Orang Cerdas Cenderung Tidak Bahagia, Kok Bisa?

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Dok. Internet freepik.com)

Penulis: Rahma Amina Putri

Sejak kecil hingga sekarang, orang tua, keluarga, dan masyarakat seringkali menghargai dan menuntut kita untuk menjadi orang sukses dan orang yang terbaik. Semakin sukses dan semakin besar nilai kita di sekolah, di kampus, atau semakin besar gaji kita di tempat kerja, maka semakin besar pula apresiasi dan kompensasi yang bisa kita terima. Akan tetapi, di sisi lain kita sering sekali melihat contoh-contoh orang yang jenius sekali di akademik atau kerjaan, tetapi kehidupan pribadinya cenderung tidak bahagia. Misalnya, tidak memiliki teman, penuh kebencian, hidupnya biasa aja, dan lain-lain. 

Menurut Elon Musk, sukses didefinisikan sebagai kondisi selama kamu dapat melakukan berbagai hal yang menyenangkan dalam hidup. Jadi, sukses dapat kita katakan bahwa suatu kondisi ketika kamu sudah bahagia, sehat, dan produktif. Kamu sudah mencapai prestasi dan penghargaan yang sudah kamu rencanakan.

Kok bisa, sih, orang-orang seperti itu gagal dan tidak bahagia? Kalau misalnya cerdas saja tidak cukup untuk membuat sukses dan bahagia, apa yang harus kita lakukan agar bisa bertahan hidup dan sukses di kehidupan? Berikut beberapa penyebab kenapa orang cerdas itu cenderung gagal dan tidak bahagia.

Baca Juga: Lima Bahasa Cinta, Berikut Cara Memahaminya

  1. Orang Cerdas Gagal karena Kecerdasannya

Berdasarkan Harvard Business Review (HBR), menjelaskan bahwa seringkali orang cerdas itu gagal bukan karena faktor eksternal, tetapi justru disebabkan oleh faktor internal. Artinya, yang menjadi penyebab kegagalan mereka adalah diri mereka sendiri. Aspeknya ketika orang cerdas tersebut menyabotase dirinya sendiri dengan meremehkan skill lain di luar keahliannya. Contohya, seperti kurang pandai berkomunikasi dan tidak bisa mengajarkan hal tersebut ke orang lain. Nah, ini adalah jebakan yang sering datang kepada orang yang cerdas. Mereka cenderung mengasah kepintarannya pada suatu bidang, tetapi menghindari sesuatu yang bukan menjadi keahliannya.

2. Orang Cerdas Cenderung Sulit untuk Diajak Kerjasama

Banyak yang mengatakan bahwa orang cerdas itu sulit untuk bekerja sama dengan orang-orang yang kurang cerdas sehingga orang cerdas ini mengandalkan diri sendiri dibandingkan orang lain. Padahal, kita tahu bahwa jika ingin berbisnis atau berorganisasi tidak bisa sendiri saja, melainkan harus bekerja sama dengan orang lain.

3. Orang Cerdas Terlalu Menempatkan Harga Dirinya Kepada Kecerdasannya

Orang cerdas biasanya memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Saking tingginya, mereka tidak nyaman untuk bekerja sama dengan orang yang lebih bodoh dibandingkan dirinya, kemudian mereka juga tidak nyaman bekerja sama dengan orang yang lebih cerdas karena mereka akan merasa harga dirinya terinjak karena hal tersebut.

4. Orang yang Cerdas Mudah Bosan

Orang cerdas yang terbuka dengan hal baru, biasanya lebih kreatif tetapi lebih mudah untuk bosan. Sehingga, kerjaan yang harusnya bisa dilakukan dengan disiplin dan rutin untuk menunjang kesuksesan, tidak dilakukannya karena tidak bisa mempertahankan motivasi yang sama ketika masih semangat-semangatnya.

5. Orang Cerdas Kebanyakan Berfikir dan Melamun

Orang cerdas ketika memiliki masalah, lebih suka memikirkan hal-hal tersebut dibandingkan aksinya. Padahal, mereka tahu bahwa solusi dari permasalahan itu sendiri ialah dengan mengerjakannya, hal inilah yang membuat mereka sulit untuk bahagia.

Kesuksesan dan kecerdasan tidak menjamin kebahagiaan. Apalagi kalau kamu mempunyai ekspektasi tinggi yang membuat kamu selalu merasa tidak puas dengan kehidupanmu saat ini. Orang cerdas akan merasa puas jika berhasil mencapai sesuatu yang tinggi. Mereka beranggapan bahwa ekspektasi mereka itu akan menjadi realita hingga menjadikan mereka orang yang perfeksionis. Mereka ingin menjadi sempurna, padahal kesempurnaan itu tidak mungkin. Hal inilah yang cenderung membuat mereka menjadi tidak bahagia. Apakah kamu termasuk orang seperti ini? Jangan sampai, ya!

Baca Juga: Stop Self Diagnosis! Bahaya Bagi Kesehatan Mental!

Editor: Annisa

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles