Perbedaan Soft Skill dan Hard Skill, Pelamar Kerja Wajib Tahu

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Dok. Internet ruangguru.com)

Penulis: Cici Hardiyanti

Semakin berkembangnya zaman, semakin berkembang pula teknologi dan peradaban manusia. Maka, sumber daya manusia yang diperlukan harus berkualitas. Bicara mengenai sumber daya manusia, ada istilah hard skill dan soft skill. Lalu, apakah perbedaan antara keduanya?

Jika ingin sukses, kita harus memiliki kemampuan atau skill. Adapun yang dimaksud dengan hard skill adalah keterampilan yang dimiliki oleh seseorang hingga ia mampu untuk melakukan pekerjaan atau tanggung jawab tertentu. Seseorang bisa mendapatkan hard skill dengan belajar mandiri atau otodidak, hard skill dibutuhkan untuk setiap pekerjaan sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Sedangkan soft skill adalah kemampuan interpersonal seseorang atau kecerdasan emosinya. Soft skill ini berkaitan dengan individu itu sendiri sehingga sulit untuk dinilai. Soft skill tidak bisa didapatkan dengan otodidak, tetapi didapatkan dengan memperluas relasi dan berinteraksi dengan banyak orang sehingga dapat beradaptasi dengan hal tersebut.

Seperti yang disebutkan, hard skill bersifat spesifik yang diperoleh dengan belajar mandiri dan otodidak. Dikutip dari binaracademy.com, di bawah ini beberapa contoh dari hard skill yang dibutuhkan di dalam dunia kerja.

Baca Juga: Kamu Sering Menggunakan Komputer? Hati-Hati Banyak Bahayanya Lo!

  1. Web and mobile development

Zaman sekarang, semua kehidupan berbasis online. Situs web dan aplikasi seluler baru dibuat setiap harinya. Untuk menjadi seorang programmer, diperlukan hard skill berikut ini:

  • Pemrograman berorientasi objek bingkai
  • Arsitektur jaringan atau aplikasi
  • Pengembangan aplikasi IOS
  • Pengembangan aplikasi android
  • Fungsi debug
  • Analisis data

Hari ini, data lebih berharga dari apa pun. Ini telah dipahami oleh banyak perusahaan besar dan kecil. Pasalnya, berdasarkan informasi tersebut, perusahaan dapat mengetahui perilaku konsumen dan merencanakan strategi untuk mengembangkan bisnisnya, sehingga perusahaan mencari seseorang yang ahli dalam bidang ini. Hampir semua perusahaan mencari orang yang pandai dalam mengelola web.

2. Desain

Desain adalah sarana komunikasi yang cukup efektif antara bisnis dan konsumen. Keterampilan desain diperlukan dari waktu ke waktu, meskipun telah mengalami transisi atau perubahan dari analog ke digital. Ada banyak keterampilan desain yang dapat membantu kita sukses dalam karier, berikut beberapa contohnya:

  • Desain produk digital dengan Zeplin atau Invision
  • Aplikasi Adobe seperti Photoshop, Illustrator, InDesign.

Itulah contoh dari hard skill yang mana tidak semua orang mampu, karena untuk mendapatkannya harus belajar khusus. Setelah memahami contoh dari hard skill, berikut beberapa contoh dari soft skill:

  1. Komunikasi 

Komunikasi tidak lepas dari kehidupan sehari-hari, karena seluruh aktivitas manusia menggunakan komunikasi. Dalam hal ini, komunikasi yang dimaksud adalah komunikasi yang baik. Sehingga pesan atau informasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik. Dalam dunia pekerjaan, komunikasi yang baik sangat diperlukan karena hal ini sangat berpengaruh terhadap kariernya.

2. Mampu beradaptasi dengan baik

Beradaptasi dengan lingkungan yang baru memang tidak mudah, sebagian orang bahkan enggan untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya. Akan tetapi, dalam dunia pekerjaan, beradaptasi dengan lingkungan itu sangat diperlukan karena kita akan dengan mudah dekat dengan orang lain. Jika kita bisa membangun adaptasi yang baik, maka orang-orang akan senang kepada kita.

3. Kreatif

Berpikir kreatif sangat diperlukan dalam dunia pekerjaan. Kita akan bisa menciptakan sesuatu yang baru dengan ide-ide yang cemerlang. Kemampuan ini memang ada di setiap individu, tetapi tingkat kreativitasnya berbeda-beda. Dengan menunjukkan kemampuan kreatif, maka kita sangat mudah untuk menciptakan pekerjaan.

4. Kejujuran 

Semakin jujur seseorang, maka semakin dipercaya pula kemampuannya. Tidak semua orang selalu jujur dalam pekerjaannya. Demi mendapatkan sesuatu, mereka rela melalaikan amanah yang telah diemban sehingga dalam dunia pekerjaan, kejujuran sangat penting.

Lantas, muncul pertanyaan. Manakah yang lebih penting antara hard skill dan soft skill? Kenyataannya keduanya harus seimbang, berjalan dengan beriringan. Jika hanya dominan pada salah satu saja, maka ia tidak akan dikatakan sukses. Dengan demikian, untuk mencapai kesuksesan harus memiliki keduanya, tidak ada yang lebih diunggulkan dari hard skill atau soft skill.

Baca Juga: Ulik Sinematik Unik Ala Wes Anderson yang Tren di TikTok

Editor: Syahda Khairunnisa

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles