
Penulis: Ad’dhan Dhita
Di Indonesia, kesadaran akan kesehatan mental makin meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini dibuktikan dengan maraknya layanan konseling online oleh psikolog dan komunitas kesehatan mental. Meskipun kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental makin meningkat, masih banyak orang yang beranggapan bahwa kesehatan mental bukanlah suatu masalah yang perlu dikhawatirkan.
Dibandingkan dengan kesehatan fisik yang lebih mudah dilihat dan dirasakan, kesehatan mental masih dianggap lebih abstrak. Oleh karena itu, perhatian masyarakat terhadap penderita gangguan jiwa seringkali tidak tepat dan bahkan memperburuk keadaan.
Menurut Undang-Undang Kesehatan Jiwa No. 18 Tahun 2014, kesehatan jiwa didefinisikan sebagai suatu keadaan, ketika individu mampu mengenali kemampuan dirinya, mengatasi tekanan, bekerja secara produktif, serta tumbuh secara mental, spiritual, dan sosial. Oleh karena itu, penting untuk lebih memperhatikan masalah mental seperti depresi dan kecemasan di tempat kerja. Karyawan yang menderita gangguan mental juga dapat terpengaruh jam kerjanya, yang berujung pada peningkatan ketidakhadiran dan penurunan produktivitas.
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan masalah kesehatan mental pekerja, seperti jarak antara rumah dan tempat kerja. Misalnya, pekerja yang melakukan perjalanan jarak jauh mungkin mengalami efek stres dan kelelahan. Hal ini disebabkan oleh aktivitas sehari-hari yang membuat kita terpapar pada lingkungan yang merugikan seperti kemacetan lalu lintas, cuaca buruk, dan polusi udara. Secara umum, perjalanan jarak jauh, baik menggunakan transportasi umum atau pribadi, jauh lebih melelahkan dan membuat stres dibandingkan perjalanan jarak pendek, dan perjalanan yang lebih lama akan berdampak buruk bagi kesehatan.
Kesehatan mental juga menjadi salah satu pemicu ruginya perekonomian secara menyeluruh, World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa terdapat potensi kerugian sebesar satu triliun USD per tahun akibat hilangnya produktivitas pekerja karena kesehatan mental pekerja yang buruk. Dalam hal ini, kondisi tempat atau lingkungan kerja yang tidak mendukung dapat menghambat produktivitas pekerja karena menimbulkan rasa ketidaknyamanan bagi pekerja, yang akhirnya akan berdampak negatif tidak hanya untuk pekerja itu sendiri, tetapi juga akan merugikan perusahaan dan perekonomian secara makro.
Untuk mengatasi masalah dari kesehatan mental para pekerja, ada pula beberapa strategi yang dapat meningkatkan kesehatan mental di tempat kerja, yaitu:
- Program Kesehatan Mental
Sebuah Perusahaan dapat menerapkan program kesehatan mental yang mencakup sumber daya seperti konseling, pelatihan manajemen stres, dan dukungan psikologis. Program kesehatan mental di tempat kerja tidak hanya memenuhi kebutuhan emosional, tetapi juga investasi bijak yang meningkatkan produktivitas.
- Fleksibilitas dalam Lingkungan Kerja
Memberikan fleksibilitas dalam bekerja, seperti kebijakan kerja jarak jauh atau jam kerja yang fleksibel dapat membantu mengurangi tekanan yang dapat merugikan kesehatan mental. Dengan menciptakan lingkungan yang mendukung keseimbangan hidup dan kerja, organisasi dapat memastikan bahwa pekerja merasa dihargai dan memiliki dukungan yang diperlukan untuk menjaga kesehatan mental mereka.
- Pemberdayaan Pekerja
Memberdayakan pekerja untuk mengelola kesehatan mental mereka sendiri melalui hidup dapat meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas. Dengan memberikan alat, sumber daya dan dukungan, organisasi dapat memberdayakan pekerja untuk menjadi pemimpin kesejahteraan mental mereka sendiri.
Editor: Fadillah Hanum

