
Penulis: Zaitun Azzahra
Generasi Alpha atau Gen Alpha adalah generasi yang lahir di rentang tahun 2010 sampai tahun 2024. Uniknya, generasi ini ialah generasi pertama yang sepenuhnya lahir pada abad ke-21. Gen Alpha memiliki perbedaan dengan generasi-generasi sebelumnya, walaupun hampir mirip dengan Generasi Z.
Baca Juga: Meningkatnya Kejahatan, Diakibatkan Oleh Lemahnya Pendidikan
Mereka memiliki kesamaan hidup dengan Generasi Z, yakni dipenuhi dengan kehidupan online, bisa dibilang sebagai generasi digital. Lalu, Gen Z beradaptasi dengan teknologi saat mereka memasuki usia remaja hingga dewasa, sedangkan Gen Alpha sudah terpapar teknologi sejak mereka lahir.
Generasi ini dikenal sebagai generasi yang paling akrab dengan kecanggihan teknologi. Selain itu, kebanyakan mereka lahir dari keluarga Generasi Milenial yang sejak kecil pun sudah mengetahui awal perkembangan teknologi.
Generasi ini mempunyai kelebihan dari generasi yang lainnya. Gen Alpha mampu beradaptasi dengan teknologi yang dianalogikan seperti manusia menghirup udara. Mereka mampu menguasai perangkat dan aplikasi di media sosial dengan kecepatan luar biasa, yang bahkan sering melampaui kemampuan orang dewasa di sekitarnya.
Adanya teknologi membuat generasi ini menjadi multitasking. Mereka bisa menciptakan berbagai kegiatan dalam satu waktu, seperti menonton video sambil mengerjakan tugas. Namun, hal ini juga dapat memberikan pengaruh negatif terhadap konsentrasi mereka. Generasi ini lebih suka belajar melalui metode berbasis teknologi, sebab mereka lebih suka menyerap informasi dengan cara yang mudah, seperti menonton video, melihat gambar, dan lain sebagainnya.
Di sisi lain, karena akses yang mudah, memungkinkan Generasi Alpha untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka secara lebih bebas. Sehingga mereka lebih kreatif dan inovatif dan bisa saja menciptakan solusi baru untuk masalah global.
Generasi Alpha cenderung lebih sadar akan isu-isu sosial dan lingkungan. Mereka tumbuh dalam dunia yang dihadapkan pada perubahan iklim, ketidaksetaraan sosial, dan tantangan global lainnya. Mereka memiliki keinginan untuk membuat perubahan positif di dunia dan berkontribusi untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Kelebihan yang dimiliki oleh generasi ini sangat menarik perhatian kita, tetapi ada beberapa kelemahan yang harus kita ketahui sehingga kita bisa memahami dan membantu mereka. Kita lihat mereka sangat bergantung dengan teknologi saat ini, meskipun memberikan banyak manfaat, tetapi pasti ada sisi negatif yang akan menyerang.
Bisa jadi, dengan ketergantungan ini membuat kemampuan berpikir kritis mereka berkurang, karena semua informasi sangat mudah untuk didapatkan. Karena informasi yang mereka dapatkan tidak dianalisis kembali, yang menjadi masalah untuk ke depannya.
Generasi Alpha juga tidak jauh berbeda dengan Generasi Z yang sangat mementingkan kesehatan mental mereka. Generasi-generasi ini hidup di zaman banyaknya tekanan dari lingkungan sekitar dan pengaruhnmedia sosial. Dampak yang terjadi adalah seperti kecemasan, depresi, dan lainnya.
Terlalu banyak waktu dihabiskan di dunia digital dapat menyebabkan kurangnya interaksi sosial, sehingga mereka kurang mampu untuk bersosialisasi secara efektif, karena sudah terbiasa berkomunikasi di media sosial. Mereka mungkin kurang memahami nilai-nilai tradisional, pengalaman langsung, dan kesadaran pentingnya koneksi dengan sesama manusia secara langsung.
Generasi Alpha adalah generasi yang unik dan penuh potensi. Memahami karakteristik mereka, baik positif maupun negatif, sangat penting untuk menciptakan perkembangan mereka secara optimal. Walaupun memiliki karakteristik yang berbeda dengan generasi lainnya. Tantangannya bukan untuk menghentikan kemajuan teknologi, tetapi untuk memanfaatkannya secara bijak untuk menghadapi masa depan.
Baca Juga: Menguak Fakta di Balik, Mitos-Mitos Kesehatan yang Dipercaya Masyarakat
Editor : Fadillah Hanum

