
Penulis: Zanna Nurpiana
Sejak dilahirkan, manusia memiliki fitrah dan anugerah bagi jiwa nya sendiri. Bukan hanya itu, Tuhan juga memberikan seperangkat kelebihan dan kekurangan yang menjadi penyempurna. Memiliki kebebasan yang tak akan pernah diusik orang lain adalah hal yang berharga bukan? Hanya diri sendirilah yang mengetahui mana yang terbaik dan terburuk bagi dirinya dan orang di sekitarnya. Bak nakhoda yang sedang menjalankan kapal nya, kita bisa mengarahkan kapal ke arah lautan lepas atau hanya berkeliling di dermaga.
Hidup dengan bersosial serta saling membutuhkan menjadi pelengkap manusia dilahirkan di dunia. Mau tidak mau, sebagai makhluk sosial kita membutuhkan bantuan orang lain, pendapat orang lain, juga pandangan orang lain atas apa yang kita miliki. Kehidupan yang dipenuhi dengan sosial, tanpa sadar kita menemukan berbagai macam watak dan peran saat berkomunikasi dengan orang lain. Ada yang selalu pamer saat membeli barang bermerek, ada yang hanya diam ketika membeli barang mahal, ada juga yang mencibir meskipun itu tak berpengaruh bagi nya, dan ada juga yang hanya diam memperhatikan lagak dan sikap mereka.
Begitulah sistematis sosial, tidak selalu memiliki pandangan yang sama. Hanya saja, berada ditengah orang orang yang beragam, kerap membuat goyah untuk mengenali diri sendiri. Selalu merasa terintimidasi dengan hidup, kadang membuat kita menjadi orang lain. Aku sedang tak menyalahkan dirimu, hanya saja sedikit memberi gambaran atas apa yang kau rasakan. Kamu tau? menerima diri sendiri dan mencintai diri sendiri bukanlah hal yang mudah. Ketika seseorang mengkritik tulisanmu yang ia rasa tak sesuai dengan seleranya, bukan berarti itu hal yang buruk.
Bahkan ketika seseorang mencela gaun milikmu yang selalu tak berwarna, bukan berarti kamu aneh. Tak perlu sedih dan khawatir atas cemoohan mereka. Percayalah, semua orang merasakan hukum sosial ini. Kita tidak bisa pergi, hanya saja kamu harus yakin dan berani untuk melawannya, alasan utama kamu harus melakukan nya adalah bahwa dirimu layak dicintai dan dibanggakan oleh dirimu sendiri. Karena mencintai diri sendiri adalah salah satu cara untuk menghargai dirimu.
Sesungguhnya percaya dan menerima diri sendiri juga merupakan amanah dari Tuhan serta hal yang terpuji. Karena kamu sedang memuji ciptaan Tuhan yang selalu berada di tengah kebimbangan, ditengah keriuhan bahkan berbagai macam bentuk karakter yang menyerang. Kamu juga dapat melawan rasa ego dan hati kecil yang berkecamuk saat merasa terpuruk dengan kehidupan. Bagi kamu, yang dapat menerima segala kekurangan dan kelebihan, dan kamu mencintai dirimu, berbahagialah karena hal ini menjadikanmu lebih mudah menggenggam duniamu.
Editor: Anggia Nurulita

