Mengubah Mimpi menjadi Kenyataan

- Advertisement - Pfrasa_F
(Ilustrator: Dina Febriyanti)

Penulis : Zaitun Azzahra 

“Hanya ada satu hal yang membuat mimpi tak mungkin diraih, perasaan takut gagal”

 (Paulo Coelho)

Kalimat di atas cukup membuat kita sadar, bahwasanya perasaan dan pikiran buruklah yang menghambat mimpi-mimpi yang diukir untuk tercapai secara sempurna serta sesuai dengan harapan. Semua manusia punya mimpi, tapi hanya karena pikiran buruk itu kita berhenti? Tertinggal karena rasa takut untuk mencoba dan malas? Tidak percaya takdir Allah SWT? Tidak yakin pada diri sendiri? Insecure karena melihat kesuksesan orang lain?.

Sungguh manusia mempunyai kelebihan pada dirinya masing-masing . Manusia yang hebat berawal dari mimpi. Mimpi tidak pernah salah tetapi mimpilah yang harus menjadi motivasi untuk bangkit dari keterpurukan. Seorang pemimpi selalu mempunyai tujuan dalam hidupnya. Pemimpi akan terus mencari motivasi yang kuat untuk mencapai tujuannya. Memang sebuah mimpi dicapai tidak semudah yang dibayangkan, akan tetapi ada kesulitan- kesulitan yang akan dihadapi, dan yakinlah mimpi tersebut bisa kita wujudkan dengan usaha yang kita lakukan, walaupun kita akan merasa lelah untuk mencapainya.

Baca Juga: Mengejar Sikap Ikhlas, Menuju Perdamaian Hati

Kesalahan adalah revisi atas apa yang terjadi. Bisa jadi usaha yang kita lakukan belum maksimal, serta dari kesalahan membuat kita menjadi manusia yang lebih baik lagi. Saat menjadi pribadi yang dewasa, jalan yang dihadapi memanglah tidak mudah, terdapat banyak harapan berada dipundak yang harus dilaksanakan. Pasrah dan diam bukanlah jalan keluar seorang dewasa. Kita patut bersyukur jika gagal karena dengan kegagalan, manusia dituntut untuk belajar dan berproses lebih lama lagi.

Rasulullah bersabda “Bersemangatlah melakukan hal yang bermanfaat untukmu dan meminta tolonglah pada Allah, serta janganlah engkau malas” (HR. Muslim). Hadits tersebut memaksa manusia untuk selalu menghargai waktu yang telah diberikan. Kita sama-sama tahu bahwa waktu adalah pedang. Gunakanlah sebaik-baiknya jangan sampai menyesal. Lakukan lah hal yang bermanfaat. Malas adalah penyakit yang obatnya sangat susah untuk dicari, jika diikutkan kita tak akan bisa meraih mimpi.

Tuhan memberikan waktu yang cukup banyak di dunia ini, jika waktu yang digunakan hanya untuk berdiam diri meratapi masalah, kamu tidak akan bisa memanen hasilnya. Sebaliknya, jika kamu menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya untuk mengejar mimpi, maka suatu saat kamu akan memanen hasilnya sebab yang berjuang pasti akan menang.

Manusia banyak berpikir bahwa orang yang akan sukses adalah anak dari si penguasa. Faktanya, banyak sekali tokoh-tokoh besar yang terlahir dari keluarga sederhana. Tinggal di desa, tetapi pengetahuannya mendunia. Melihat orang lain yang mempunyai kelebihan yang berbeda bukanlah menjadi penghalang mimpi itu untuk tercapai. Gali terus potensi yang kita punya, jauhkan dirimu dari orang-orang yang membuatmu jatuh. Jika lelah, maka ingat-ingat lagi apa yang ingin kamu capai. Usahalah untuk mendapatkannya, berdoa kepada Sang Pencipta dan minta doa kepada orang-orang di dekatmu.

Maka dari itu, untuk mencapai sebuah mimpi kita harus mempunyai sebuah keyakinan. Karena keyakinan, mempunyai energi yang kuat untuk meningkatkan semangat berjuang. Yakin Allah Swt. akan membantu kita dengan doa-doa yang kita panjatkan, yakin bahwa diri kita bisa menghadapi semua rintangan yang menghadang, yakin akan ada orang-orang yang mendukung jalan kita mencapai mimpi itu. Kunci dari suksesnya seorang pemimpi adalah keyakinan untuk mencapainya dan bagaimana dia bisa melewati prosesnya.

Editor: Annisa

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles