
Penulis: Sofia Ranti Tumangger
Tepat minggu terakhir menutup bulan November pulau Sumatra diterpa oleh musibah yang sangat memprihatinkan. Barang-barang berharga hilang dalam sekejap oleh air yang meluap, tak sedikit korban jiwa diterpa oleh kejadian ini. Longsor serta banjir bandang menghantam beberapa titik di beberapa wilayah Sumatra Utara seperti Medan, Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. Tak hanya itu, Provinsi Sumatra barat serta Aceh juga merasakan hal yang sama. Tentunya ini menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk memberikan simpati, serta empati terhadap warga yang terdampak.
Musibah terjadi disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, serta cuaca yang ekstrem. Namun, tak dapat dihindari mengapa cuaca menjadi ekstrem, apakah ada sebab peristiwa itu dapat terjadi? Alam mengeluarkan segala isinya, pongkah-pongkahan kayu dibawa keluar oleh air yang meluap. Tak hanya itu, tanah pun tak lagi kuat menahan instensitas hujan yang mengguyur, sehingga terjadi tanah longsor. Akibatnya rumah-rumah tertimpa, korban jiwa terus bertambah.
Baca Juga: Senyum: Amalan Sederhana yang Sering Kita Lupakan
Hal ini sungguh menjadi perhatian kita, menjaga alam tentunya kewajiban kita sebagai makhluk yang diberikan akal oleh Allah Swt, untuk selalu senantiasa merawat alam dengan cara tidak merusaknya hanya untuk memuaskan keinginan, serta keserakahan sebagian manusia. Di muka bumi ini tidak hanya ada manusia, melainkan hewan dan tumbuh-tumbuhan yang membutuhkan kehidupan layak.
Pepohonan memberikan kita oksigen yang sehat untuk dihirup, memberikan kenyamanan dari terik dan panasnya cuaca. Hewan serta tumbuh-tumbuhan Allah ciptakan untuk membangun ekologis yang kompleks. Tumbuhan juga diciptakan sebagai produsen yang menghasilkan energi melalui fotosintesis, sementara hewan berperan sebagai konsumen dan pengurai. Tak hanya itu, tumbuh-tumbuhan juga menyediakan buah, sayur, dan biji-bijian, sedangkan hewan juga menyediakan daging, susu, telur, dan kadang kala tenaga kerja yang dipakai oleh manusia seperi kerbau dan kuda.
Tumbuh-tumbuhan dan hewan juga mendukung sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan dengan menjadi bagian dari tradisi dan budaya masyarakat. Sebagaimana Allah juga menekankan bahwa hewan dan tumbuh-tumbuhan Allah ciptakan tentunya memiliki hikmah dan manfaat.
Pada Al-Qur’an Surah Abasa ayat 24-32 menyatakan bahwa: “Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. Kamilah yang telah mencurahkan air berlimpah (dari langit), kemudian kami belah bumi dengan sebaik-baiknya. Lalu disana kami tumbuhkan biji-bijian, anggur dan sayur-sayuran dan zaitun dan pohon kurma, kebun-kebun (yang) rindang, dan buah-buahan serta rumput-rumputan. (Semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu.”
Ayat ini mengajarkan kita tentang kesadaran ekologi, manusia berhubungan dengan alam. Air, tanah, dan tumbuhan adalah sistem yang Allah Swt. ciptakan untuk kelangsungan hidup. Makanan yang kita makan setiap hari bukan hal yang remeh, melainkan tanda kekuasaan Allah Swt. Ayat diatas menegaskan bahwa segala yang berasal dari bumi, yang diolah oleh manusia dan dijadikan sebagai makanan untuk dikonsumi adalah hasil dari ciptaan Allah. Bahkan hujan, bumi, dan tumbuh-tumbuhan. Ayat ini juga mengajak manusia untuk selalu merenung, bersyukur tidak lalai, dan tamak terhadap nikmat yang Allah berikan, serta menyadarai bahwa semua itu hanyalah bekal sementara menuju kehidupan akhirat.
Selain itu, Allah juga melarang untuk tidak membuat kerusakan di muka bumi. Kerusakan yang dibuat oleh tangan-tangan manusia yang tidak bertanggungjawab menjadi bencana bagi seluruh manusia yang tidak bersalah.
Allah berfirman pada Surah Al-Baqarah Ayat 11-12 yang berbunyi :
Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi,’ mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.’ Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.”
Ayat ini mengajarkan kita untuk selalu menjaga alam dan bumi. Bumi adalah rumah bagi makhluk hidup yang diciptakan oleh Allah Swt. Seyogyanya pun bumi harus dijaga dari tangan tangan manusia yang merusak. Dampak dari kerusakan membuat masyarakat yang tidak bersalah juga merasakan dampaknya.
Tak hanya itu, perbuatan yang mereka lakukan hanya menguntungkan beberapa orang saja, namun merugikan banyak orang. Begitu pula dengan kondisi daerah yang diterpa oleh bencana saat ini. Tidak ada suatu hak yang terjadi secara tiba tiba melainkan karena ada yang membuat ulah tersebut. Kita hanya dapat berdoa, memberikan simpati dan empati kepada saudara-saudara yang ada di wilayah bencana saat ini. Semoga Allah senantiasa memberikan perlindungan bagi orang-orang yang menjaga bumi ini.
Baca Juga: Kepemimpinan: Amanah dalam Islam untuk Melawan Korupsi dan Ketidakadilan
Editor: Muhammad Daffa

