tentu sebagai salah satu manfaat untuk mengetahui emosional mahasiswa pada kemampuan belajarnya.
Dikutip dari laman Alodokter, psikolog memiliki pengetahuan mendalam tentang pencegahan, diagnosis, dan penanganan terkait masalah kesehatan mental. Beberapa macam pelayanan dan gangguan psikologis yang biasanya ditangani psikolog, yakni gangguan kecemasan, gangguan suasana hati, depresi, bipolar, gangguan makan, gangguan kepribadian, skizofrenia, fobia, dan banyak lagi.
Psikolog akan melakukan beberapa tindakan terhadap pasien yang ditangani seperti melakukan wawancara psikologis, membuat program terapi hingga pelatihan, terapi hipnotis, atau melakukan konseling. Maka dari itu, mahasiswa yang saat ini sedang terlihat gusar dan gelisah terhadap tugas atau skripsi yang belum usai, dapat disarankan untuk bertemu dengan psikolog.
Tentu bukan menjadi alasan, karena berkonsultasi dengan psikolog adalah salah satu cara untuk mendapatkan rasa percaya diri mahasiswa kembali. Bahkan, mahasiswa yang kerap rentan dengan permasalahan hidupnya, disarankan untuk bertemu psikolog sebagai solusi untuk menyelesaikan keresahan dalam dirinya.
Editor: Adelini Siagian

